ditolak, ga lsg direspon, late respond, hasilnya sama. begitu.
aku ga ngerti sih ya, apa Atc ataupun pilot ga bisa tau kalau dijarak berapa jauh itu akan ada si awan petirnya. Apa emang awan itu bisa melintas mendadak gt aja? ga bisa diprediksi dulu oleh ATC, sehngga mbok ya sebelum awannya di depan candra dimuka, di kasih warning dulu, clear out area lain, disuruh naikkin ketinggian? gimana cara kerja awan petir itu, apa kayak ayam yang tiba-tiba nyebrang jalan gt aja?
---------- Post Merged at 02:36 PM ----------
misal peta cuaca juga ga dikuasai oleh si pilot, entah itu belum diambil dari BMKG, atau gimana, bukannya dari atc harus warning sebelum mereka berhadapan dengan si awan petir sehinga waktu 5 menit untuk respon balik pun sudha telat. btw, 5 menit itu lama e, dengan kecepatan pesawat begitu. 5 menit itu lamaaaaa..lamaaaa engkooong. lamaaa. udah keburu jatoh dah.
entah siapa waktu itu yg kasih komentar di media bilang kalau ga sempat naikkin ketinggian, harusnya pesawatnya putar balik AJA.
enake ngmong e. putar balik dari maneeee, emang angkot. kok ga kasih tau sebelumnya ada awan petir.
---------- Post Merged at 02:41 PM ----------
katanya sih 2 menit kemudian, sudah ilang. 2 menit itu 120 detik (ya iyalah, semua jg tau ya) tapi bayangkan 120 detik dengan kecepatan pesawat dan si awan petir yang semakin mendekat. 120 detik tanpa ada respon harus ngapain dan lu tau lu bakal mati. 120 detik itu lama. yes, gw marah-marah. nyawa orang dianggap enteng.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote