Results 1 to 20 of 84

Thread: AirAsia Hilang Kontak

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Hwahaha para detektif KM mulai beraksi.

    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    yg tidak diketahui adalah permintaan pilot tsb untuk naik ketinggian adalah suatu keharusan atau tidak

    adalah normal untuk meminta naik untuk menghemat bahan bakar, menurut saya ini bukan suatu keharusan, kecuali ada suatu hal yg gawat yg membuat pilot mau tak mau harus menaikkan ketinggian pesawat
    Masa sih naik bisa menghemat bahan bakar? Bukannya sama aja atau malah boros karena jaraknya makin tinggi?

    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    @tucs kalo bener itu bukan extra flight tapi jadwal yg seharusnya (maju/mundur) lah maskapai ga salah donk

    Sorry belum ketemu koran indo
    Maskapainya salah kalo maju mundur seenaknya alias tanpa izin.

    Dari wall Prof. A S Hikam

    KECELAKAAN AIR-ASIA DAN KEJAHATAN KORPORASI: Jika kabar yg ditautkan di bawah ini benar, maka jelas sekali bahwa peristiwa naas pesawat AirAsia QZ8501, yang menewaskan seluruh penumpang dan awaknya itu, adalah tindak pidana alias kriminal. Betapa tidak, penerbangan tsb sudah dikategorikan sebagai penerbangan liar, artinya tidak sesuai dengan prosedur dan dilakukan dengan kesengajaan. Maskapai penerbangan dan pihak-2 yang terkait dalam kriminalitas itu, perlu segera ditindak. AirAsia bukan saja harus distop penerbangannya dari Surabaya ke Singapura, tetapi harus dilarang beroperasi di wilayah Republik Indonesia. Untuk selamanya.

    Ada kekhawatiran justru Pemerintah RI yang akan "mbulet" dengan segala macam dalih utk tetap membiarkan maskapai asal Malaysia itu. Ini merupakan kebiasaan dan budaya perusahaan (corporate culture) penguasa dan birokrasi di indonesia yang takut dengan para pengusaha besar dan cenderung melindungi malpraktik mereka. Bukan cuma urusan maskapai penerbangan saja, tetapi hampir semua bidang yang terkait dengan pengusaha besar, kecenderungan ini sangat berurat berakar. Terbukanya praktik liar maskapai penerbangan AirAsia ini, sejatinya hanya salah satu dari berulangkali praktik koruptif yang terjadi karena kongkalikong antara aparat Pemerintah dengan korporasi. Rakyat Indonesia harus mendesak presiden Jokowi agar bersikap tegas dan konsisten: tidak boleh ada pembiaran terhadap k kriminal yg berkedok bisnis. Apalagi jika pelakunya adalah pengusaha asing!

    Saya sendiri sangat berhati-2 memilih penerbangan, baik domestik maupun internasional. Maskapai seperti AirAsia atau LionAir, misalnya, saya hindari, bukan karena kebencian atau sentimen, tetapi karena track record mereka yang buat saya mengkhawatirkan. Kalau dari segi murah, memang mungkin benar. Tetapi dari segi keselamatan (safety) dan ketepatan waktu serta pelayanan (service), saya secara pribadi sangat ragu. Apalagi kalu membaca dan menderngar berita-2 ttg kacaunya pengelolaan penerbangan mereka! Umur dan nasib manusia, memang ada di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa, namun manusia wajib berikhtiar dan menghindari malapetaka sekuat tenaga dan ikhtiarnya.

    Kalau ada maskapai penerbangan yang track recordnya jeblok karena suka melakukan pelanggaran dan sering malpraktik, tetapi masih juga dibiarkan dan dipilih utk transportasi, maka sejatinya hal itu merupakan sebuah pengingkaran terhadap ikhtiar. Demikian juga apabila Pemerintah membiarkan maskapai2 tsb tetap beroperasi, maka ia berarti telah melalaikan amanat Konstitusi. Bahkan dalam interpretasi saya, hal itu berarti Pemerintah gagal dalam melindungi warganegara RI. Pak Jokowi, jangan biarkan rakyat dan negeri ini dirusak oleh korporasi, baik dari dalam maupun dari luar negeri!!
    Quote Originally Posted by 234 View Post
    Mungkinkah jadwalnya (sengaja di)mundur(kan) hari Minggu krn pesawatnya "ngetem" dulu nunggu penumpangnya penuh, atau spy bisa pake tarif lebih mahal (dus pendapatan lebih besar) krn tarif hari libur weekend plus yearend?

    *justcurious



    RIP buat para korban.
    Kayak angkot dong pake acara ngetem. Saya nggak ngebayangin kalo jadi konsumen airline yang suka maju mundurin jadwal. Soalnya saya biasa ngatur jadwal perjalanan terperinci, bakal stres sama airline model begini.

    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Tiap pesawat memang ada jalur masing-masing, seperti yang mbok jelaskan sebelumnya.

    Antisipasinya pilot mengandalkan TCAS (Traffic Collision Avoidance System) yang ada di cockpit untuk memantau wilayah udara di sekitar pesawat dan untuk menghindari cuaca buruk ndak harus naik atau turun, bisa juga terbang ke samping sesuai clearance yang dikonfirmasi oleh ATC (Air Traffic Controller).

    Contoh TCAS



    Dan kalau sebelumnya ada briefing antara pilot dan FOO tentang informasi cuaca sesuai flight plan-nya, si pilot juga bisa mengantisipasi bagaimana menghindari cuaca yang buruk sebelum terlambat.
    Maksud saya jalur masing-masing itu hanya horizontal, bukan vertikal horizontal. Concern saya adalah pada soal safety karena ini yang jadi jualan utama airlines. Sebagai customer, saya tentu menginginkan ada probability = 1 bahwa pesawat bisa naik turun ketika pilot merasa dibutuhkan. Termasuk bisa belok kiri kanan tanpa khawatir ada pesawat lain yang terlalu dekat. Jika lalu lintas udara terlalu padat, ATC nya yang kesian malah bisa dikambing hitamkan.


    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    ada 6 pesawat lain yg mengudara di daerah yg sama dengan air asia qz8501, kesemuanya tidak melaporkan adanya cuaca buruk

    pilot qz8501 pun ketika meminta pesawat untuk naik ketinggian tidak memberikan informasi bahwa alasan untuk permintaan tsb adalah karena cuaca buruk
    Tapi pasti ada alasan kenapa minta naik dan belok. Mungkin cuaca tiba2 berubah buruk dalam sekejap?
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  2. #2
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Maksud saya jalur masing-masing itu hanya horizontal, bukan vertikal horizontal. Concern saya adalah pada soal safety karena ini yang jadi jualan utama airlines. Sebagai customer, saya tentu menginginkan ada probability = 1 bahwa pesawat bisa naik turun ketika pilot merasa dibutuhkan. Termasuk bisa belok kiri kanan tanpa khawatir ada pesawat lain yang terlalu dekat. Jika lalu lintas udara terlalu padat, ATC nya yang kesian malah bisa dikambing hitamkan.
    Welcome to the 21st century when the sky is full of budget airlines so everyone can fly. Kalau ndak ada demand yang tinggi, pesawat-pesawat komersial ndak akan terbang berlapis-lapis di langit. Penduduk di muka bumi ini harus mengurangi traveling by air kalau lalu lintas udara ndak mau terlalu padat.

    Pesawat tentu bisa naik turun sepanjang ada clearance dan diijinkan oleh ATC. Kalau ATC ndak mengijinkan atau pilotnya mbalelo seperti kasus Air Asia ini, ATC ndak bakalan bisa dikambinghitamkan. Kalaupun komunikasi dengan ATC terputus, tiap pesawat sudah dilengkapi dengan TCAS and the responsibility lies on the pilot.

    ---------- Post Merged at 01:25 PM ----------

    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    Baca koran spore dan tribun pagi ini, katanya mulai 26 oct 2014 sampe 28 maret 2015, air asia indonesia minta perubahan jadwal senin, rabu, jumat dan minggu, dan telah mendapat restu dari indo dan spore, nah loh, jadi ga mungkin ga ada izin, paling menhub nya salah info,
    Ane bilang juga ape.
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  3. #3
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Hwahaha para detektif KM mulai beraksi.





    Maskapainya salah kalo maju mundur seenaknya alias tanpa izin.

    Dari wall Prof. A S Hikam



    Kayak angkot dong pake acara ngetem. Saya nggak ngebayangin kalo jadi konsumen airline yang suka maju mundurin jadwal. Soalnya saya biasa ngatur jadwal perjalanan terperinci, bakal stres sama airline model begini.
    Maksdnya diundur karna masalah tekhnis itu juga jam2an, seperti maskapai indo rata2, wong garuda aja lumayan sering delay,walo cuma 30menit

    Tapi dalam kasus air asia ini ga bisa disalahkan maskapainya, udah dibilang ada perubahan jadwal dari oktober, sampe desember akhir berarti udah 2 bulan, trus yg kasih izin take off surabaya sapa, kalo bukan dephub, sorry keliatan banget menhub kita ini cemen, ga berani mengakui kesalahan departemennya ::

    ---------- Post Merged at 05:22 PM ----------

    SURABAYA, KOMPAS.com — Kepala Otoritas Banda Wilayah III Bandara Juanda Praminto Hadi menyebutkan, AirAsia sudah melakukan semua prosedur yang dibutuhkan dalam mengajukan slot waktu penerbangan. Hal ini terkait penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura. Pernyataannya ini bertolak belakang dengan tudingan Kementerian Perhubungan yang menyebutkan bahwa penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura pada hari Minggu ilegal.

    Praminto mengatakan, maskapai AirAsia sudah mengajukan izin ke Ditjen Perhubungan Udara untuk rute Surabaya-Singapura. Sementara itu, untuk waktu penerbangan, AirAsia harus mendapatkan izin dari Indonesia Slot Coordinator.

    Izin waktu penerbangan ini diperbarui setiap enam bulan, bergantung pada musim. Pada saat peralihan dari musim panas ke musim dingin, AirAsia, kata Praminto, sempat mengajukan perubahan. Jadwal penerbangan hari Minggu masuk dalam penerbangan AirAsia.

    "Memang di dalam slot time yang ada, masuk hari Minggu saat itu," kata Praminto saat ditemui di posko ante-mortem, Senin (5/1/2015).

    Praminto juga menegaskan bahwa penerbangan AirAsia pada hari Minggu bukanlah penerbangan tambahan, melainkan penerbangan reguler.

    "Itu termasuk reguler, cuma ada pergeseran waktu," kata dia.

    Ketika dimintai kepastian apakah penerbangan AirAsia pada hari Minggu itu berstatus legal, Praminto Hadi menganggukkan kepalanya. Dia mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena investigasi masih dilakukan oleh pemerintah pusat.

    Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membekukan izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura. Pembekuan ini berlaku sejak 2 Januari 2015. Pemberian sanksi ini terkait pelanggaran waktu operasional AirAsia rute Surabaya-Singapura.

    Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 perihal izin penerbangan luar negeri periode winter 2014/2015, rute Surabaya-Singapura yang diberikan kepada Indonesia AirAsia adalah hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  4. #4
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    Maksdnya diundur karna masalah tekhnis itu juga jam2an, seperti maskapai indo rata2, wong garuda aja lumayan sering delay,walo cuma 30menit

    Tapi dalam kasus air asia ini ga bisa disalahkan maskapainya, udah dibilang ada perubahan jadwal dari oktober, sampe desember akhir berarti udah 2 bulan, trus yg kasih izin take off surabaya sapa, kalo bukan dephub, sorry keliatan banget menhub kita ini cemen, ga berani mengakui kesalahan departemennya ::

    ---------- Post Merged at 05:22 PM ----------

    SURABAYA, KOMPAS.com — Kepala Otoritas Banda Wilayah III Bandara Juanda Praminto Hadi menyebutkan, AirAsia sudah melakukan semua prosedur yang dibutuhkan dalam mengajukan slot waktu penerbangan. Hal ini terkait penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura. Pernyataannya ini bertolak belakang dengan tudingan Kementerian Perhubungan yang menyebutkan bahwa penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura pada hari Minggu ilegal.

    Praminto mengatakan, maskapai AirAsia sudah mengajukan izin ke Ditjen Perhubungan Udara untuk rute Surabaya-Singapura. Sementara itu, untuk waktu penerbangan, AirAsia harus mendapatkan izin dari Indonesia Slot Coordinator.

    Izin waktu penerbangan ini diperbarui setiap enam bulan, bergantung pada musim. Pada saat peralihan dari musim panas ke musim dingin, AirAsia, kata Praminto, sempat mengajukan perubahan. Jadwal penerbangan hari Minggu masuk dalam penerbangan AirAsia.

    "Memang di dalam slot time yang ada, masuk hari Minggu saat itu," kata Praminto saat ditemui di posko ante-mortem, Senin (5/1/2015).

    Praminto juga menegaskan bahwa penerbangan AirAsia pada hari Minggu bukanlah penerbangan tambahan, melainkan penerbangan reguler.

    "Itu termasuk reguler, cuma ada pergeseran waktu," kata dia.

    Ketika dimintai kepastian apakah penerbangan AirAsia pada hari Minggu itu berstatus legal, Praminto Hadi menganggukkan kepalanya. Dia mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena investigasi masih dilakukan oleh pemerintah pusat.

    Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membekukan izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura. Pembekuan ini berlaku sejak 2 Januari 2015. Pemberian sanksi ini terkait pelanggaran waktu operasional AirAsia rute Surabaya-Singapura.

    Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 perihal izin penerbangan luar negeri periode winter 2014/2015, rute Surabaya-Singapura yang diberikan kepada Indonesia AirAsia adalah hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.
    Engkong gimana sih? tu udah jelas mereka dari Oktober dikasi slotnya Sabtu bukan Minggu. Kepala otoritas bandara punya surat izin mana lagi nih rujukannya kalo bukan yang gitu?

    Oh kalo delay sih biasa, dan ada aturannya juga toh? Delay lewat dua jam dapat makan gratis. Waktu itu saya dapat hokben. Tapi lebih milih kalo ada yang ndak delay (lama). Cuman bayarannya mahal sih.

    ---------- Post Merged at 08:12 PM ----------

    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Kalau AA memang sudah mendapatkan ijin terbang pada hari Minggu, ya mereka terbang di slot waktu mereka.

    Masalahnya bagi AA nanti kalau ada yang berpikir bahwa AA sudah mengubah nasib penumpang yang menjadi korban karena sudah memajukan jam penerbangan, yang ndak membaca email dari AA mengenai perubahan waktu toh selamat dari kecelakaan tersebut. Para penumpang yang bernasib nahas itu ndak dikasih pilihan. They have been doing that for years and they always got away with it, hopefully not this time.
    Termasuk praktek tidak terpuji mindah slot sembarangan. Penumpang kan punya agenda masing2. Saya pernah sekali sama Sriwijaya ngotot tapi tidak mengubah hasil
    Biarlah dibilang miskin asal sombong, tapi sejak itu saya selalu naik garuda.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •