harus bergabung ke LPI cari dana dari sponsor....
harus bergabung ke LPI cari dana dari sponsor....
GARUDA DI DADAKU
desain isl/lsi lah yang membuat klub susah mandiri,
contoh kasus:
1 ketika Bentoel masih belum dibeli BAT, Bentoel dengan setia menjadi sponsor (kepemilikan) Arema dan mengucurkan hampir 20 milyar dalam setahun (hebatnya karena dilarang oleh lsi yang memonopoli sponsor liga dengan jarumnya) maka bentoel sama sekali tidak mencantumkan nama merknya di kaos Arema. tragedinya ketika BAT membeli bentoel nah mereka meminta kompensasi pencantuman nama yang tidak bisa / dilarang oleh aturan lsi hilanglah sponsor potensial
2. ketika di stadion cobalah lihat berapa bilboard jarum yang dipinggir lapangan serta penempatannya yang strategis. nah manual liga indonesia 60% bilboard tersebut adalah milik jarum dan klub tidak mendapat bagian apa apa , padahal nilainya setara 100 juta untuk siaran langsung dan 80 juta tanpa siaran langsung) hilang sudah pendapatan potensial tersebut
3. hak siar lsi tergolong paling murah yaitu antara 30 juta hingga 50 juta tergantung tim, padahal tim lpi saja bisa dapat 150 juta nah sayangnya ini sudah di monopoli sama antv, kontrak selama 10 tahun ( nilai siaran langsung persib paling tinggi/ perkiraan sekitar 350 juat per pertandingan)
artinya secara bisnis memang tidak sehat jangan heran bila mereka masih menggunakan dana apbd
ekekekekekek...Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk menghentikan pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bagi klub sepak bola mulai tahun anggaran 2012. Berdasarkan kajian KPK, terdapat sejumlah pelanggaran dalam penggunaan dana APBD untuk klub sepak bola profesional Indonesia.
http://nasional.kompas.com/read/2011...lub.Sepak.Bola
belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com