Membantu Bukan merendahkan Harga Diri


Padahal memang kemarin, ingin ke toko buku, niatnya memang hanya ingin menemani seorang sahabat yang memang lagi kesemsem, sama diskon 30% -60 % Buku-buku Gramed,, dan niat cuman ingin melihat-lihat buku bank soal matematika dan IPA (jadi doyan, membaca hal2 yang dulu anti, karena skrg udah ngajar anak2 kelas 4,5 dan 6 yang nanya soal Matematika dan IPA) amat bersyukur, sekarng, sudah ada bank2 soal Matematika dan IPA,, jadi bisa dipelajari.

Meski Bank soal yang tebal sudah dibeli, hanya penasaran saja dengan buku yang berjudul "Kompas ujian Matematika",, semua membahas matematika ujian SD,, bolak di balik, jadi senang, hampir beberapa jam hanya membaca-baca disitu saja.

Tahu-tahu, ada seorang ibu, yang bertanya, tentang buku2 simulasi ujian akhir SD yang bagus, namanya aku yang sering sok perhatian sama orang2 yang gak dikenal, tapi gak masalah sih, perhatian dan peduli sma orang yang gak kita kenal, karna mereka memang sedang ingin bertanya dan membutuhkan bantuan,, lagian aku merasa, kalau membantu orang lain,, dan kita merasakan kesulitannya dengan meringankannya,, hati kita juga ikutan bahagia, kalau ternyata masalah itu bisa kita pecahkan. bukan malah merendahkan harga diri. Itu pemikiran yang salah. Menurutku dan apa yang pernah diajarkan oleh orang tuaku, Membantu bukan menghancurkan kehormatan diri. Itu salah sekali.

Jadi gak ada salahnya khan, membantu orang lain, meski kita tidak mengenalnya. Karena kita bisa bahagia juga, karena kita membantunya.

Lalu, aku memberi tahu ibunya, penjelasan tentang buku mana yang bagus, yang kalau di pelatihan matematika dan IPA usahakan kunci jawaban pembahasannya ada penyelesaiannya, bukan hanya point A, B,C, D tapi ada alasannya kenapa memilih A,B,C,D. Akhirnya setelah berbicara satu sama lain sama ibu itu, ternyata ibu itu saat tahu skrg sudah mulai ngajar lagi, dia mau anaknya masuk di bimbingan les insentif bersama anak2 dibawah les-anku.

ada rasa tidak percaya, sebenarnya. tapi begitulah,, anak itu menjadi muridku. Senang sekali.

^_^,, padahal hanya berjalan-jalan di toko buku saja, bsa dapat anak murid les lagi..

ternyata membantu orang lain, selalu ada yang namanya benih yang berbuahnya bukan saja bisa kita nikmati, tapi orang lainpun bisa menikmatinya.

Nasehat itupun terbukti.