Results 1 to 20 of 26

Thread: kurikulum 2006 dan 2013

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Seperti yang kubilang,
    cara mahasiswa di UI waktu aku masuk kuliahnya.
    Dan saat itu juga kontroversi, ada perdebatan di antara dosen-dosennya.

    Memang cepat atau lambat, mahasiswa harus bisa berpikir mandiri, tetapi apakah di mata kuliah dasar juga harus sudah mandiri. Sebagian dosen bilang "harus dipaksa", sebagian lagi bilang "jangan, nanti tak ada yang sampai".


    Nah, kurikulum 2013 ini ya sama.
    Sejujurnya, sebaiknya generasi penerus kita (* uhuk.. aku sudah tua ternyata ) jangan mengulangi sikap manja kita, harus mulai mandiri sedini mungkin. Tetapi apakah gurunya siap?
    Karena sebenarnya guru harus tetap memberi petunjuk, siswa mulai dari mana. Bukan dilepas begitu saja.

    Lalu kurikulum seperti ini membutuhkan prasarana yang bagus seperti perpustakaan dan internet. Kalau nggak, murid mau mencari sumber dari mana?

    Wait.. muridnya yang manja atau gurunya yang ndak mampu?

    Masa sekolah di Indonesia mbok sering berdebat dengan guru-guru, you know.. those who didn't make any sense, sampai ortu sering dipanggil ke sekolah. Yes, those idiots hated my guts. Jadi kalau murid tiba-tiba diharapkan mandiri, hmm.. kedengarannya seperti guru-guru yang ingin lepas tangan.
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  2. #2
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by etca View Post
    curhatan anak sekolah sekarang :
    diajarin aja belum tentu ngerti, apalagi kalau apa2 mandiri gini?
    hasilnya tempat2 bimbel laris manisssss

    ada yang membuat ilustrasi
    tahun 2006, kepala siswa dibuka, lalu guru menuangkan ilmu ke dalam kepalanya.
    nah tahun 2013 ini, siswa disuruh berpikir, mengolah, mengelaborasi sendiri


    trus dari sisi guru menilai :
    nilai hasil ulangan, sikap dan keaktifan siswa di dalam mencari dan mengelaborasi topik bahasan, trus satu lagi apa ya? lupa.
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Seperti yang kubilang,
    cara mahasiswa di UI waktu aku masuk kuliahnya.
    Dan saat itu juga kontroversi, ada perdebatan di antara dosen-dosennya.

    Memang cepat atau lambat, mahasiswa harus bisa berpikir mandiri, tetapi apakah di mata kuliah dasar juga harus sudah mandiri. Sebagian dosen bilang "harus dipaksa", sebagian lagi bilang "jangan, nanti tak ada yang sampai".

    Nah, kurikulum 2013 ini ya sama.
    Sejujurnya, sebaiknya generasi penerus kita (* uhuk.. aku sudah tua ternyata ) jangan mengulangi sikap manja kita, harus mulai mandiri sedini mungkin. Tetapi apakah gurunya siap?
    Karena sebenarnya guru harus tetap memberi petunjuk, siswa mulai dari mana. Bukan dilepas begitu saja.

    Lalu kurikulum seperti ini membutuhkan prasarana yang bagus seperti perpustakaan dan internet. Kalau nggak, murid mau mencari sumber dari mana?
    saya setuju dengan kandalf.

    idealnya, bukan menunggu sampe menjadi mahasiswa baru disuruh berpikir mandiri, dari kecil pun sudah seharusnya dibiasakan berpikir secara mandiri, biar saat berubah status menjadi mahasiswa tidak kelelep dengan ketidakbiasaan mandiri dan kritis.

    saya sendiri merasakan kok efeknya sampe skarang, karena saya sangat merasa sebagai produk kepala siswa dibuka, lalu guru menuangkan ilmu ke dalam kepalanya, karena memang demikian proses pembelajaran saya di 12 tahun pertama sekolah. dan saat tiba2 diharuskan mengganti gaya belajar ala mahasiswa, itu bukan hal yang mudah untuk diubah. bahkan sampe sekarang pun saya masih ada kecenderungan kaku dan kesulitan saat berada di situasi harus belajar secara mandiri. sudah kebiasaan disuapin info oleh orang lain. old habits die hard.

    saya tidak melihat ini sebagai 'mampu / tidak mampu', tapi 'mau + terbiasa ato ngga'. critical thinking is very important, dan seharusnya dibiasakan sejak kecil. bukan malah ditekan dari dini.

    yang menjadi bottleneck menurutku adalah kapasitas dan kemampuan guru. again, idealnya mereka menjadi pendorong, who nudges the student along dalam proses pembelajaran mereka. bukan sekedar cuap2 menyuapin info. tapi ya itu juga, apakah mentalitas ato kebiasaan cara mengajar mereka bisa diubah segampang itu? bukan hanya anak yang perlu mengubah kebiasaan mereka, guru juga. it goes both ways.
    Last edited by ndugu; 12-12-2014 at 11:41 AM.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •