Results 1 to 20 of 26

Thread: kurikulum 2006 dan 2013

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by red>,<hair View Post
    Barusan baca


    Sumber
    Kita lihat deh apa benar ditelanjangi.
    Alasan untuk mengubah kurikulum lebih didorong oleh masalah yang dihadapi generasi muda seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, maupun plagiarisme, sedangkan hal itu tidak terkait langsung dengan kurikulum.

    Kompetensi yang diharapkan oleh kurikulum 2013 adalah siswa yang mampu berkomunikasi, berpikir jernih dan kritis, mempertimbangkan segi moral suatu masalah, maupun menjadi warga negara yang efektif.

    "Tidak ada yang menyebut tentang pentingnya kemampuan untuk menemukan atau inovasi, kemampuan mencipta, berfikir sinergis, maupun kemampuan melihat peluang," kata Imam.
    Justru itu keunggulan Kurikulum 2013.
    Tidak semua orang bisa melakukan inovasi, mencipta, melihat peluang. Gak semua orang berbakat di bidang riset.
    Kurikulum yang kemarin-kemarin, melahirkan beberapa orang cerdas namun lingkungan gak mendukung. Akhirnya pada pindah deh ke luar negeri.

    Proses pembelajaran berpusat pada peserta didik atau student centered active learning juga dikritk Imam. Meski konsep tersebut sudah benar, penjabaran selanjutnya ternyata bertolak belakang. Misalnya siswa sudah dibebani tuntutan berbagai macam kompetensi. Pemerintah yang memiliki kendali dalam menyusun dan melaksanakan kurikulum justru bertentangan dengan azas meritokrasi atau mendasarkan diri pada potensi peserta didik.
    Itu masalahnya pada kesiapan pengajar. Makanya kurikulum 2013 kemarin dihentikan.

    Kalau dilihat baik-baik ucapannya Om Anies kemarin, dia gak bilang kurikulum 2013 buruk melainkan kesiapan pengajar yang kurang dan terlalu dipaksakan. Kurikulum memang harus berkembang. Nantinya kurikulum 2013 ini akan disempurnakan dan dipersiapkan dengan benar.

    Contoh-contoh lainnya juga diungkapkan oleh Iwan Pranoto. Dalam mata pelajaran Kimia untuk kelas X, dia mendapati kalimat penjelasan kompetensi dasar yakni "menyadari keteraturan dan kompleksitas konfigurasi elektron dalam atom sebagai wujud kebesaran Tuhan YME."

    "Bila dicampur adukkan dengan Tuhan, naskah kurikulum seolah tidak bisa didebat karena nilainya menjadi suci," ujar Iwan.
    Ini adalah kritikan yang paling sering dilontarkan.
    Goenawan Mohammad yang mendukung kurikulum 2013 pun juga mengritik ini.

    ---------- Post Merged at 11:25 AM ----------

    Quote Originally Posted by GiKu View Post
    kenapa meng-kutip GM, Kop ?

    "Agar hegemoni itu tak berarti ketertutupan, agama harus hadir sebagai sesuatu yang inspiratif dan membebaskan, bukan cuma perskriptif dan mengintimidasi pemikiran."

    agama apa kira2 yg dimaksud si GM ?

    Mungkin paling gampang adalah perdebatan antara Niels Bohr vs Einstein.
    Einstein mengritik mekanika kuantum dengan kata-kata "God does not play dice"
    Akhirnya Niels Bohr menjawab "Stop telling God what to do with his dice"

    Mesti harus hati-hati kalau mencampur adukkan agama dengan pengetahuan. Walaupun terkadang ketika belajar sesuatu membuat kita merasa takjub, tetapi interpretasimu gak bisa dipaksa ke orang lain.
    Last edited by kandalf; 12-12-2014 at 04:01 AM.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •