Kita lihat deh apa benar ditelanjangi.
Justru itu keunggulan Kurikulum 2013.Alasan untuk mengubah kurikulum lebih didorong oleh masalah yang dihadapi generasi muda seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, maupun plagiarisme, sedangkan hal itu tidak terkait langsung dengan kurikulum.
Kompetensi yang diharapkan oleh kurikulum 2013 adalah siswa yang mampu berkomunikasi, berpikir jernih dan kritis, mempertimbangkan segi moral suatu masalah, maupun menjadi warga negara yang efektif.
"Tidak ada yang menyebut tentang pentingnya kemampuan untuk menemukan atau inovasi, kemampuan mencipta, berfikir sinergis, maupun kemampuan melihat peluang," kata Imam.
Tidak semua orang bisa melakukan inovasi, mencipta, melihat peluang. Gak semua orang berbakat di bidang riset.
Kurikulum yang kemarin-kemarin, melahirkan beberapa orang cerdas namun lingkungan gak mendukung. Akhirnya pada pindah deh ke luar negeri.
Itu masalahnya pada kesiapan pengajar. Makanya kurikulum 2013 kemarin dihentikan.Proses pembelajaran berpusat pada peserta didik atau student centered active learning juga dikritk Imam. Meski konsep tersebut sudah benar, penjabaran selanjutnya ternyata bertolak belakang. Misalnya siswa sudah dibebani tuntutan berbagai macam kompetensi. Pemerintah yang memiliki kendali dalam menyusun dan melaksanakan kurikulum justru bertentangan dengan azas meritokrasi atau mendasarkan diri pada potensi peserta didik.
Kalau dilihat baik-baik ucapannya Om Anies kemarin, dia gak bilang kurikulum 2013 buruk melainkan kesiapan pengajar yang kurang dan terlalu dipaksakan. Kurikulum memang harus berkembang. Nantinya kurikulum 2013 ini akan disempurnakan dan dipersiapkan dengan benar.
Ini adalah kritikan yang paling sering dilontarkan.Contoh-contoh lainnya juga diungkapkan oleh Iwan Pranoto. Dalam mata pelajaran Kimia untuk kelas X, dia mendapati kalimat penjelasan kompetensi dasar yakni "menyadari keteraturan dan kompleksitas konfigurasi elektron dalam atom sebagai wujud kebesaran Tuhan YME."
"Bila dicampur adukkan dengan Tuhan, naskah kurikulum seolah tidak bisa didebat karena nilainya menjadi suci," ujar Iwan.
Goenawan Mohammad yang mendukung kurikulum 2013 pun juga mengritik ini.
---------- Post Merged at 11:25 AM ----------
Mungkin paling gampang adalah perdebatan antara Niels Bohr vs Einstein.
Einstein mengritik mekanika kuantum dengan kata-kata "God does not play dice"
Akhirnya Niels Bohr menjawab "Stop telling God what to do with his dice"
Mesti harus hati-hati kalau mencampur adukkan agama dengan pengetahuan. Walaupun terkadang ketika belajar sesuatu membuat kita merasa takjub, tetapi interpretasimu gak bisa dipaksa ke orang lain.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote