Dari fitur yang kusebutkan kok aku lupa satu fitur.. 'Macro' (buat foto lalat dan semut). hehehehe.. Biasanya ditandai dengan gambar bunga.

Kalau dilihat dari kamera yang dilirik istri grandpa yang harganya 6-7 jt, berarti mau 'serius' tuh. Jelas minimal yang dibelikan adalah 'semi'. Pertanyaannya, istri grandpa sebelumnya sudah pernah punya kamera belum? Kalau sebelumnya punya kamera saku, dibelikan kamera semi mungkin sudah puas (selama fiturnya banyak). Harganya pun juga jelas lebih murah daripada pro (ada yang 2,3 jt). Tapi kalau sebelumnya udah punya kamera pro (DSLR), wah.. bisa ngambek kalau dibelikan kamera semi. Namanya turun kelas itu.. Hehehehe..

Jujur aja, aku pengen punya kamera pro tetapi saat ini kamera semi, dengan segala keterbatasannya sudah cukup bikin aku puas karena bisa mencoba beberapa trik di buku fotografi yang pernah kubaca di masa kecil.



Kalau soal tempat museum atau rumah sakit, bukannya tidak boleh memfoto tetapi biasanya dikenakan biaya. Soalnya pemilik tempatnya sebal, para fotografer yang pakai tempat mereka bisa menghasilkan duit banyak dengan membuat pre-wedding, masa sebagai pemilik mereka gak dapat duit sama sekali. Itu sebabnya kalau pakai kamera yang mahal, biasanya langsung didekati satpam

Nah, kalau udah begitu, biasanya kemampuan negosiasi yang harus dijalankan. Kalau berhasil, bisa gak perlu bayar sama sekali. Tapi kalau kalah debat, ya.. siap-siap ditarik bayaran.