Apabila nanti secara bertahap bertambah publik yang menyadari kebenaran takdir ini, dapat kiranya dimengerti bahwa semua orang niscaya disucikan oleh kami, Roh Kudus. Untuk hal itu, perlu kuagunkan Injil Matius 3 ayat 11:
“Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertaubatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.”
Memang kami sudah mensucikan Lia Eden, Muhammad Abdul Rahman dan semua Komunitas Eden dengan api suci. Seluruh tubuh mereka diusap dengan spiritus dan dinyalakan dengan api.
Berita pensucian dengan api memang mengejutkan, dianggap sebagai syariat sesat dan sadis. Tapi keadaan di Eden tak diperkenankan adanya dosa. Pensucian di Eden harus bisa membasmi dosa dan membuat jera terhadap dosa. Pensucian dengan api memang tak ada di dalam Al Quran. Risalah tentang pensucian di Eden terlampir.
Adapun dalam persidangan ada Eddy Suprihadi yang mengadukan Lia Eden karena menganggap anaknya R. Ghassani Karamina alias Neng telah dianiaya dibakar mulutnya. Padahal pensucian di Eden memang dengan cara pembakaran.
Tak ada pelepuhan luka bakar di mulut Neng. Neng berbohong, Ghazian berbohong. Dan kebohongan mereka dieksploitir ayahnya dan jaksa. Apinya tak pernah bisa menyala. Mana mungkin mulut Neng bisa melepuh. Aku sudah tahu apa yang akan terjadi oleh sifat pembohong Neng, Ghazian dan Eddy. Kami yang menjadikan apinya tak bisa dinyalakan kala tiga kali telah dicoba menyulutnya, sampai diputuskan takkan berhasil dinyalakan dan hukuman Neng pun dibebaskan. Tapi berita itu akan menarik perhatian publik untuk mencermati pensucian di Eden.