Quote Originally Posted by aya_muaya View Post
betull.. awal tahun ini aya sempat pengen ngelunasin cicilan motor... summmppeehhh.... gw pengen maki2 tuh orang.. pengen nulis di internet, gw sebarin, gw maki2... arrghh!!!.. sialan... astaghfirullah... udah gw bela2ini ijin kantor, gw bela2in kesana panas2..eh..eh...eh...

gw dicuekin, gak direspon, pengen banget deh rasanya gw cekik tu orang... gw dilemper kesana kemari...

akhirnya, setelah lamanya gw nunggu dibiarin... gw cabut saking emosinya... nyebelin banget!

habis itu kapok kredit motor lagi...

pernah lupa bayar, telat, mereka neror sms.. gw balik maki2 gantian,.. *tapi smsnya gak dikirim ama suami..
nyebelin deh...

astaghfirullah,.... ufffh... coba eike punya duit... hah,, negara ini mungkin tidak sayang sama orang2 yang gak punya duit kea saya... hiks..
sabar bu... memang begitulah cara kerja mereka.... jadi sekarang kita yang sudah tahu harus berusaha sekuat mungkin untuk menghindari pembelian barang2 mahal secara kredit..... karena jatuhnya kita 2 juga yang rugi........

---------- Post added at 08:10 AM ---------- Previous post was at 08:03 AM ----------

Quote Originally Posted by Alip View Post
Beberapa waktu lalu saya terlibat wawancara sama account officer di beberapa perusahaan pembiayaan...

Mereka curhat bahwa di beberapa daerah tertentu, kejadiannya malah tiap kali mau nagih mereka dihadang sama preman ... biasanya terjadi kalau yang ditagih adalah orang kaya lokal dan tradisional. Yang dikreditkan pun bukan sembarangan, sebangsa Fortuner, Harrier, dan sebagainya...

Kalau yang kelas motor, ya kejadiannya kayak ceritanya Jeng Aya_muaya... pas ditarik, ternyata onderdilnya udah lumutan.

Di daerah-daerah kayak gitu kasus kredit macet lumayan tinggi... padahal orangnya kaya-kaya

Sampe sekarang saya nggak mau kredat-kredit... cukup sekali aja waktu beli rumah, sesudah itu lebih baik apa-apa cash... sudah lebih murah, jauh dari riba... walaupun resikonya sampe sekarang saya cuma punya tunggangan second 18 speed yang mereknya masih susah dibaca, entah 'polytron' apa 'positron' apa 'pentagon'
jadi inget Polyphonic merah type balap yang nemenin gw selam 5 tahun selama masa kuliah sampe lulus.....

---------- Post added at 08:13 AM ---------- Previous post was at 08:10 AM ----------

Quote Originally Posted by kyuman View Post
^ kata2 bijak...
Kenyataannya mank ga semua orang punya/mampu membeli langsung motor secara cash.. So dengan adanya kredit motor, ini membantu orang2 yg ingin punya/memiliki motor..
Mereka jadi bisa mengangsur/mencicil tiap bulannya untuk memiliki motor sesuai dengan kemampuan finansialnya..
Sayangnya usaha kredit motor ini sering jadi lahan bagi orang2 yg tidak bertanggung jawab untuk disalahgunakan...
dan juga terkadang kita konsumen tak memperhitungkan kemanpuan finasial kita dalam mengkredit barang........ yang akhirnya gaji bisa jadi terpotong lebih dari 60% atau bahkan di kalangan PNS tidak sedikit Pegawai yang gajinya minus...... yang terjadi karena cicilan Bank ditambah cicilan kredit kendaraan bermotor.. dll

---------- Post added at 08:16 AM ---------- Previous post was at 08:13 AM ----------

Quote Originally Posted by bradon heat View Post
soal motor ...

kredit emang rada "SERAM" makanya lebih memilih cash ...

tp kok aneh di sebutkan dari kop2 semua yang cash kok malah di persulit.
disini datang pagi ke dealer+uang+deal = Sorenya di antar ke rumah ....
STNK tunggu 1 minggu ...

kok aneh yah?
apa karena gk mau rugi
iya kok pada susah ya... saya beli motor di Kota Mataram di pulau Lombok aja... hari itu saya dateng hari itu saya langsung test drive motornya langsung bawa pulang.........