Quote Originally Posted by ndableg View Post
Kembali ke menjadi tuan di tanah sendiri.
Soalnya denger2, kita menyambut asian free trade taun 2015. Dan terus terang kalo gw liat2 kita lebih pada posisi enggak siap, atau bahkan ud mulai babak belur. Indonesia bakal digempur raksasa2 bisnis dari luar, bukan cuman china amrik doang. Kalo gw perhatikan yang jepang yang korea pun sudah mulai menggempur habis2an. Dan bukan hanya akan dijajah belanda atau jepang atau amerika, tetangga sama2 asia tenggara bisa ikut2an menjajah.

Menerima investasi dari luar sih oke2 aja. Cuman bersantai2 saja sudah dapet komisi lumayan sebagai pemilik aset. Bisa membiayai rakyat, paling tidak disekitarnya. Jadi mereka bisa tumbuh sebagai calon pembeli potensial. Bisa beli mobile phone, motor, nonton, dll. Indonesia adalah market place yang sangat menggiurkan. Dari jumlah pembeli saja sudah menggiurkan. Kalo Indonesia ga siap, orang indonesia kagak bisa menikmati kekayaan sendiri, cuma kebagian diperas.
Ya sekarang tergantung orang Indonesianya, mau diperas kah? Perusahaan tempat mbok bekerja di Qatar adalah perusahaan asing tapi Qatar Petroleum ketat dalam menjalankan regulasinya. Negara itu juga membeli pelabuhan dan menguasai perbankan di negara-negara lain. Ketika harus menerima investasi dari luar ya orang Indonesia harus siap. Salah orang Indonesia, selama ini makan saudaranya sendiri; Habibie bikin pesawat sendiri malah dituduh bikin bangkrut negara. Mungkin jumlah tenaga kerja di Indonesia bisa dijadikan kekuatan tawar menawar, jangan sampai pemerintah membiarkan tenaga kerja juga ditanam oleh investor asing. Kalau itu sampai terjadi orang Indonesia hanya bisa menonton dan membeli, boro-boro alih teknologi.