Ya sekarang tergantung orang Indonesianya, mau diperas kah? Perusahaan tempat mbok bekerja di Qatar adalah perusahaan asing tapi Qatar Petroleum ketat dalam menjalankan regulasinya. Negara itu juga membeli pelabuhan dan menguasai perbankan di negara-negara lain. Ketika harus menerima investasi dari luar ya orang Indonesia harus siap. Salah orang Indonesia, selama ini makan saudaranya sendiri; Habibie bikin pesawat sendiri malah dituduh bikin bangkrut negara. Mungkin jumlah tenaga kerja di Indonesia bisa dijadikan kekuatan tawar menawar, jangan sampai pemerintah membiarkan tenaga kerja juga ditanam oleh investor asing. Kalau itu sampai terjadi orang Indonesia hanya bisa menonton dan membeli, boro-boro alih teknologi.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote