Quote Originally Posted by kandalf View Post

Yang aku tidak setuju adalah, Ahok memasukkan anggaran tanpa tandatangan DPRD.
Kata Ahok, "saya rela dimakzulkan karena melanggar UU demi membela rakyat".

Buat saya, apapun alasannya, gak boleh eksekutif memasukkan anggaran sendiri.
Kata Ahok, sudah ketuk palu.
Kata orang DPRD, belum.

Nah balik lagi,
anggaran itu dua pihak, eksekutif dan legislatif.
Ada anggaran siluman, itu gak cuma DPRD doang tetapi juga dari pihak eksekutif alias anak buahnya Ahok.
Bukan, POINT saya ada di ketok palunya, kalo belum ketok palu kan namanya RAPBD, kalo udah kan jadi APBD, nah kalo baru rapbd yah ga bisa dibuktikan, ibarat orang punya rencana nyolong ayam, tapi orangnya masih di rumah, gimana mau dibuktikan kalo "malingnya" ga ngaku