Quote Originally Posted by ndableg View Post
Ud miskin ngeselin lagih.
Tapi naek busway boleh dong. Artinya lebih miskin lagi boleh.
Jadi: "Lo ngeselin, jangan lewat sini."

Yg gw salut ama adek gw itu kerja selalu naek bus, walau di rumah ada mobil.
Tentu bisa naik TransJakarta. Tapi kebijakan seperti ini kan kadang dilihat dari berbagai segi, ya salah satunya itu.

Meski gue bukan fenboi Ahok, tapi gue gak mau kalau nanti Pilkada DKI tahun 2017, ada cagub yang didukung sama bodat2 FPI dan berjanji mau menghapuskan larangan kendaraan roda dua di jalan protokol. Kalau gara2 itu jadi menang kan semprul.

---------- Post Merged at 10:48 AM ----------

Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
gw di Jakarta dari tahun 2000, jadi bisa ngerasain
banget bukti kerjanya Jokowi dan sekarang Ahok
bener banget. kadang memang terlalu sempit kalau berpikir bukti dari kerja itu hanya pembangunan infrastruktur atau fasilitas umum saja (meski memang ini yang paling gampang diukur). Kalau pembangunan fisik didorong, tapi kualitas birokrasi kacangan, ya sebenernya sama dudulnya (kekmana ntar perawatan dan kontinuitas fasilitasnya).

Ya mungkin itu kualitas Jokowi-Ahok sih, gak mau terjebak hanya dalam pembangunan fisik, karena di saat yang bersamaan mereka juga meningkatkan kualitas birokrasi.

Gue dua tahun sama Foke, dan dua tahun sama Jokowi-Ahok, bisa ngerasain perbedaan yang kentara. Mulai dari kualitas pelayanan di kantor kelurahan, perbaikan kali biar gak banjir, pembenahan transportasi publik (belum bagus, tapi diupayakan untuk dibenahi kan), dan lain2nya.

Masalah personal Ahok sih, gue cenderung gak peduli sih. Kalau marah2, tapi kerjanya memang amanah lebih baik daripada sok2 punya komunikasi politik yang bagus tapi nol dalam realisasi.