Pakar pendidikan, Daniel M Rosyid, menyesalkan tindakan warga Gadel terkait kasus contekan massal saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SDN Gadel II. Mantan Ketua Dewan Pendidikan Jatim itu sedih melihat warga justru akan mengusir keluarga AL.
"Tuntutan warga untuk mengusir keluarga AL tidak masuk akal. Itu tidak bisa dituruti," kata Daniel kepada wartawan di Balai RW VI, Jalan Gadel Tengah, Kamis (9/6/2011).
Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan yang benar yang dilakukan ibu AL, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan mencontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di masyarakat.
"Warga ternyata sakit," tambah Daniel yang dipercaya walikota sebagai tim investigasi kasus itu.
Apakah tuntutan warga akan dipenuhi ? Daniel dengan tegas mengatakan tidak. AL dan keluarganya akan tetap tinggal di Gadel. Dan masyarakat harus diberi pengertian dan pemahaman tentang kasus tersebut.
Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru, Fatkhur Rohman dan Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan.
"Jangan sampai ada orang jujur malah ajur," tegas pria lulusan ITS tersebut.
Daniel menambahkan bahwa sekolah haruslah mendidik dan mencerdaskan masyarakat, bukan melayani keinginan masyarakat. Jika sekolah selalu melayani keinginan masyarakat, apa artinya sebuah sekolah.
Sebelumnya, diduga ada contekan massal saat pelaksanaan Ujian Massal (UN) di SDN Gadel II/577. Wali murid AL pun melapor ke sekolah dan diteruskan ke dinas pendidikan. Akibat kasus ini, kepala sekolah dan 2 guru mendapat sanksi penurunan pangkat selama 1 -3 tahun dan tidak menjabat sebagai kasek maupun guru.