*neguk kopi... Diskusi yang menarik.. Monggo dilanjut...
*neguk kopi... Diskusi yang menarik.. Monggo dilanjut...
oh bener! menurutku itu contoh klasik startup IT (versi indo). semangat dan mentalitas dan entrepreneurship-nya itu persis yang mendasari startup2 IT jaman skarang. saya kemaren2 ngepost sempat kepikir perusahaan ini, soalnya seingatku sala satu foundernya dari almamater yang sama. cuman lupa namanya.
artav kali maksudnyasaya sempat baca artikel tentang itu juga. very encouraging ngeliat anak smp udah bisa ginian
cuman kupikir artav perlu berinovasi lagi, soalnya kalo cuman sekedar antivirus, sudah banyak produk kompetitor yang berasal dari para big players (trendmicro, symantec, mcafee, etc), di mana mereka mempunyai sangat banyak resources untuk melakukan research. artav perlu inovate untuk membedakan produknya, karena itu yang membuat startup successful.
bukan mengimpor sv. tapi kita ngomongin komunitas IT-nya itu. seperti bangalore di india, ato sillicon alley di new york. semua tentu tidak sama dengan sillicon valley yang di kalifornia, tapi komunitas dan semangatnya itu.
terus terang saya ngerasa stanford uni cuman 'kebetulan' ada di situ, di mana kebetulan juga banyak perusahaan2 IT, dan skarang startup di situ. tapi para startup ini juga banyak yang eksis karena para foundernya adalah sesama temen pelajar dll, yang bertemu and decided to do something. it's not like stanford ada demi menjadi supplier, walo ngga bisa dinafikan perannya sebagai medium.
Oh, iya artav. Tapi kalo ternyata artav bisa mendeteksi virus yang tidak bisa dideteksi virus yang lain, rasanya bisa jadi nilai tambah yang baru.
Sepertinya indonesia begitu.. mgk memang karena karakter orang indonesia yg low profile, maka marketingnya ga maju. Beda dgn bangsa2 lain yg punya karakter mulut besar.
Saya sempet cari2 di google ttg perusahaan2 software di indonesia... websitenya jelek2.. Padahal orang2 sekarang kalo butuh apa2 carinya ke google dulu. Website jelek/asal2an itu biasanya kita temukan ketika website kita dihack orang lari ke sebuah site yg jelek. Shg kesan website2 tua itu site hacker/kriminal. (jelek itu maksudnya tua, gak standard w3c, layout seadanya, bikin kelilipan)
Saya sering terima klien yg ingin ganti website dgn alasan, "website saya harus keliatan bagus, karena website itu kartu nama saya." Sekarang kebanyakan pengunjung website langsung ngeloyor ketika liat websitenya old style, apalagi website orang IT. Pikirannya, "Ah masa sih orang IT jualan software, websitenya ga keurus." Tingkatkan marketing budget. Itu kalo mau go internasional sih.. Mgk di indo sendiri belum terlalu penting?
Kembali SV ala indonesia. Walaupun ga teralu vital buat negara, ataupun ada masalah lain yg perlu, masalah IT juga penting. Ga perlu pemerintah terfokus di IT, tapi seenggak2nya ada budget dan inisiatif. FACT, anak2 IT indonesia merajai dunia IT, tapi terpecah2.. Yg akur hacker2nya doang, alias pengangguran IT..
Saya juga ngerasain hal yang sama kalo ketemu website indo (tapi ada yang bagus juga kok). Sepertinya website selama ini memang sering diremehin, padahal itu muka perusahaan, terutama jaman skarang yang apa2 orang cek dulu infonya ke website. Terutama oleh orang asing. Masalah standar?
Sebenarnya pemerintah atopun unversitas bisa ikut menyelenggarakan festival ato event apa gitu yang bisa memupuk inovasi anak muda. Di amrik setauku ada hackers day ato sejenisnya, jadi ada kompetisi di mana peserta2nya berlomba2 mecahin, trus ada hadiahnya.