Results 1 to 20 of 50

Thread: Coretan Aya_Muaya

Threaded View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #9
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884

    [cerpen] sepi itu bernama rindu

    [EPISODE 1]
    “dear diary” from ratu

    SEPI ITU BERNAMA RINDU

    Sudah hampir 4tahun sejak kelulusan SMA, dan aku masih selalu saja mengingat peristiwa itu, peristiwa hari terakhir di tempat bersejarah dalam hidupku…

    Waktu itu saatnya mengambil berkas2 SMA seperti STTB, Ijazah, dan berkas2 lainnya. Saat saat perpisahan dengan teman2 terbaikku. Ana, sobat manisku yang baru saja kecelakaan sehingga harus memakai kruk penyangga, duduk di tepi jalan (di atas bangunan semen untuk taman di tepi jalan), lalu aku mendekatinya dan duduk di sebelahnya.

    “hai na, lagi ngapain? Nunggu ayahmu jemput yach?” sapaku sembari tersenyum

    “eh, fa… iya nih, temenin bentar yah? Mumpung ayah belum datang, lagipula ini hari terakhir kita di SMA kan?” balasnya dengan riang.

    Ana memang anak yng riang dan suka bercerita tentang apa aja, alias cerewet, sama ma aku. So, jadilah kami ngobrol panjang lebar, lagipula hari ini aku gak mau buru buru pulang. Sesekali aku melirik ke arah gerbang, men-scanning sosok2 yang berhamburan keluar, apakah dia udah keluar? Atau pulang lewat jalan belakang? Sesekali aku menyapa temen2 yang keluar sambil mengucap kata kata perpisahan…

    Hingga ankhirnya ayah Ana datang, ana mencoba untuk berdiri, tapi dengan tubuhnya yang subur, ia agak kewalahan menegakkan badannya, reflek aku mencoba membantunya dan tiba tiba ada 2 tangan lain yang membantu kami. Dia! Orang yang dari tadi aku tunggu. Ada biru yang menelusup ke dalam kalbuku.

    “ makasih ya fa.. ig… pulang duluan ya!” pamit Ana pada kami berdua diiringi dengan senyum dan kerlingan menggoda, ia tahu aku memendam rasa suka ke cowok di sebelahku.

    “ yo, hati hati yo An..” balas igna, cowok ini, cowok yang telahmembuatku membisu selama bersamanya.

    Aku hanya membalas Ana dengan senyuman dan lambaian tanganku. Suer!! Aku nerveous!! Diriku tak pernah beres saat berada di sebelahnya, jantungku berdegup kencang, otakku tersendat, gak tau mau mikir apa, dan mulutku kelu.. seperti orang idiot saja.

    “Pulang yuk..” ajaknya padaku, aku tergugup dan hanya mengiyakan dengan anggukan. Kami berjalan berdua! Aku jalan di sebelahnya! Aku nerveous tapi seneng. Kami berjalan keluar dari gapura SMA, menyeberang jalan, masuk lingkungan Masjid Agung,, dan kami terlibat percakapan percakapan kecil…abisnya aku grogi bangedz..

    Sampai di halaman masjid, aku melihat beberapa teman kami sedang mampir minum es, aku sengaja melambatkan langkahku sehingga berada di belakangnya. Dia menyapa mereka dengan tawa renyah seperti biasanya. Beberapa obrolan ringan, ledekan kecil kepada kami, entah mengapa aku merasa bahagia banget, seolah olah aku kayak jadi ceweknya. Hehehe…. Kamuflase seh… setelah ngobrol, kami meneruskan perjalanan menuju halte bus, aku senang, akhirnya dia untukku sepenuhnya lagi..heehhee..

    Baru sekali itu aku bersyukur banged jarak SMA dengan halte bus yang menuju rumahku jauh banget, 15 menit jalan kaki. Maklum, SMAku terletak di tengah tengah ibukota kabupaten, seberang pemda, jadi gak boleh dilalui oleh kendaraan umum. Ya jadilah setiap hari jalan panjang, lumayan untuk olahraga penguatan tulang, hehehe.. setelah melewati masjid itulah, akhirnya kami bisa ngobrol banyak dan panjang lebar, sambil sesekali bergurau. Berjalan berdua… benar benar anugerah terindah buatku.

    Saat mendekati halte bus, (entah mengapa begitu dekat, jangan jangan ada yang memotong jalannya ya? sehingga kami cepet banget nyampe..wakakak) hatiku semakin berdegup kencang, bukan karena kami akan berpisah, tapi lebih karena ada hal yang harus aku lakukan…. Yah, ada hal yang harus aku berikan ke dia.

    Sebuah surat! Yup! Pernyataan cinta.. (aku termakan oleh romantisme komik serial cantik yang hobi kubaca). Aku sudah membuatnya beberapa bulan yang lalu, dan aku sudah bertekad untuk memberikannya jika aku lulus SMA. Dan…. Sekarang atau tidak sama sekali! Caio!

    Sesampainya di tempat pemberhentian bus, kami mencari tempat teduh di bawah pohon, dia mengambil bangku panjang sehingga kami bisa duduk berdua. Gentle bukan? Yup! Cowok ini emang perfeck habis. Orang kayak dia yang pantas disebut lelaki.

    Sekali lagi, baru kali ini aku bersyukur busnya lama datangnya. Malah aku berharap busnya gak datang datang ampe sore, hihihi…gak mungkin denk. Trus aku memberanikan diriku, bismillah.. aku menyuruhnya membelakangiku, awalnya dia gak mau, tapi setelah aku paksa, akhirnya dia mau. Aku membuka resleting tas punggungnya dan memasukkan sesuatu, surat biruku..

    “pokoknya jangan dibukan sebelum sampai di rumah!” pesanku

    “iyo..iyo…” jawabnya dengan gayanya yg medhog.

    Ajaib! Setelah itu bus yang kami tunggu datang! Kami segera mencegatnya, dia menyuruhku masuk lewat pintu depan, begitu aku naik, dia naik lewat pintu belakang. Dan itulah kali terakhir aku bersamanya..

    Hari itu benar benar seperti sudah terskenario hanya untukku. Benar benar hanya untukku. Its destiny? No one knows.. sejak saat itu aku tak pernah lagi bisa bertemu dengannya. Mendengar kabarnya pun tidak. Tapi aku sudah teramat bersyukur, diberi kesempatan untuk mengenalnya selama setahun di tingkat 3 SMA.

    Dia cowok sempurna. Namanya Ignatius Mardiyanto, dia sekelas ma aku di 3 IPA2, guess! Apa yang membuatku bilang dia cowok sempurna? Coz, dia emang emang perfect abis…dia anak kedua dari 3 bersaudara (sama kayak aku). Kedua saudaranya cewek. Dia juara umum SMA, olympiade kimia, jago di lapangan. Segala macam olahraga dia jagonya.

    Akademis? Perfect abis.. saat temen temen yang laen dapat 4 saat ulangan kimia, dia dapat 9! Untuk ulangan ulangan yang lain juga sama (kecuali bahasa inggris, aku lebih unggul, dia menthok Cuma dapat 8). Hampir semua anak kenal ma dia. Apalagi pribadinya yang ramah dan supel, membuatnya punya banyak teman.

    Kepribadian? Execelent! Dia punya pribadi yang matang dan dewasa, meski kadang ada sisi kekanak kanakannya juga. Dia lebih dari sekedar teman buat anak anak kelas. Anak anak pun respect ma dia, kalo dia ngomong, pasti berbobot, anak anak selalu mendengarkannya. Karismatik, simple, rendah hati, ramah, charming, sopan, santun, dia gak pernah membuat orang lain sebel atau gak enak. Tak ada sifatnya yang buruk, semua baik, makanya aku sebut dia perfect.

    Gak heran kan kalo dia jadi anak kesayangan guru guru di SMA.
    Last edited by aya_muaya; 08-06-2011 at 03:51 PM.
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •