Results 1 to 20 of 50

Thread: Coretan Aya_Muaya

Threaded View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #5
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884

    Undangan Merah Jambu

    [EPISODE 3]

    K – L – A – T – E – N

    Kamis, pukul 22.30wib aku sampai klaten, travelku berhenti di depan rumah tante ira. Umi sudah menungguku di depan teras rumah tante ira. Kupeluk umi dan kucium punggung tangannya.

    “assalamualaikum wr wb umi… sehat mi?” tanyaku sama umi.. duh, melihat mata umi, air mataku ingin menetes lagi… dan tanpa bisa kutahan, air mataku menetes. Umi tersenyum sambil mengusap air mataku.

    “kamu itu lo ve.. masih aja kebiasaan lama… nangis gak pakai isak.. umi sehat ve.. ayo masuk,. Semua udah beres?” Tanya umi

    “iya mi.. beres kok.. tuh di koper.. salam dari mas arya, katanya mas arya mau datang besok malam.. terus bareng2 ke solo. Semuanya udah ve siapin mi, cincin, baju, souvenir juga jadinya dititipin ke ve… “ Jelasku pada umi

    “iya iya.. ayo masuk dulu.. istirahat.. tante ira masih sibuk ngurus catering. Belum pulang juga.. mungkin bentar lagi.. kamu istirahat dulu ya ve.. “ ucap umi. Aku mengangguk dan masuk ke kamar yang biasanya kami pakai kalau berlibur di rumah tante ira. Kulirik pintu kamar mas arya… sayang mas arya belum bisa pulang.. kamar itu pasti kosong…

    Aku masuk ke kamar dan membersihkan diri, kurebahkan diriku di ranjang, umi masih sibuk mengurus di luar. Kudengar sayup2 suara tante ira, mungkin tante ira sudah pulang. Aku memejamkan mataku, mencoba menghalau penat.

    Dulu, setiap aku tidur di kamar ini, aku selalu berdebar2 karena ada mas arya yang tidur di kamar sebelah. Dulu waktu kecil kami selalu bermain berdua, mas arya selalu melindungiku, selayaknya kakak dan adik. Umi dan tante ira teman sejak sma, mereka akrab sekali.

    Bahkan sebenarnya mereka sudah menjodohkan aku dan mas arya, berharap bisa menjadi besanan… namun masa siti nurbaya telah lewat, mereka pun menyadarinya. Mereka tidak mengatakan apa apa padaku dan mas arya, mereka hanya berharap kalau saja kami berdua berjodoh. Namun, ternyata harapan mereka dan harapanku karam… mas arya sudah memilih mbak dian daripada aku.

    Lagi2 air mataku menetes dari mataku yang terpejam. Ya Rabb… hatiku sakit sekali… kenapa bukan aku ya Rabbi???
    Last edited by aya_muaya; 08-06-2011 at 03:45 PM.
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •