Page 2 of 4 FirstFirst 1234 LastLast
Results 21 to 40 of 72

Thread: Birokrasi BPJS

  1. #21
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    balik2 bahas malpraktek dokter lagi xixixi

    jadi sebenarnya birokrasi bpjs ga ada masalah. wajar aja.
    coba tanya [MENTION=15]Kilat[/MENTION] di belanda lebih parah lagi birokrasinya.

    temenku mau melahirkan di belanda, harus diusahakan normal dulu ini bisa ditangani bidan, ga bisa diinduksi sampe 2 hari, dah mau klenger akhirnya sesar. nah ini harus sama dokter spesialis
    nah emang secara kedokteran kayak gitu.
    kalau nggak ya ke rs swasta. wajar toh?

    terkait malpraktek, saya ga tahu.
    pengalamanku baik2 aja soalnya.
    coba tanya nudel maniak, dia dirawat berbulan2 di rscm, beberapa tahun kemudian dirawat berbulan2 di fatmawati.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  2. #22
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,115
    kemaren liat iklannya kok keanya bpjs mau ngeluarin semacam asuransi jiwa ya....

  3. #23
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,350
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    balik2 bahas malpraktek dokter lagi xixixi

    jadi sebenarnya birokrasi bpjs ga ada masalah. wajar aja.
    coba tanya [MENTION=15]Kilat[/MENTION] di belanda lebih parah lagi birokrasinya.

    temenku mau melahirkan di belanda, harus diusahakan normal dulu ini bisa ditangani bidan, ga bisa diinduksi sampe 2 hari, dah mau klenger akhirnya sesar. nah ini harus sama dokter spesialis
    nah emang secara kedokteran kayak gitu.
    kalau nggak ya ke rs swasta. wajar toh?

    terkait malpraktek, saya ga tahu.
    pengalamanku baik2 aja soalnya.
    coba tanya nudel maniak, dia dirawat berbulan2 di rscm, beberapa tahun kemudian dirawat berbulan2 di fatmawati.
    Mungkin maksdnya @serendity, kok bpjs yg ngelayanin dokter muda yg ga pengalaman, sedang normal pake dokter senior
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  4. #24
    pelanggan tetap lattungtatturrus's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,445
    Rs ogah melayani pasien bpjs dibanding pasien umum ya gara gara pasien bpjs dikasi obat generik yg notabene ga memberikan keuntungan bagi pihak rs...kalo umum dikasi obat yg lebih mahal...otomatis untungnya lebih gede bagi rs.

  5. #25
    pelanggan setia Kilat's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,203
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    balik2 bahas malpraktek dokter lagi xixixi

    jadi sebenarnya birokrasi bpjs ga ada masalah. wajar aja.
    coba tanya [MENTION=15]Kilat[/MENTION] di belanda lebih parah lagi birokrasinya.

    temenku mau melahirkan di belanda, harus diusahakan normal dulu ini bisa ditangani bidan, ga bisa diinduksi sampe 2 hari, dah mau klenger akhirnya sesar. nah ini harus sama dokter spesialis
    nah emang secara kedokteran kayak gitu.
    kalau nggak ya ke rs swasta. wajar toh?
    Secara kedokteran memang begitu di Belanda.
    Birokrasi di Belanda parah. Banyak aturan.
    Kalau sakit harus ke dokter umum dulu. Orang Belanda tidak boleh langsung ke RS. Kami harus minta dokter umum untuk memberikan surat rujukan dulu, tanpa surat itu maka asuransi tidak akan membayarkan rekening RS. Dokter umum boleh menolak kalau menurut beliau tidak perlu ditangani oleh spesialis. Semua itu untuk mencegah warga belanda terlalu cepat ke spesialis. Agar biaya asuransi tidak semakin meningkat.
    Hanya kalau ada hal darurat maka kami boleh langsung ke UGD. Sampai di sana seorang perawat memutuskan siapa harus paling awal terlayani. Kalau tidak sangat darurat maka jangan kaget kalau antriannya 3 jam.
    Kebanyakan dibayarkan asuransi, yang sekitar 150.000 Rp per orang per bulan. Setiap tahun kami harus membayar sekitar 60 juta Rp sendiri dari rekening spesialis dan obat.Kalau tidak perlu ke spesialis dan tidak perlu obat maka tidak usah membayar 60 juta itu tapi kalau sering sakit seperti saya maka harus membayar itu setiap tahun.
    mau bikin signature baru tapi kehilangan teksnya

  6. #26
    pelanggan setia Kilat's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,203
    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    Mengenai dokter, ini sih gw saksikan sendiri... jauuuh sebelom kejadian tahun ini. Kebetulan gw lagi jagain orang sakit di RS.
    Ada profesor yang bawa dokter muda a.k.a coas dan di depan pasien, si profesor nanya apa yang harus di lakukan sama si coas tersebut jika pasien mengalami stroke...?
    Si dokter muda semua pada diem.
    Di Belanda ada 2 macam RS: RS umum dan RS universitas. Di RS universitas ada lebih banyak dokter yang masih belajar. Tapi pengetahuan tentang penyakit di sana juga lebih besar, karena penelitian baru dilakukan di RS universitas.
    Saya pernah dirawat di RS universitas. Spesialis yang sudah berpengalaman memuaskan. Tapi bosan dari dokter2, koas dan perawat yang masih belajar Mereka membuat banyak kesalahan dan tidak suka kalau pasien memiliki pendapat sendiri juga. Mungkin karena masih kurang percaya diri ya.
    mau bikin signature baru tapi kehilangan teksnya

  7. #27
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,900
    Sistem birokrasi di belanda memang ribet, tapi bukan dibikin ribet oleh pelaku birokrasi melainkan memang sistemnya dibangun seperti itu. Penggunaan sistem kartu atau bantuan2 yang ada di indo sebenernya lebih lugu, membuat orang miskin terlihat miskin. Berbeda dgn sistem social security yang sudah berlangsung lama, sistem yang sudah matang, dimana sistem itu, bukannya malah merugikan pihak2, justru menguntungkan banyak pihak.

    Sistem di belanda yang gw tau, untuk orang miskin/pengangguran diberikan jaminan sosial di mana seorang pengangguran diberikan bantuan sosial sebesar umr. Nah dari bantuan tsb maka diwajibkan mereka pertama membayar semua pengeluaran spt pengeluaran rumah tangga, pensiun, pajak, dan assuransi, dengan cara dipotong sebelum diterima bersih. Assuransi inilah jaminan kesehatan diberlakukan. Dengan menggunakan kartu assuransi maka seseorang tidak kelihatan miskin, karena kaya miskin menggunakan assuransi yang sama. Bahkan premie assuransi gw yang bukan pengangguran mungkin kalah level dibandingkan pengangguran yang dapet dana bantuan sosial.

  8. #28
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,769
    ^ thank u buat yang mau reply

    Maksud gw persis seperti yang di sampaikan ndableg. Gw tau emang banyak yang membutuhkan pelayanan kesehatan, tapi gak usah di bikin kaya 'miskin' banget. Susah sik ya jelasinnya dengan benar, *maap* gw emang masih setengah esmosiy.
    Untuk yang penyakitnya ringan ya bisa dibilang emang beruntung krn kalian masih mendapatkan penyakit ringan dan penanganan yang tepat.
    Untuk yang penyakitnya berat, dan butuh pertolongan cepat... ini yang susah.
    Kalo emang susah bayangin penyakit berat kaya apa, ya emang agak absurd baca tulisan gw.
    Pernah baca di koran kurang lebih kata-katanya kaya gini "buat kalian yang menertawakan kartu sehat, berarti kalian tidak pernah merasakan di tolak oleh rumah sakit karna keadaan kurang mampu"
    Gw pribadi cuma mendengar cerita nyokap, kalo dulu pas gw masih kecil dan miskin, kena sakit diare and then ke rumah sakit buat minta di rawat.. lalu di tolak sama rumah sakit.
    Sampe akhirnya udah ampir kemana tau, ada rumah sakit yg mau terima.
    Pernah denger kan anak bayi yang gak tertolong karna demam tinggi atau karna diare berkepanjangan?..
    gw salah satu yang beruntung karna gak mengalami itu
    Gw mengerti bahwa setiap penyakit membutuhkan penanganan yang cepat, karna semakin cepet di tangani ya gak meleber kemana-mana efeknya.

    Saat ini gw gak pakai BPJS, masih trauma dengan perlakuan dokter dan suster terhadap orang-orang di sekitar. lebih baik saat ini pakai asuransi aja dulu.

  9. #29
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,115
    tetangga gw juga pakai bpjs kepaksa nunggu senin buat dieksekusi karena sabtu minggu admin bpjs di rumkitnya libur....

  10. #30
    pelanggan tetap ga_genah's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,650
    ga ngerti saya....

  11. #31
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,115
    um gagen daftar bpjs dulu. terus coba pakai bpjs.... pasti ngerti. .....

  12. #32
    pelanggan setia Kilat's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,203
    Kalau butuh pertolongan cepat maka harus tahu caranya untuk mendapatnya dan tahu sedikit tentang sistem RS.
    Misalnya:
    Kalau semua tempat tidur sudah penuh maka RS akan berusaha untuk membantu dalam 1 konsul saja dan kalau tidak sangat perlu maka dokter tidak akan menyarankan opname. Kalau baru dioperasi maka akan disuruh pulang secepat bisa karena RS ingin tempat tidur itu untuk seorang pasien yang baru (saya sudah mengalaminya 2 kali).
    Kalau dokter ahli bedah tiba-tiba pergi ke kongres dengan dokter2 yang lain maka mungkin kita baru akan diberitahukan hasil tes setelah kongres itu (pernah mengalami saat didiagnose kanker).
    Kalau uang yang diberikan asuransi ke RS untuk sebuah diagnose tertentu sudah habis maka RS akan ogah untuk mencari terus alasan apa yang menyebabkan rasa nyeri (misalnya). Daripada mencari terus maka RS lebih memilih untuk menyarankan pasien untuk menerima rasa nyeri itu saja (pernah mengalami).
    Kalau ada kekurangan dokter yang sudah berpengalaman maka dokter yang masih belajar akan disuruh untuk membantu walau masih membuat kesalahan. Itu bukan kesalahan dokter2 itu tapi kesalahan sistem RS / sistem asuransi atau kebijaksanaan pemerintah.

    Terus: kalau seorang dokter kurang percaya diri maka mungkin beliau tidak ingin mengakui beliau tidak cukup tahu untuk memberikan diagnose. Daripada memberikan surat rujukan ke sebuah dokter / RS yang lain mungkin beliau akan sok tahu beliau yakin sebuah diagnose cocok dengan keluhan pasien.

    Sayangnya .. yang kalah adalah pasien2nya.

    ---------- Post Merged at 10:50 PM ----------

    pengalaman saya sendiri:
    demi kesehatan kita maka kita harus mengecek semua yang dilakukan dokter2 dan perawat2 di RS, rajin mencari google tentang keluhan kita dan cara mengobatinya, dan tidak menyerah tapi menuntut apa yang kita perlu.
    mau bikin signature baru tapi kehilangan teksnya

  13. #33
    pelanggan setia porcupine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Bintan
    Posts
    4,132
    Quote Originally Posted by eve View Post
    tetangga gw juga pakai bpjs kepaksa nunggu senin buat dieksekusi karena sabtu minggu admin bpjs di rumkitnya libur....
    kayaknya yang terjadi di Indonesia ini, pelayanan yan belum terstandarisasi.

    Soalnya di RSUP Bali, Sabtu dan Minggu kantornya buka kok.

    Jumat malam lalu Ibu gw Opname, gw ngurus dokumen nya Sabtu dan Minggu dan kantor BPJS di RS nya buka kok
    ~Radio Kopimaya~

  14. #34
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,135
    Pengalaman waktu operasi Bedah Mulut, sampai jam 22.00 malam petugasnya masih buka pelayanan.

    ---------- Post Merged at 11:47 AM ----------

    Waktu itu malam tahun baru 2012.
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  15. #35
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,115
    wow... mantap tuh....

  16. #36
    err branak kemaren kan pake askes. (BPJS juga sih) masuk ugd,bawa surat dari spog (check up di klinik tapi g ada bpjsnya) jadi ke rs tempat spog itu praktek juga. jatah kamar g dapet,kelas 1 penuh semua,kelas 2 sama. dapet kelas tiga dengan perjanjian kalo ada pasien kelas 1 pulang bakal dapet kelas sesuai jatah. buseet pasien branak gak abis abis. boro boro dapet jatah. akhirnya kelas naek ke kelas 2 sampe pulang.
    keuntungannya..sekarang gak bayar bener buat beranak.aseli khraatiss,padahal sc+tubektomi juga. anak kedua (di rs yg sama,spog nya jugaa sama) bayar selisih.
    sempet juga liat pas di kelas tiga itu kan ada berapa pasien juga turun kelas (kelas 1 ke kelas 3,kelas 2 ke kelas 3) pelayanannya gak pilih kasih.mo horang kayaah ato biasa aja, dilayani.
    seharusnya sih pemerintah antisisapi dulu bikin rs yang bisa nampung ratusan pasien jadi gak perlulah ngantri ruang. kasian juga perawatnya ampe mondar mandir ngurusin pasien gak istirahat.
    Good friends, good books, and a sleepy
    conscience: this is the ideal life.
    Mark Twain

  17. #37
    pelanggan setia porcupine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Bintan
    Posts
    4,132
    ^ Iya makanya sistem nya dibikin rujukan kan memang agar RS Pusat nya jadi agak lowong kamarnya.

    Cuma memang RS Pusat di daerah daerah secara ukuran udah ngga memadai
    ~Radio Kopimaya~

  18. #38
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,350
    ^^^

    Tetap aja kesimpulan akhirnya "infrastruktur" nya belum siap kan? Setidaknya di sebagian besar indonesia
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  19. #39
    pelanggan setia porcupine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Bintan
    Posts
    4,132
    ^ Iya, ujung ujung nya kesana
    ~Radio Kopimaya~

  20. #40
    pelanggan ummu_w@rdah's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    here
    Posts
    377
    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    S
    If u were in her/his position, would u still trust BPJS for serious illness?
    ... to be honest.. kalo liat BPJS ya... saya liat umur sepertinya di tangan dokter.... dan pemerintah.

    G tau mo sepakat apa g, tp keknya condong ke iya,,, teringat almarhumah ibu, 1 thn lalu meninggal di RS yang sama,,, klo g ikhlas,,, mungkin dah banyak alesan bwt nyalah2in manusia,,, tapi jadinya pasrah,,,

    mungkin benar kata teman2 ini faktor dokternya,,, mungkin juga BPJS prosedurnya harusnya lebih ramah,, bisa juga BPJS juga lebih ramah ke para dokter atau paramedis soalan pembayaran jadi mereka g easy going gitu,,,
    thanks for sharing,,,
    ujan lagi ah ujan lagi,,,

Page 2 of 4 FirstFirst 1234 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •