Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 21 to 25 of 25

Thread: dpr 101

  1. #21
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    ^
    Yup, "ngalah" dlm tanda petik, artinya KIH mesti lebih pintar dlm hal "kapan harus ambil kapan harus lepas". Menurutku ini justru akan lebih menarik, jadi pertarungan tarik-ulurnya bukan hanya antara "eksekutif vs legislatif" melainkan juga "legislatif vs legislataif". Anggap aja itu bentuk permainan "total football", justru akan lebih enak dinikmati.

    Tapi yg paling penting, jgn sampe terjadi "perang" eksekutif vs eksekutif. Ini yg harus dihindari, baik antara JKW vs JK, JKW-JK vs jajaran menteri, maupun antar menteri vs menteri. Ini dulu yg "gagal" dilakukan oleh Gus Dur.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  2. #22
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by nerve_gas View Post
    3. Main cantik
    Ini mungkin cara politis yang paling bisa dilakukan oleh KIH, terutama dengan menggaet Demokrat dan PPP yang gak jelas berdirinya di mana. Tapi ya gak ada kepastian juga.
    PPP sudah dirangkul, tapi suara KIH belom cukup jadi mayoritas. Biarin aja ni partai maen drama di dalem. Ntar kalo SDA sudah masuk bui bakal adem sendiri.

    Yang paling mungkin dan strategis menurut saya adalah menggoyang golkar. Pertama, karena golkar adalah partai dengan suara kedua terbesar. Kedua, faktor JK yang merupakan orang golkar. JK zamannya SBY sukses jadi bemper politik dengan merebut jabatan ketum golkar, sehingga yang oposisi berbalik jadi partai pendukung. Dulu bisa, masa sekarang nggak walo nggak harus jadi ketum lagi. Palagi golkar solid di tingkat elit doang. Dari awal juga saya yakin JK yang bakal dipilih si mbok jadi wapres, karena kapasitas politiknya jauh di atas calon lain.

    Dan yang paling nggak perlu didekati itu salah satunya menurut saya demokrat. Mantan partai penguasa tapi suara nggak seberapa, kalo dekat2 malah ntar kecipratan dosa lama. Ni partai terdeteksi oportunis pula, bahaya ntar bisa nikam dari belakang.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  3. #23
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    PDIP dkk seharusnya beruntung bahwa mereka di Indonesia yang multi partai dan ada banyak partai. Langkah mereka sebenarnya lebih mudah dibandingkan Amrik yang Demokrat vs Republik.
    KIH mestinya tidak perlu ikutan menampilkan koalisi mereka sebagai koalisi apalagi sampai memberi nama. Itu namanya malah mempertajam polaritas dua kubu ini.

    Mestinya KIH mengabaikan 'koalisi permanen' yang sekarang disebut Koalisi Merah Putih.
    Sebut saja, "saudara-saudara kami sebangsa dan setanah air dari PPP, PKS, Gerindra, dan Golkar".
    Sebut nama masing-masing partai. Tumbuhkan ego 'kepartaian' lawan.

    Saya setuju dengan Tuscany, biarkan saja PPP main drama di dalam. Malah jangan seperti petinggi-petinggi KMP yang sengaja datang ke muktamar versi SDA untuk menunjukkan taring. Mereka sebenarnya sudah pegang.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  4. #24
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Nah baru nyadar orang-orang macam apa yg ada di sekeliling Jokowi. KIH adalah kumpulan partai pendukung Jokowi. Bikin DPR tandingan. Dasar mental rendahan. Untung KMP gak bikin presiden tandingan.

    Lihat nanti. Yg bikin Indonesia maju justru KMP di DPR tsb yg mengimbangi Jokowi di eksekutif.


  5. #25
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Ya bagus lah kalo maju.

Page 2 of 2 FirstFirst 12

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •