Lagi berusaha bisa pensiun dini dari jualan susu
Yang saya pahami, sebagian besar susu yang masuk ke produsen susu kemasan di Indonesia adalah impor dari luar negeri... biasanya dalam bentuk bubuk. Di tingkat peternak sendiri harga susu jadi rendah sekali sehingga tidak banyak peternakan sapi perah rakyat yang bisa hidup layak dari penjualan susu.
Padahal susu bubuk adalah susu dengan kualitas paling ancur, relatif nggak ada gizi-nya lagi ... cuma menang awet aja. Pada prakteknya, bahan bubuk itu ditambahi segala macam vitamin dan mineral macem-macem di pabrik sehingga jadilah susu dengan iklan dan harga gila-gilaan itu. Nggak ngaruh bahwa mereka diimpor dari negara paling hebat sekalipun.
Kasus sapi juga sama saja. Kita sebenarnya punya potensi untuk swasembada sapi, toh segala infrastruktur sudah ada. Masalahnya tinggal para pengimpor sapi memang punya kedekatan yang lebih baik ke pembuat kebijakan.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote