
Originally Posted by
kandalf
Jujur, aku merasa kalian pada salah fokus deh kasus ini.
Yang saya lihat, bukan 'budaya melayani diri sendiri' yang jadi masalah tetapi 'budaya tidak membaca'.
Tiap daerah punya budaya sendiri. Itu sebabnya ada yang namanya 'tulisan' sebagai alat komunikasi.
Saya di kantor klien di Sulut, ternyata harus letakkan baki dan piring di tempat tertentu. Saya melihat ada tulisan di kantor klien dan saya langsung ikuti petunjuk tersebut.
Begitu juga waktu di salah satu youth hostel di dalam kota Chicago, saya melihat tulisan petunjuk "please wash the dishes" dan ya sudah, saya pun mencuci piring dan gelas sisa sarapan saya.
Saya salut pada IKEA yang mencoba memperkenalkan budaya 'taruh baki' dan mengomunikasikannya lewat tulisan. Dan saya kecewa pada yang tidak membaca tulisan itu.
Itu sebabnya kenapa lalu lintas kita semrawut, karena banyak rekan-rekan kita tidak membaca rambu-rambu lalu lintas.