Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 43

Thread: budaya melayani diri sendiri

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544

    budaya melayani diri sendiri



    jadi inget waktu ke jepang tempo hari, sempat gagap budaya juga, sempat kaget, ternyata makan di kfc/mcD harus membereskan sisa makanan sendiri.
    jadi ini salah siapa?
    di kita, memang sudah terbiasa makan di restoran tidak membereskan makanan sendiri. kalau di rumah, tentu beda. lagi-lagi masalah kebiasaan dan nilai yang dimiliki.
    kalau memang mau mengubah itu, asal sepakat, ya harus dimulai dengan awareness/kesadaran semua pihak.
    perlu ada petunjuk2 yang banyak. ya namanya juga mau ngubah kebiasaan orang kan ga gampang apalagi selama ini dianggap bagus2 aja kalo di restoran ga beraihin makanan sensiri, malah jadi aneh kalo di kita bersihin makanan sendiri kalo di restoran2 gt.

  2. #2
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Jadi di indo mcd jg pake pelayan? emang mcd restoran?

  3. #3
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Mbok pikir topik apaan. #ketularan si Etty

    Kalau makanan disajikan dalam kemasan yang dispensable (kertas atau plastik), idealnya sisa dan kemasan dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan (organic/recycle bin) lalu baki-nya diletakkan pada tempatnya. Tapi kalau restoran itu menyediakan makanan dengan piring gelas/keramik dan stainless steel cutleries seperti foto di atas, bagaimana cara customer membuangnya? Seruan Ikea di foto kanan hanya untuk meninggalkan baki (tray) supaya customer berikutnya bisa langsung ambil baki lalu ngantri, toh? Jadi kalau customer akhirnya bingung lalu meninggalkan meja seperti foto kiri, ya ndak salah juga.

    Kalau mau mendidik, do it right.

    Kalau soal melayani diri sendiri, cari pembantu kan makin susah, mbok optimis masyarakat di Indonesia lambat-laun akan belajar melayani diri sendiri. Kalau di luar negri, orang Indonesia sudah terbiasa mengerjakan semuanya sendiri dan membuang sampah pada tempatnya. Daripada menggaji pembantu dan membayar denda, duitnya mendingan buat kita mudik.

    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  4. #4
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    begitulah kalo di Indonesia kan junkfood macam mcd dan kfc dianggap makanan kelas menengah ke atas om [MENTION=44]ndableg[/MENTION] xixixixi

    @mbok
    setahu saya harusnya setelah makan, meja makan harusnya bersih daribsisa makanan, baki dan segala isinya ditaruh di tempat yang telah disediakan. nah karena belum terbiasa, sepertinya banyak yang belum ngeh.

    waktu di jepang dulu (ga tahu kalau negara lain apakah sama) disediakan tempat sampah dengan pebjelasan jenis sampahnya. jadi kalau sisa makanan seperti tulang, kentang dll, buanh di lubang A, piring2 buang di lubanh B, baki ditumpuk di meja tertentu.
    kalau di sd nya, kotak susu harus dilipat.

    pas dulu magang di indosat, kantinnya juga begitu. meja harus dibersihkan sendiri setelah makan. awal2 kagok juga. lama2 terbiasa.
    sampai2, mau masuk lift mengucapkan salam, ketemu orang ga di kenal juga mengucapkan salam lho (ga tahu kalo sekarang)
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  5. #5
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    begitulah kalo di Indonesia kan junkfood macam mcd dan kfc dianggap makanan kelas menengah ke atas om [MENTION=44]ndableg[/MENTION] xixixixi ....
    Point bagus cha_n.
    Di Indonesia, McD, IKEA,dan sejenisnya itu resto. Bukan 'warteg', kayak frame berfikir dari negara asalnya.
    Di eropa sini, yang namanya Cafe(den bentuknya beneran kayak Cafe di Jakarta) aja itungannya 'warteg', kok.

    Tapi terlepas dari itu semua, IMHO, bagus aja untuk kita semua mulai belajar ngangkat bekas makan sendiri ke tempat cucian. Nggak masalah sumber budaya itu dari mana. Kalo memang bagus, kenapa nggak di serap ? Lagian cuma di minta ngangkat baki doang, nggak sampe kutilan juga kali.

    Di suku gue, kami sangat canggung dengan yang namanya 'batur'/pelayan. So dari kecil kita di paksa buat, minimum, naroh sendiri semua bekas makan ke bak cucian piring.
    Welp, it stuck. Bahkan saat makan di Mie Golek indo-pun langsung reflek nyari tumpukan piring kotor kalo abis makan.
    So, sama sekali nggak merasa tersinggung sama itu artikel. Karena, ngga ngerasa jadi bagian yang di omongin. Sejak jaman dahulu kala. Heh heh...
    Last edited by TheCursed; 26-10-2014 at 05:27 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  6. #6
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    tidak ada masalah jika memang ingin begitu, bisa aja kok

    hanya saja untuk secara global memang tidak gampang, sekali lagi kebudayaan tertentu jangan diharapkan bakal sama diterapkan di tempat yg lain

    maksud saya begini, jangan karena mentang-mentang di luar negeri seperti itu, maka kita melihatnya bagaikan perbuatan terpuji layaknya malaikat, begitu melihat kebudayaan yg berbeda di negeri sendiri, maka kita melihatnya bagaikan kebudayaan yg terhina

    untuk diri sendiri sih tidak masalah, asalkan sedari awal dibilang oleh sang restorannya bahwa harus membereskan sendiri, tapi apabila dibilangnya setelah makan, jelas saya tidak mau, jangan harap
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  7. #7
    pelanggan setia et dah's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Land Between Solar Systems
    Posts
    3,911
    Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Mbok pikir topik apaan. #ketularan si Etty


    hahahaha
    Last edited by et dah; 26-10-2014 at 01:12 PM.

  8. #8
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    @mbok
    setahu saya harusnya setelah makan, meja makan harusnya bersih daribsisa makanan, baki dan segala isinya ditaruh di tempat yang telah disediakan. nah karena belum terbiasa, sepertinya banyak yang belum ngeh.

    waktu di jepang dulu (ga tahu kalau negara lain apakah sama) disediakan tempat sampah dengan pebjelasan jenis sampahnya. jadi kalau sisa makanan seperti tulang, kentang dll, buanh di lubang A, piring2 buang di lubanh B, baki ditumpuk di meja tertentu.
    kalau di sd nya, kotak susu harus dilipat.
    Betul, KALAU piring, gelas dan sendok-garpunya terbuat dari kertas/plastik seperti mbok tulis sebelumnya. Lha kalau piringnya keramik seperti foto di atas lalu dibuang ke lubang B, ya pecah dong.

    Fastfood Jepang biasanya pakai piring melamin, jadi ya bisa saja piring-piringnya dibuang ke lubang. Restoran Jepang biasanya pakai piring kayu, again, bisa saja piring-piringnya dibuang ke lubang.

    Kalau Ikea mengharapkan customernya membawa piring keramik dengan sendok-garpu stainless steel ke tempat sampah atau lubang-lubang itu, what about the safety issue? Bagaimana kalau piring-piring itu jatuh, pecah, dan pecahannya melukai kaki customer? Bagaimana kalau garpu stainless steel itu jatuh dan nancep di kaki anak kecil yang kebeneran sedang berjalan di sebelah ibu-nya yang sedang heboh? If they put the customer at risk, justru ndak boleh, restoran itu malah bisa dituntut.


    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    pas dulu magang di indosat, kantinnya juga begitu. meja harus dibersihkan sendiri setelah makan. awal2 kagok juga. lama2 terbiasa.
    sampai2, mau masuk lift mengucapkan salam, ketemu orang ga di kenal juga mengucapkan salam lho (ga tahu kalo sekarang)
    Di kantor mbok ada cafe. Sisa makanan dibuang ke lubang, cutlery dimasukkan ke kotak yang berisi air sabun, piring disusun di sebelah kotak itu. Di kantor bisa karena safety is everyone's responsibility dan cafe kantor memang hanya menyediakan makanan.

    Kalau soal mengucapkan salam, ndak hanya di lift, di mana saja di kantor kecuali di toilet.

    Menahan pintu tetap terbuka untuk orang yang berjalan di belakang kita, sudah kebiasaan. Di Indonesia masih dianggap aneh, untuk manula sekalipun. Pernah menahan pintu supaya tetap terbuka untuk ibu-ibu lanjut yang jalan di belakang mbok, si ibu bengong, speechless.
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  9. #9
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    ...
    Kalau Ikea mengharapkan customernya membawa piring keramik dengan sendok-garpu stainless steel ke tempat sampah atau lubang-lubang itu, ....
    emang dari keramik ?
    Di sini sih, alat makan di tempat franchise kayak gitu biasanya plastik atau kertas karton.
    Kalo di Cafe, bahannya keramik dan logam sih. Dan tetep kita harus naroh alat makan abis pake di tempat tumpukan piring kotor(so, bukan lobang pembuangan/trashcan).
    Kalo jatoh pecah, ibu2 yang jaga langsung sigap mengamankan lokasi.

    Bener2 situasi "Sh1t Happens" sih, kalo sampe ketusuk pecahan beling atau ketusuk alat makan yang dari logam itu.
    Soalnya kita selalu dalam wilayah pengawasan ibu2 dan mbak2 yang ngejalanin cafe.
    Ngawasin biar nggak ada yang kabur nggak bayar abis makan.

    Dan di cafe-nya ada tempat buat orang tua dengan anak2 kecil juga.
    Orang tua yang kelimpungan sama anak2nya, bisa minta tolong(It's not in their job desc, so one gotta ask for said help very respectfully. Hence the underline. ) bantuan sama cashiers buat beresin meja abis makan.

    Walaupun, iya juga sih, yang namanya tempat 'tumpukan pring kotor' di sini itu bentuknya rak besi yang tertutup sisi2nya. Lumayan aman dari resiko kesenggol, jatoh dan pecah. Bukan ruang terbuka rawan ke sepak kayak di gambar itu.
    Last edited by TheCursed; 26-10-2014 at 07:49 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  10. #10
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Betul, KALAU piring, gelas dan sendok-garpunya terbuat dari kertas/plastik seperti mbok tulis sebelumnya. Lha kalau piringnya keramik seperti foto di atas lalu dibuang ke lubang B, ya pecah dong.

    Fastfood Jepang biasanya pakai piring melamin, jadi ya bisa saja piring-piringnya dibuang ke lubang. Restoran Jepang biasanya pakai piring kayu, again, bisa saja piring-piringnya dibuang ke lubang.

    Kalau Ikea mengharapkan customernya membawa piring keramik dengan sendok-garpu stainless steel ke tempat sampah atau lubang-lubang itu, what about the safety issue? Bagaimana kalau piring-piring itu jatuh, pecah, dan pecahannya melukai kaki customer? Bagaimana kalau garpu stainless steel itu jatuh dan nancep di kaki anak kecil yang kebeneran sedang berjalan di sebelah ibu-nya yang sedang heboh? If they put the customer at risk, justru ndak boleh, restoran itu malah bisa dituntut.

    ya lihat sikon lah
    kalau piringnya kaca/melamin, piring ditumpuk di tempat tertentu
    gelas kotor juga ada disiapkan tempatnya, kita tinggal menumpuknya di sana (misalnya di sekolah2nya, begini caranya)
    kalau mcD-nya emang piring kertas, jadi langsung buang

    tapi bukan itu soal piringnya dari kertas atau beling yang ingin aku diskusikan sih, tapi soal aturannya, di ikea alam sutera sudah diminta orang membereskan makanannya sendiri, taruh baki (setelah makan) ke tempat yang sudah disediakan, dan itu tidak dilakukan
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  11. #11
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    ya lihat sikon lah
    kalau piringnya kaca/melamin, piring ditumpuk di tempat tertentu
    gelas kotor juga ada disiapkan tempatnya, kita tinggal menumpuknya di sana
    (misalnya di sekolah2nya, begini caranya)
    kalau mcD-nya emang piring kertas, jadi langsung buang

    tapi bukan itu soal piringnya dari kertas atau beling yang ingin aku diskusikan sih, tapi soal aturannya, di ikea alam sutera sudah diminta orang membereskan makanannya sendiri, taruh baki (setelah makan) ke tempat yang sudah disediakan, dan itu tidak dilakukan
    Itu yang dibold, Ikea bikin instruksi yang clear seperti itu kah? Ikea itu murah meriah, mbok asumsikan yang ke sana adalah orang menengah ke bawah. Yang udik mestinya ndak masalah dong membersihkan meja, membuang sampah dan menumpuk piring, wong di rumah juga biasa mengerjakannya sendiri. Kecuali di rumah ndak punya meja makan, makannya di depan tipi. Nah, jadi yang ndak mau beres-beres itu siapa? Orang kaya yang nyasar di Ikea kah, yang punya pembantu bersih-bersih di rumah? Kalau begitu ya salah Ikea-nya, kaum priyayi koq disuruh bersih-bersih.

    Sama seperti Chan nih. Baru juga terbiasa membersihkan meja sendiri pas magang di Indosat, baru juga kemaren lihat di Jepang budaya orang begini-begitu, tiba-tiba mengharapkan orang Indonesia melayani dirinya sendiri. Kedisiplinan orang Jepang dibandingkan dengan kedisiplinan orang Indonesia? Hello…
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  12. #12
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Itu yang dibold, Ikea bikin instruksi yang clear seperti itu kah? Ikea itu murah meriah, mbok asumsikan yang ke sana adalah orang menengah ke bawah. Yang udik mestinya ndak masalah dong membersihkan meja, membuang sampah dan menumpuk piring, wong di rumah juga biasa mengerjakannya sendiri. Kecuali di rumah ndak punya meja makan, makannya di depan tipi. Nah, jadi yang ndak mau beres-beres itu siapa? Orang kaya yang nyasar di Ikea kah, yang punya pembantu bersih-bersih di rumah? Kalau begitu ya salah Ikea-nya, kaum priyayi koq disuruh bersih-bersih.

    Sama seperti Chan nih. Baru juga terbiasa membersihkan meja sendiri pas magang di Indosat, baru juga kemaren lihat di Jepang budaya orang begini-begitu, tiba-tiba mengharapkan orang Indonesia melayani dirinya sendiri. Kedisiplinan orang Jepang dibandingkan dengan kedisiplinan orang Indonesia? Hello…
    ah sudahlah... makin ga nyambung
    terserah mbok jamu aja deh
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  13. #13
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    ah sudahlah... makin ga nyambung
    terserah mbok jamu aja deh
    Ah masa sih. Ngomongin piringnya ndak nyambung, ngomongin kedisipilinan orang Indonesia juga ndak nyambung. Jadi ini tret apa? Tret promo Ikea kah?

    Justru itu pointnya but you haven't got it. Even YOU took time to get used to the habit of cleaning after yourself. It even took you to Japan to learn about discipline. Now, what does it take to teach those people to clean after themselves and learn about discipline?? Shouldn't that be the question?

    Jangan seperti si penulis yang baru melek soal kebersihan lalu menulis artikel yang merendahkan bangsanya sendiri karena like it or not orang Indonesia sudah terbiasa hidup demikian, kasarnya hidup manja dengan sampah. Si penulis sendiri mungkin dulu juga manja dan jorok, who knows?

    Kalau memang care dan concern, kampanye lah, bikin gerakan Do It Yourself atau sejenisnya. Jangan cuma bisa mengkritik toh?
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  14. #14
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    klo saya....

    McD = saya buang sendiri
    KFC = NO, bisa digetok pegawainya klo saya buang2 piring2 nya wkwkwkkwkw

  15. #15
    biasanya kalo abis makan di McD ato KFC langsung gw tinggal gitu aja
    cuman emang gw rapiin sih mejanya, jadi sampah2nya gw jadiin satu diatas nampan
    [MENTION=395]tsu[/MENTION]: kayaknya sekarang KFC udah ga pake piring lagi deh...pakenya karton


    "Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
    Takahashi Minami

    ------------------------------------------------------------------
    Thread paling Hot di l AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog

  16. #16
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    dulu pernah denger cerita mengenai temenku dulu ada yang abis makan di food court trus beresin alat makannya sendiri, sampe dikejar2 sampe keluar pintu sama ibu2 tukang bersih2 untuk terima kasih

    makanya ada yang bilang, tinggal di indo itu 'enak'. apa2 diladenin. ngga perlu kaya raya, hidup uda bisa jadi kaya raja kalo di LN mana bisa begitu. kurasa labor cost di sini sangat mempunyai andil di LN memang sudah biasa ya budaya clean-after-yourself itu. kalo di indo mungkin ngga biasa, karena ya itu, ga biasa aja. karena biasanya memang ada tukang khusus yang membersihkan. jadi wajar anggapan customer juga akan begitu, dipikirnya ada tukang yang akan membersihkan. kalo mo berubah, coba kasi waktu untuk berubah, dan pastikan info2 itu disampaikan dengan jelas biar customer tau apa yang perlu dilakukan.

    mengenai piring keramik dll, itu pasti ngga akan bisa didrop begitu aja donk. dan kupikir pasti akan ada pertimbangan untuk itu lah. kemaren2 saya mampir ke kafe di deket rumahku, kue yang kubeli juga disajikan di atas piring keramik biasa. dan waktu ngembaliin, taro ke baskom deket tong sampah.

    saya rasa tukang bersih2 ngga akan murni bisa ilang. tetep aja pasti akan ada sedikit sampah yang tersisa biarpun customer sudah bantu membersihkan. tapi seenggaknya akan membantu ato mengurangi tenaga tukang bersih2 yang diperlukan.

    ngomong2, itu IKEA pertama di indo ya ato gimana?
    kalo di LN, justru IKEA dikenal sebagai perabot murah (yang kualitas juga rada2 perlu dipertanyakan, seenggaknya begitu sih image produk ikea dulu)
    Last edited by ndugu; 27-10-2014 at 06:11 AM.

  17. #17
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    dulu pernah denger cerita mengenai temenku dulu ada yang abis makan di food court trus beresin alat makannya sendiri, sampe dikejar2 sampe keluar pintu sama ibu2 tukang bersih2 untuk terima kasih

    makanya ada yang bilang, tinggal di indo itu 'enak'. apa2 diladenin. ngga perlu kaya raya, hidup uda bisa jadi kaya raja kalo di LN mana bisa begitu. kurasa labor cost di sini sangat mempunyai andil di LN memang sudah biasa ya budaya clean-after-yourself itu. kalo di indo mungkin ngga biasa, karena ya itu, ga biasa aja. karena biasanya memang ada tukang khusus yang membersihkan. jadi wajar anggapan customer juga akan begitu, dipikirnya ada tukang yang akan membersihkan. kalo mo berubah, coba kasi waktu untuk berubah, dan pastikan info2 itu disampaikan dengan jelas biar customer tau apa yang perlu dilakukan.

    mengenai piring keramik dll, itu pasti ngga akan bisa didrop begitu aja donk. dan kupikir pasti akan ada pertimbangan untuk itu lah. kemaren2 saya mampir ke kafe di deket rumahku, kue yang kubeli juga disajikan di atas piring keramik biasa. dan waktu ngembaliin, taro ke baskom deket tong sampah.

    saya rasa tukang bersih2 ngga akan murni bisa ilang. tetep aja pasti akan ada sedikit sampah yang tersisa biarpun customer sudah bantu membersihkan. tapi seenggaknya akan membantu ato mengurangi tenaga tukang bersih2 yang diperlukan.

    ngomong2, itu IKEA pertama di indo ya ato gimana?
    kalo di LN, justru IKEA dikenal sebagai perabot murah (yang kualitas juga rada2 perlu dipertanyakan, seenggaknya begitu sih image produk ikea dulu)
    makasih ndugu atas tanggapannya...
    akhirnya... pas sama yang aku maksud untuk diskusikan *lapkeringet*
    [MENTION=39]ndugu[/MENTION]
    iya gu, ini pertama di Indonesia. harganya mahal2 kalo menurutku sih (info: suami)
    Last edited by cha_n; 27-10-2014 at 02:47 PM.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  18. #18
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Jujur, aku merasa kalian pada salah fokus deh kasus ini.
    Yang saya lihat, bukan 'budaya melayani diri sendiri' yang jadi masalah tetapi 'budaya tidak membaca'.

    Tiap daerah punya budaya sendiri. Itu sebabnya ada yang namanya 'tulisan' sebagai alat komunikasi.
    Saya di kantor klien di Sulut, ternyata harus letakkan baki dan piring di tempat tertentu. Saya melihat ada tulisan di kantor klien dan saya langsung ikuti petunjuk tersebut.

    Begitu juga waktu di salah satu youth hostel di dalam kota Chicago, saya melihat tulisan petunjuk "please wash the dishes" dan ya sudah, saya pun mencuci piring dan gelas sisa sarapan saya.

    Saya salut pada IKEA yang mencoba memperkenalkan budaya 'taruh baki' dan mengomunikasikannya lewat tulisan. Dan saya kecewa pada yang tidak membaca tulisan itu.

    Itu sebabnya kenapa lalu lintas kita semrawut, karena banyak rekan-rekan kita tidak membaca rambu-rambu lalu lintas.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  19. #19
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Jujur, aku merasa kalian pada salah fokus deh kasus ini.
    Yang saya lihat, bukan 'budaya melayani diri sendiri' yang jadi masalah tetapi 'budaya tidak membaca'.

    Tiap daerah punya budaya sendiri. Itu sebabnya ada yang namanya 'tulisan' sebagai alat komunikasi.
    Saya di kantor klien di Sulut, ternyata harus letakkan baki dan piring di tempat tertentu. Saya melihat ada tulisan di kantor klien dan saya langsung ikuti petunjuk tersebut.

    Begitu juga waktu di salah satu youth hostel di dalam kota Chicago, saya melihat tulisan petunjuk "please wash the dishes" dan ya sudah, saya pun mencuci piring dan gelas sisa sarapan saya.

    Saya salut pada IKEA yang mencoba memperkenalkan budaya 'taruh baki' dan mengomunikasikannya lewat tulisan. Dan saya kecewa pada yang tidak membaca tulisan itu.

    Itu sebabnya kenapa lalu lintas kita semrawut, karena banyak rekan-rekan kita tidak membaca rambu-rambu lalu lintas.
    nah, bisa jadi salah satunya
    tapi kadang walo dah baca ya masa bodo, tetep aja dilanggar
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  20. #20
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Jujur, aku merasa kalian pada salah fokus deh kasus ini.
    Yang saya lihat, bukan 'budaya melayani diri sendiri' yang jadi masalah tetapi 'budaya tidak membaca'.

    Tiap daerah punya budaya sendiri. Itu sebabnya ada yang namanya 'tulisan' sebagai alat komunikasi.
    Saya di kantor klien di Sulut, ternyata harus letakkan baki dan piring di tempat tertentu. Saya melihat ada tulisan di kantor klien dan saya langsung ikuti petunjuk tersebut.

    Begitu juga waktu di salah satu youth hostel di dalam kota Chicago, saya melihat tulisan petunjuk "please wash the dishes" dan ya sudah, saya pun mencuci piring dan gelas sisa sarapan saya.

    Saya salut pada IKEA yang mencoba memperkenalkan budaya 'taruh baki' dan mengomunikasikannya lewat tulisan. Dan saya kecewa pada yang tidak membaca tulisan itu.

    Itu sebabnya kenapa lalu lintas kita semrawut, karena banyak rekan-rekan kita tidak membaca rambu-rambu lalu lintas.
    budaya gak baca ini udah kebanyakan keanya. mulai dari belook kiri boleh langsung atau enggak,(padahal ada tulisannya, read it!l), atau antriab di pon bensin yang sering pada kepedean antri, begitu tau itu antrian pertamax, bingung puter balik... padahal... ada tulisaannnyyaa loh.....

    kalau soal bebersih di resto, pernah saya merapikan meja yang kebetulan belum sempat dibersihin. karena waktu itu penuh dan antri meja. pikiran saya simpel aja, biar tuh meja kami lekas bersih karena gak enak kan ngadepin meja yang penuh makanan sisa... jijik. ternyata teman saya gak sepaham sama saya, dia menyuruh saya diam biar pelayannya yang beresin. mungkin dia malu makan sama teman berjiwa bersih2 kek saya kali ya.... ( mau bilang jiwa pelayan).

    kalau di fastfood semacam kfc dan mcd paling cuma ngerapiin doank karena tumpukan baki ada di ujung samping kasir....

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •