Err karna tulisannya ga bisa dibaca walo udah di zoom![]()
Err karna tulisannya ga bisa dibaca walo udah di zoom![]()
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
Mesti di tempelin di jidat baru dibaca...
---------- Post Merged at 05:29 PM ----------
I HATE Priyayi(s ?). Dan sejenisnya.
Bawaannya hati pengen 'tak lepas di pulau terpencil dengan modal dengkul aja buat survival.
Seriusnya, IMHO, staff-nya IKEA, mungkin harus ada yang rajin dalam bulan2 awal buka ini buat muterin tiap meja, memperhatikan alat makan yang di tinggal dan meminta tolong tiap ex-user-nya untuk naroh barang2 bekas pake tadi di tempatnya.
Sampe brand "IKEA, tolong kumpulin pring kotor sendiri" itu ngetop di masyarakat, baru, mungkin cukup di beri tahu dengan tulisan. Tapi itu-pun, mengingat style-nya orang Indonesia terhadap peraturan tertulis, sekali2 perlu di enforce ulang juga itu peraturan.
Last edited by TheCursed; 27-10-2014 at 06:40 PM.
A proud SpaceBattler now.
kalo sudah selesai, jangan lupa disiram sendiri
gak usah nunggu orang lain yg nyiram
![]()
Masalahnya konsep bersihin makanan sendiri kurang pas diterapkan di indonesia yang industrinya masih kurang kreatip dan jumlah sdm tanpa skill banyak. Di indo pomp bensin ato pintu kereta masih ada pelayannya kan? Di eropa juga kalo ke restoran indonesia, (biasanya) pelayanannya paling top, ga minuman doang dituangin, sampe nasi diserokin juga.
Pastinya ada banyak salah paham juga ketika konsep beresin sendiri pertama kali diterapkan di jepang atau eropa, di mana lama2 pada paham juga.
iya betul bleg
nilai2 yang dianut beda juga
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
[MENTION=1220]mbok jamu[/MENTION]
IKEA ga murah deh mbok, yg kesana ga mungkin menengah ke bawah
Lucu ikea ini ya..
Di eropa jadi barangnya menengah kebawah, karena mgk barang lokal harga murah. Tapi jadi buat kalangan menengah ke atas di indonesia karena barangnya (ato paling tidak merknya) impor, harganya mahal. Kualitasnya?
Last edited by ndableg; 27-10-2014 at 11:10 PM.
Actually. nggak terlalu OT juga.
Kalo harganya emang beneran mahal, nggak heran orang merasa perlu di layani.
Seimbang dengan harganya.
Harga IKEA Indo, jadi bahan ocehan anak Indonesia di kampus gue juga, sih.
Soalnya, konyol kalo harganya jauh mahal.
Kalo di sini, IKEA dan sejenisnya itu beneran tempat jualan barang murah. Kayak kata lagunya John Coulton, tempat belanjanya mahasiswa nggak punyaduit, dan duda baru cerai.
Dan sering kita malah bisa tekan harga sampe 0, dengan nungguin orang buang second hand.
Biasanya barang IKEA, nggak di angkut kalo pindahan. Di buang gitu aja. Saking murahnya.![]()
Last edited by TheCursed; 28-10-2014 at 09:01 PM.
A proud SpaceBattler now.
gw mana pernah belanja di toko-toko model itu,
baik Ikea, Informa dan sejenisnya....![]()
"And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."
--Oliver Queen (Smallville)
Ikea dulu itu merk bagus dengan harga terjangkau di Eropa. Dulu.
Masuk Indonesia dengan kurs sekian ya jatuhnya mehong. Saya peribadi mending beli furnitur jati yang tahan lama. Ikea menang model kayaknya.
#belokfokus
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
ikea jatuhnya mahal di indo, lebih mahal dari ikea eropa, dengan barang2 yang sama.
buat kelas menengah atas kalau di sini.
kalo kubilang sih lebih ke gengsinya, soalnya pada ngebandingin demgan ikea Singapore
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Lagu kebangsaan IKEA.
Dari John Coulton
It is so catchy.
Nggak tahan buat selalu humming ini lagu tiap kali ngangkut atau ngerakit furnitur merk IKEA. Atau yang bentuknya IKEA-ish.
Also apparently selling furniture(and tasty cinnamon rolls) to superheroine and her sidekick.
![]()
Last edited by TheCursed; 28-10-2014 at 03:51 AM.
A proud SpaceBattler now.
ikea apaan sih?
#GwUdahKomenKanCha_n? #NdesoBintiUdikMampus #BiasaMakanDiWarteg
btw makan trus beresin sendiri cuma kalau pas mamam junkfood di mcD di planet sebelah alias di BCP (Bekasong Cyber Park)![]()
Saya beberapa kali nerapin budaya self-service ini. Terutama klo pas kondisi rame dan mesen sedikit. Apesnya, sempet dikira pelayan ama konsumen yg makan disitu gara2 cuma pake T-shirt polosan Rider.
Nambahin: Budaya seperti ini justru aneh di kalangan tua. Orang yg ngirain saya pelayan itu semuanya ibu-ibu berumur. Kenapa ya budaya tsb ga familiar di kalangan tua?
Last edited by Neptunus; 28-10-2014 at 10:41 AM.
tp gw tertarik sih sama IKEA
designnya oke imo
imo kalau low budget diluar sana meski designnya bagus-bagus IKEA mass production makanya banyak yg ngga tertarik
orang lebih milih beli furniture ke flea market yg meski barangnya bekas tp unik
sama di amrik. ikea populer di kalangan mahasiswa ato fresh graduate, yang masih kere![]()
kalo perabot rusak, pasti diomelin 'ah, ikea sih'![]()
tapi sepertinya skarang image itu udah lebih mendingan deh, ngga separah sekian taon yang lalu. kurasa ikea sudah berinisiatif memperbaiki imagenya itu.
lha, jauh amat bandingannyajati kan mahal?
barang2 ikea biasa pake 'ampas'nya kayu yang dikompres, jelas beda donk sama jati.
you get what you pay for deh ya![]()
honestly saya agak surprised ikea baru masuk indo skarang.
perasaan 10+ taon yang lalu ikea juga uda masuk malaysia
dan point kamu di atas menurutku sangat ada benernya. ga usa ikea aja, mcd kfc pizzahut dan sebangsanya juga begitu kan di indo. saya inget dulu ada temen di indo yang heboh banget mengenai krispy kreme, padahal di amrik biasa2 aja.although i should also say, mcd kfc dll yang berada di region internasional memang kualitasnya lebih baik dibandingkan dengan yang ada di amrik sendiri. saya demen mampir ke mcd di negara2 berbeda (karena menunya juga suka berbeda), dan memang keliatan bedanya dari segi kualitas. ntah lah apa itu juga teraplikasikan pada ikea juga ngga
![]()
mbok, kalo menurutku perlu dilihat2 background dan budayanya di indo. di eropa di amrik, mungkin ikea itu merek kelas bawah. tapi kalo ternyata di indo ga taunya ikea untuk kelas menengah keatas, then asumsi di atas ga bener. ya ga tau juga kenapa bisa jadi untuk kelas menengah ke atas, mungkin seperti yang tusc bilang, setelah dikonversi kurs, jatohnya jadi mahal untuk ukuran dompet indo kali.
regardless, i'm not going to be too quick to judge tanpa mepertimbangkan budaya. kurasa ini sangat berperan besar.
contohnya aja, kita orang asia udah terbiasa tanggalin sepatu di rumah. itu otomatis kita lakukan di rumah sapapun. alasannya praktis, untuk kebersihan. sedangkan bule ga ada budaya kaya gitu. saya kalo kedatangan tamu orang asia, ga pernah ada masalah dengan urusan itu. sedangkan kalo ada bule yang dateng, saya selalu musti kasi tau dulu supaya tanggalin sepatu. pernah pas ada acara kumpul2 di rumahku, padahal udah saya tempelin kertas gede di pintu untuk tanggalin sepatu, tetep aja ada yang ngga ngeliat dan masih ada yang pake sepatu ke dalam rumah. ini yang dibilang kandalf kali ya, budaya ga membacain fairness, biasanya yang melewati message ini adalah orang2 yang keburu ber-hello-ria dengan tamu2 laen dan cipika cipiki sana sini, and conveniently missed the note on the door
in any case, menurutku itu urusan kebiasaan dan budaya. bule ga ada asumsi bahwa kalo masuk rumah musti lepas sepatu
likewise budaya clean after yourself. menurutku orang indo selama ini ngga ada praktek seperti itu, jadi ga ada asumsi bahwa di foodcourt etc musti beresin alat sendiri. emang dari dulu ga ada praktek itu. kalo ternyata ikea mulai tradisi ini, then give it time. biarkan info itu propagate (halah) ke masyarakat.
all in all, saya sih mendukung budaya clean after yourself ini ya. sama seperti budaya pembantu, we need to wean away from that![]()
Last edited by ndugu; 29-10-2014 at 04:28 AM.
I don't give a sh1t if Ikea is for the lower or higher class.
Yang mbok lihat ada tulisan mengkritik tanpa mengerti yang dikritik. So who's judging the Indonesians without thinking about their OWN culture?
Lha.. mbok bilang juga give it some time, or what they call process, karena setiap orang butuh waktu untuk mencerna hal yang baru. Jangan belum apa-apa langsung mengkritik, ketahuan baru melek.
"The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain
Zara murah kalau beli di negara asalnya (Spain), meskipun gitu kalo dikurskan ke rupiah tetap jadi mahal bagi kantong kebanyakan orang Indonesia di Indonesia.
Saya kan bicara dari segi harga yang katanya sama mahalnya. Kalo sama mahal mending beli jati, gitu loh. Kalo sama murah, mending beli Olympic?
#cintaprodukindonesia
kalo yang ini saya setuju banget. dari sudut pandang lain, saya kira ikea yang mestinya menyesuaikan dengan budaya lokal. kalo mau memaksakan budaya luar ke konteks lokal, yha siap-siap tidak sesuai target.regardless, i'm not going to be too quick to judge tanpa mepertimbangkan budaya. kurasa ini sangat berperan besar.
Kembali ke konteks lokal, budaya clean after yourself di rumah makan memang bukan bagian dari budaya Indonesia. Lha pelayan berkeliaran di mana-mana. Kalo nggak ada lowongan pelayan rumah makan, yang pendidikannya rendah bakal banyak yang jadi pengangguran. Demikian juga pembantu. Beda lah dengan negara maju dan belum pas untuk sampai ke kesimpulan: kalo nggak begitu maka dianggap sebagai kesalahan.likewise budaya clean after yourself. menurutku orang indo selama ini ngga ada praktek seperti itu, jadi ga ada asumsi bahwa di foodcourt etc musti beresin alat sendiri. emang dari dulu ga ada praktek itu. kalo ternyata ikea mulai tradisi ini, then give it time. biarkan info itu propagate (halah) ke masyarakat.
all in all, saya sih mendukung budaya clean after yourself ini ya. sama seperti budaya pembantu, we need to wean away from that![]()
Point dari [MENTION=41]kandalf[/MENTION] juga menarik. Kurang budaya baca. Kalo pun terbaca, lihat-lihat dulu di sekitar ada nggak yang melaksanaken, kalo nggak ada ngapain dilaksanaken? Untuk Ikea sendiri, ya nggak cukup cuma pasang banner minta customer menaruh bakinya di situ. Sedari awal yang menyajikan makan mesti ngasi tau. Terus pasang gambar gede-gede sebagai contoh, bukan tulisan doang. Habis itu masih nggak mempan, pake cara lain sampe berhasil.
+1.
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.