Banyak sih yang nyoba dulu kayak gitu.
Kayak Dr. Hugo Strange.
Tapi berhubung Batman itu The Dark Detective, play victim kayak gitu langsung ketauan bagian playing-nya. Jadiu nggak lama pertanyaan 'Justice' atau nggaknya. Dan pendapat publik terhadap si Bat, nggak pernah masuk hitungan dalam kepalanya Bruce Wayne.
Kalo mau bikin BatMan bener2 diam bingung antara Justice dan Moral, lakukan 'kejahatan', bener2 yang terkategori sebagai Crime(i.e. pembunuhan berdarah dingin), tapi dengan latar belakang alasan moral yang kuat. Contoh: Pembunuhan terhadap David Cain oleh kakaknya Cassandra Wayne.
Di satu sisi, pembunuhannya sendiri lumayan brutal. Tapi lagi, di sisi lain, mengingat siapa David Cain, dan apa yang dia dilakukan terhadap Cassandra(nama belakang aslinya adalah Cain, sebelum di adopsi sama Bruce) dan sodara2nya waktu mereka kecil yang berakibat mereka jadi individu yang sangat2 broken(kadang sampe 'barely human') saat mereka dewasa...
Dalam kasus2 seperti ini, individu2nya bukan 'playing' victim, tapi emang they are victims. Dan sering victim dari very horrible crime. Yang saking horrible-nya, entah hasil dari keputusan waras maupun tidak, memutuskan untuk bertindak brutal di luar hukum juga.
Pada situasi seperti ini, orang2 macam Bruce Wayne, Robert Grayson, Timothy Drake, Barbara Gordon, Kate Kane dan Stephanie Brown, isi kepalanya bakalan ngalamin 'Blue Screen'. Hang.
Tapi lagi, keluarganya Bruce, juga meliputi Helena Bartinelli, Damian Wayne, Jason Todd dan Selina Kyle. Orang2 yang sangat perduli dengan 'keadilan', tapi sama sekali nggak taat hukum, dengan nilai moral yang sangat2 di pertanyakan. Mereka ini yang biasanya berargumen melawan keluarga Bats lainnya. Itu kalo mereka nggak sekalian ambil alih kasusnya, lalu menerapkan 'keadilan' versi mereka sendiri.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






Reply With Quote