Tapi kalo bole menambahkan, ceritanya terlalu lugas.
Apa ya.. Tlalu lugu juga. Tlalu pada titik aman.
Padahal dunia skarang banyak orang ga bener.
Kenapa dari sekian banyak orang yang dikenal (baca: para tamu d warungnya),
ibunya ehwa justru tertarik ama org asing.
Malah memberikan tumpangan tidur.
Atau sudah terpesona saat melukiskan definisi ehwa?