Saya tetap penggemar DC.
Jujur saja, saya cukup terkejut,
buat saya Marvel itu lebih kompleks ceritanya dan dalam satu dekade terakhir lebih, mereka sukses membuat adaptasi ke layar mereka bahkan akhirnya menyatukan jagoan-jagoan mereka dalam satu layar.
Untuk Agent of Shields, kurasa mereka gagal karena mereka gak ngangkat sosok penting dari komik.
Kurasa Gotham akan punya peluang lebih baik mengingat sudah beberapa kali ada komik tentang GCPD bahkan pernah ada serialnya. Tapi sebelum nonton pilot (sudah keluar ya?) aku masih belum berani komentar banyak.
Selain itu,
di Agent of Shields, jujur saja, agen-agennya terkesan.. *uhuk* amatiran.
Waktu nonton Captain America: Winter Soldiers,
istriku bilang, "kayak begini, Beh, mestinya Agent of Shields.. Keren-keren, gak terlalu banyak drama".
Lho kok malah istriku yang jadi lebih geek dibanding aku?
Jujur gue salut ama Marvel (tapi aku tetap pro-DC)
1. mereka mengubah konsep Jarvis dari pelayan beneran menjadi komputer canggih sejak Iron Man I. Ini langkah perlu untuk mencegah disamakan dengan Batman;
2. mereka berani memfilmkan Captain America, superhero paling polos di dunia Marvel. Dan lebih kerennya lagi, mereka bahkan berani menyindir diri mereka sendiri
dengan menampilkan Captain America sebagai alat propaganda;
3. Thor, walau aku gak pernah simpati ama superhero ini, mereka tetap berani memfilmkan dan aku terkesan mereka berani membuat Valhalla-nya jadi terasa Science-Fiction. Saya sendiri, menikmati ketika Thor membanting gelasnya ke meja;
4. Dan yah, mereka gak nge-reboot Hulk. Di 2008, mereka langsung maju dengan ceritanya. Dan ketika mereka harus mengganti Ed dengan aktor lain, mereka juga mengganti dengan aktor yang bagus dan meneruskan cerita tanpa harus re-boot.
Untuk DC,
jujur saja,
kecuali Batman, DC agak kurang bahan yang bagus.
Superman dulu di tangan Richard Donner (Superman I dan sebagian Superman II -- btw, aku sudah melihat versi Donner Cut untuk Superman II, lebih keren) sempat bagus tetapi setelah itu menurun. Dan akuilah, sejelek-jeleknya Batman and Robin, masih lebih bisa dinikmati daripada Green Lanterns.
Saya jujur saja gak suka Smallville (ini kata saya yang nonton sampai akhir season 10) dan kenapa Arrow menjadi keren, karena Green Arrow punya banyak banget kemiripan dengan Batman. Dan lebih kerennya, Green Arrow punya peluang lebih banyak untuk dijelajahi kisahnya karena kelak, Green Arrow akan menjadi sosok 'Bruce Wayne' yang miskin yang menjelajahi seluruh Amerika, tidak sekedar Star City. Agh.. gue benar2 menyayangkan kenapa film Green Lantern gagal.
Jujur,
saya tidak menikmati adegan berantem Man of Steel. Dan saya tidak pernah menikmati film-film Zack Snyder kecuali film Guardians of Ga'Hoole.
Jadi saya sangat skeptis dengan Batman vs Superman. Menurutku ini cuma langkah untuk mengeruk duit dari Batman karena Man of Steel dan Green Lantern kemarin cukup gagal.
Problem dengan Man of Steel kemarin adalah, aku tidak merasakan kengerian orang-orang yang di bawah kecuali beberapa adegan Perry White. Ini beda dengan *uhuk* Godzilla 2014 lalu. Atau beda juga dengan The Amazing Spider-Man 2 tahun ini. Atau bahkan juga dengan Pacific Rim yang sama-sama tahun lalu. Jadi yah, ini kesalahan Zack Snyder.
Begitu juga dengan musiknya.. ugh...
musiknya Man of Steel itu sebenarnya bagus tetapi pemakaiannya kacau habis. Musiknya disetel keras-keras dan terus-terusan sampai bikin kuping mati rasa. Itu juga yang bikin akhirnya tidak terasa dampaknya saat adegan action.
Jujur aja,
gue berharap ntar di film Batman vs Superman, lebih banyak musik 'alien'-nya MoS yang diputar, supaya lebih kontras dengan Batman yang membumi.
Eh, ngomong2, Hellblazer (Constantine) mau dibuat TV-show-nya lho
Jujur aja, gue termasuk yang menikmati Constantine-nya Keanu Reeves walau gue tahu itu 'gak mirip' versi komik.![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




)
;
Reply With Quote