^
Terus terang saya ndak banyak pengalaman kalo soal pemilihan pakaian maupun sepatu. Bahkan yg saya pilih biasanya malah cenderung 'menyalahi aturan'. Saya ndak pernah pake pakaian ketat krn malah merasa terganggu, apalagi dg bobot tubuh sekarang krn porsi gowes udah berkurang jadi badan agak bengkak. Jadinya ndak pe-de kalo pake ketat.
Untuk alas kaki saya malah prefer pakai jenis sandal gunung apalagi kalo lagi gowes sendirian. Sandal khusus (pake cleat meskipun ndak saya pasangkan ke pedal) hanya saya pake kalo main offroad bareng2 soalnya ndak enak kalo terlalu ketinggalan dibelakang rombongan. Kalo secara umum, hindari yg sol-nya terlalu empuk soalnya sayang bisa cepet rusak tergores pedal. Sol yg keras/kaku disamping lebih awet juga lebih bisa menyalurkan tekanan optimal ke pedal. Beberapa merek umum (Nike, Adidas, dll) udah keluarin tipe untuk gowes baik tipe cleat maupun biasa. Kalo merek khusus (Shimano dll) harganya masih relatif lebih mahal.
Berikut ini saya C&P ttg tips dan petunjuk umum pemilihan pakaian dan sepatu untuk gowes...
Spoiler for Cara Memilih Pakaian Sepeda:Ada banyak jersey (pakaian sepeda) yang dapat dipilih. Tetapi jangan asal pilih jersey. Jersey didesain dengan bahan khusus untuk kenyamanan pengguna, jika salah pilih tentu saja kenyamanan Anda akan terganggu. Berikut beberapa tips untuk memilih pakaian sepeda.
1. Lihat Bahan Jersey
Bahan utama jersey sepeda ada 3 jenis. DryFit, Micro Fiber Eyelet atau Cotton-dri. Sebelum ditemukan ketiganya, pembuatan pakaian olahraga berbahan dasar spandex atau lycra, yakni gabungan dari polimer poliuretan – poliuretan secara kopolimer (ikatan yang sama). Kain spandex cukup lentur namun tidak terlalu tahan lama, kalah dengan lateks alam. Selain itu sedikit menyerap panas, sehingga cepat berkeringat.
Jika Anda akan memilih pakaian sepeda, pilihlah dari ketiga jenis bahan di atas. Bentuknya mirip dengan serat, namun cukup lentur. Ketika dipakai, jersey ini terasa dingin, tidak panas. Apalagi iklim Indonesia yang cukup tropis, produksi keringat tubuh mudah sekali jika terkena sengatan matahari langsung.
Juga ketika Anda melakukan perjalanan dengan jarak menengah atau jauh, dan tidak menduga adanya panas yang tiba-tiba maka pemilihan jersey ini sangat berpengaruh. Jersey yang baik dapat menjaga kelembaban tubuh pemakainya. Keringat yang dikeluarkan oleh tubuh diserap langsung oleh jersey kemudian mengalirkannya ke luar dan menguapkannya, sehingga tubuh tidak berpeluh keringat.
2. Lihat Bentuk Desain Jersey
Pakaian sepeda (jersey) didesain sedemikian serupa untuk kenyamanan penggunanya. Desain tersebut meliputi panjang jersey ke bawah di bawah pantat, yang berfungsi menutup tubuh bagian bawah dari sengatan matahari karena sering persepeda membungkuk ketika sedang bersepeda.
Hal kedua adalah adanya risleting yang melintang di depan dari atas ke bawah memotong jersey. Pembuatan desain semacam ini untuk menanggulangi perpindahan panas yang berlebihan dari pengguna. Ketika pengguna mengalami over heat (kelebihan panas), risleting dapat dibuka. Hindari jersey yang tanpa risleting karena Anda akan tidak nyaman jika pada keadaan terlalu panas.
Bagian desain yang lain yang patut untuk diperhatikan adalah kantong belakang. Kantong belakang dapat digunakan untuk menaruh minuman. Desain disengaja ditaruh di belakang karena jika peletakkan di depan, akan mengganggu kenyamanan dalam bersepeda, juga dimungkinkan minuman tumpah.
3. Pilihlah Jersey Sepeda Ketat
Jangan khawatir jika Anda terlalu panas, uraian di atas telah menjelaskan bagaimana desain jersey dan bahan jersey sebagai penanggulangan panas tubuh dan keringat yang keluar. Pemilihan pakaian yang sedikit ketat dan melekat di tubuh dimaksudkan untuk mengatur hambatan (gaya gesek angin).
Untuk perjalanan dekat, pakaian tidak terlalu menentukan. Tetapi untuk jarak jauh seperti keluar kota atau jalan mendaki, hambatan angin yang besar akan menguras tenaga secara drastis. Untuk menguranginya digunakan pakaian yang lebih ketat. Sistem ini disebut aerodinamis, seperti pada mobil balap.
4. Pilihlah Jersey Jahitan Halus
Jahitan halus pada pakaian akan menambah kenyamanan ketika Anda bersepeda. Namun jika jahitan jersey tidak halus, tentu membuat Anda tidak nyaman, mungkin juga membuat Anda gatal dan ingin menggaruknya. Jika hal tersebut dilakukan di jalan raya tentu membahayakan nyawa Anda.
5. Pemilihan Warna
Sebenarnya pemilihan warna jersey tidak terlalu berpengaruh pada faktor kenyamanan bersepeda, namun jika aktivitas gowes dilakukan di jalan raya, hal ini cukup penting untuk dilakukan.
Warna jersey yang cerah membantu pengendara kendaraan bermotor untuk berhati–hati dan mengenali Anda sebagai seorang goweser. Terlebih jika dilakukan malam hari, pilihlah warna nite ride, yang terlihat di malam hari agar Anda tidak tertabrak oleh pengendara kendaraan motor yang tidak mengetahui Anda
6. Jangan Terpancing Harga
Banyak pakaian sepeda yang ditawarkan dengan harga yang mahal. Perlu diingat, harga mahal bukanlah suatu jaminan untuk mendapatkan jersey berkualitas bagus. Banyak jersey yang dijual murah namun berkualitas baik. Teliti dahulu sebelum membeli agar Anda tidak merasa tertipu dan juga berpengaruh pada faktor kenyamanan bersepeda Anda.
Spoiler for Memilih Sepatu yang Cocok untuk Sepeda Gunung:Hal utama yang perlu diketahui untuk memilih sepatu bagi pengendara sepeda gunung/mountain bike. Memiliki beberapa kekhususan tersendiri.
Bobot dari sepatu
Sisi ini cukup penting. Karena bobot sepatu dapat mencapai setengah kilogram lebih. Bila memilih sepatu untuk bersepeda, ada baiknya memilih sepatu dengan berat relatif lebih ringan. Sebelum kaki ikut terbeban ketika pengendara mengayuh pedal. Walau bobot sepatu tidak banyak berpengaruh karena kaki umumnya berada diatas pedal.
Memilih jenis tali
Jenis tali sepatu menentukan kepraktisan. Untuk kekuatan, jenis sepatu bertali memiliki kekuatan lebih baik. Tetapi sepatu sepeda gunung dengan model tali Velcro juga baik. Pilihan dapat mengaju pada keinginan penguna. Untuk medan berat dimana pengendara lebih banyak harus mendorong sepeda, disarankan mengunakan tipe sepatu dengan tali sepatu biasa.
Materi bagian atas sepatu
Beberapa produsen aksesoris sepeda mulai mengunakan bahan Gore-Tex untuk pelapis atas. Teknologi Gore-Text mampu menahan bagian sepatu agar tidak tembus oleh tetesan air, sekaligus memberikan kenyamanan sepatu agar tidak terasa panas. Keuntungan dari Gore-Tex untuk kain akan lebih cepat kering.
Materi Tapak sepatu
Ada beberapa kriteria dan kebutuhan dari bentuk tapak sepatu dan cara pembuatan.
Pilih lah sepatu dengan tapak solid. Bukan dibuat dari kontruksi pressure atau tekanan karet yang dibuat terpisah lalu disambung dengan perekat/lem untuk membentuk tapak sepatu. Beberapa produsen sepatu membuat disain untuk tapak sepatu untuk menarik pembeli. Biasanya dibagian tapak sepatu dibuat berwarna warni. Disisi fungsi terkadang produsen juga memberikan perbedaan antara 2 materi berbeda, misalnya campuran karet sintetik dan karet alam untuk mendukung kekuatan dan daya cengkram. Lalu materi karet yang ditempelkan menjadi satu dengan perekat untuk membentuk tapak sepatu.
Ada baiknya menghindari memilih bahan dengan sistem lem, karena jenis tapak sepatu yang di lem akan mudah somplak/lepas bila terkena pedal dengan gerigi tajam.
Pilihlah telapak dengan satu bahan yang solid dalam 1 bahan agar tidak mudah rusak. Dan hindari komposisi yang dibuat dengan banyak bahan perekat dan permukaan sepatu yang berlapis lapis dari beberapa lembar karet atau bahan sintetis.
Salah satu materi tapak/sol sepatu yang banyak dipakai adalah buatan Vibram. Tapak buatan Vibram banyak dipakai oleh produsen sepatu sepeda gunung dan sepatu mendaki gunung. Bahan karet Vibram lebih kuat dan lebih mengigit, sehingga banyak dipakai untuk sepatu di kegiatan alam bebas. Sol sepatu lain adalah Traxion, walau agak kalah populer dibanding sol buatan Vibram
Bentuk tapak sepatu
Menentukan hal yang satu ini tidak mutlak. Bagian ini sebenarnya tidak terlalu penting, kecuali untuk berkendara di medan licin dan tanah gembur. Bila medan yang dilalui lebih banyak melalui tanah gembur, dan licin serta berbatu. Ada baiknya mencari tapak sepatu dengan permukaan kasar. Biasanya sepatu jenis tersebut lebih berat dibandingkan sepatu yang memiliki permukaan tapak halus. Sepatu sepeda umumnya memiliki tapak keras.
Sepatu dengan leher
Beberapa produsen sepatu bahkan produsen sepeda juga mengeluarkan jenis sepatu dengan atau tanpa leher. Sepatu dengan leher dibagian pergelangan kaki dibuat lebih tinggi dari ukuran sepatu olahraga atau mirip seperti sepatu mendaki gunung. Yang menjadi pertanyaan, apakah penguna sepeda memerlukan sepatu jenis tersebut. Sebaiknya memilih sepatu untuk sepeda tanpa leher. Karena akan menganggu kaki ketika mengayuh pedal. Kecuali medan yang dilewati lebih banyak melewati medan tanjakan dan pengendara harus mendorong sepeda lebih banyak.
Gunakan sepatu dengan tapak tanpa tepian bibir lebar pada tapak sepatu.
Coba perhatikan produk sepatu khusus dari produsen sepeda. Umumnya dibuat tanpa bibir pada tapak, dan sisi bawah dibuat cembung sehingga mengurangi frisik atau gesekan pada batang crank.
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)


Reply With Quote






