@ Kupo
Cover gel menurutku masih recommended untuk aktifitas gowes yg relatif ringan, baik itu jenis medannya maupun lamanya gowes.
Cover gel baru berasa menganggu kalo gowesnya udah lebih dari waktu tertentu meskipun ini juga tergantung orangnya. Saya pake cover gel (itupun biasanya krn istri yg pasangin dan saya males kalo mesti nyopot dulu) hanya untuk jarak dekat misalnya untuk ke warungg ato sekedar kongkow2 di lingkungan kompleks rumah. Memang empuk dan nyaman.
Tapi kalo pakenya konstan dan kontinyu paling2 saya cuma betah 30mnt udah mulai berasa ndak nyaman. Apalagi kalo medannya ndak bagus/mulus, bukannya nyaman malah 'nyiksa'.
Itu sebenarnya juga berlaku untuk jenis2 sadel yg terlalu 'tebal/empuk'. Nyaman di awal, nyiksa di belakang.
Secara umum, menurutku, semakin tipis sadel relatif semakin nyaman. Memang jadinya relatif keras (ndak empuk), tapi yg penting asal ndak kaku, harus punya sifat kelenturan tertentu (ini bisa relatif tergantung (selera) pengendaranya).
Secara khusus, pertimbangannya adalah soal bentuk. Kontur tubuh (terutama seputaran bokong) tiap orang beda2, jadi bentuk sadel yg cocokpun harus disesuaikan.
Faktor lain adalah tipe/kelas peruntukan sepedanya. Sadel yg pas untuk jenis hardtail belum tentu juga pas kalo dipasangkan di tipe fulsus, demikian juga untuk tipe rigid (tanpa suspensi).
---------- Post Merged at 11:19 AM ----------
Bwt Quattronya.
Punya saya yg Polygon tipenya dibawah itu yaitu Xtrada, sepeda jadul thn 2006 beda dgn Xtrada sekarang yg udah ada serienya (1.0 s/d 5.0). Tapi jeroannya udah habis rontok satu-persatu, tinggal framenya aja yg masih saya pertahankan soale udah termasuk 'klangenan'. Jadi jeroannya udah saya modif total.
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote

