Results 1 to 11 of 11

Thread: Pustaka Digital atau Pustaka Cetak?

  1. #1
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,049

    Pustaka Digital atau Pustaka Cetak?

    Ini pikiran yang selalu terbayang setiap kali duduk dan melihat lemari buku.

    Ada banyak buku, sebagian besar yang kubeli sudah kubaca terutama yang jumlah halamannya kurang dari 300. Tapi setelah selesai dibaca, lalu apa?
    Kujual kembali untuk kemudian tergeletak berbulan-bulan di kios buku bekas? Kusumbangkan ke perpustakaan untuk kemudian diselimuti debu dan menjadi pangan rayap? Disimpan dan memenuhi rumah?

    Terpikirkan untuk digitalisasi beberapa buku terutama yang langka dan penulisnya merupakan tokoh berpengaruh.
    Tapi kemudian terpikir apakah:
    1. perlukah aku minta izin pada keluarga pemegang hak ciptanya?
    2. apakah aku tidak mematikan bisnis toko buku bekas? dan yang paling penting
    3. memangnya aku punya waktu?


    Lalu aku pagi ini memindahkan buku dari folder Downloads ke folder aku biasa menyimpan file-file PDF.
    Banyak di antaranya adalah buku2 yang tidak dijual di toko buku di Indonesia.
    Sebagian sudah kubaca tetapi lebih banyak yang tidak.

    Saya punya kecenderungan untuk lebih memilih membaca yang sudah tercetak, bahkan kadang kubawa untuk hiburan ringan di bus, daripada membaca yang tersimpan di dalam cakram keras.

    Tapi kalau kucetak nanti kembali ke masalah pertama dong?
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  2. #2
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,053
    Saya pribadi melegalkan kalau hanya untuk koleksi pribadi,
    Tidak untuk didistribusikan pada orang lain.

    Fyi, tahun 2006 saya pernah scan semua bible perjanjian baru dan perjanjian lama
    yang masih ditulis menggunakan huruf jawa.
    kebetulan saat itu masih memiliki waktu banyak

    oia padahal itu bible minjem pada sesepuh gereja semasa beliau masih hidup

  3. #3
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,849
    saya tidak ada niat untuk mendigitalkan koleksi buku cetak yg sudah ada dirumah, karena menurut saya baik buku cetak maupun ebook ada kelebihannya masing2.. buku cetak lebih nyaman dibaca, dan bagus untuk dipajang, walaupun memakan ruang.
    namun demikian... sudah berapa tahun terakhir ini saya jarang sekali baca buku cetakan, saya hampir tidak pernah lagi membeli buku cetak. (ironis.. karena saya bekerja di percetakan... ) 90% buku yg saya beli adalah ebook.. alasan utama adalah kepraktisan, cukup bawa tablet sudah bisa baca setiap saat .

  4. #4
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,049
    Saya sebenarnya agak iri dengan tulisan-tulisan jadul di situs ini:
    http://www.marxists.org/indonesia/indones/index.htm

    Di koleksi ada buku-buku yang layak disebarluaskan tetapi ya itu... udah langka dan jarang diterbitkan ulang.
    Itu sebabnya ingin mendigitalkan.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  5. #5
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Saya berharap ada yang punya dan bikin kopi digital dari "Sawung Kampret".

    Soalnya kopi cetaknya dari majalah Humor udah nggak tau bisa di trek apa nggak
    A proud SpaceBattler now.

  6. #6
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,351
    masih prioritas pusstaka cetak, bahkan beli ebook pun ga mau, tapi kadang2 kalo perjalanan jauh bacaan terasa kurang untung sekarang internet ada dimana2, jadi bisa baca media cetak
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  7. #7
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,900
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    daripada membaca yang tersimpan di dalam cakram keras.
    Apaan tuh?

  8. #8
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,849
    cakram keras = hard disk

  9. #9
    aku juga punya ide kayak gini, digital library... bait penyebaran informasi & pengetahuan bisa melebar, otak kita gak cuma diisi sama bacaan barat saja ...
    semangat kaka

  10. #10
    Pustaka cetak masih punya alasan kuat dari aspek reliability, karena tanpa ada listrik barangnya masih tetap bisa dikonsumsi. Kena air juga, yang penting diangin2 dikit, masih akan tetap bisa dibaca.

    Masalahnya memang dimensinya yang berat dan memakan tempat. Harusnya kita bisa memikirkan solusi, bagaimana buku ini bisa jadi modular, mungkin ya. Pas mau dibaca, ya sesuai dengan halamannya. Pas ditutup ketika tidak dibaca, ya jadi tipis.

    *ngimpi*

  11. #11
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,053
    Di Arsip Nasional kalau tidak salah berusaha mengdigitalkan Arsip lama yang ada ya? #cmiiw

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •