Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 21 to 33 of 33

Thread: Lagi Kekerasan PRT

  1. #21
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Istri Pejabat Injak Pembantu
    Submitted by News Aggregator on Wed, 28/09/2005 - 09:47.
    Tags: Berita Hukum dan Kriminal
    SAMARINDA - Tindak kekerasan yang dilakukan majikan terhadap pembantu kembali terjadi di Samarinda. Kali ini korbannya adalah Rom (16) yang mengaku disiksa Yul (majikannya) yang diketahui sebagai istri seorang pejabat di Samarinda. Ironisnya kasus penganiayaan tersebut dilaporkan oleh tetangga Yul yang tinggal di kawasan Jl Basuki Rahmat, Samarinda, Selasa (27/9) sekitar pukul 10.00 Wita.

    Pelapor mengaku mendengar suara jeritan korban akibat siksaan yang dilakukan oleh pelaku. Kejadian yang didengarnya itu segera diadukan ke Poltabes Samarinda untuk melaporkan kejadian tersebut. Laporan tersebut langsung ditindak lanjuti oleh petugas Poltabes Samarinda.

    Polisi menemukan kondisi Rom mengalami luka akibat penyiksaan. Bagian mata sebelah kiri lebam yang menurut pengakuannya telah diinjak majikannya. Tak hanya itu. Punggung korban dan beberapa bagian tubuh lainnya tak luput dari siksaan.

    Romani mengatakan bahwa penyiksaan tersebut telah dialami selama dua minggu terakhir dari 2 tahun melayani keluarga majikannya. Penyiksaan dilakukan disebabkan karena permasalahan sepele. Seperti, Rom salah meletakkan jas, telat mencuci piring, anak majikan telat makan, karena anaknya tak mau makan. "Karena kesalahan itu majikan saya marah-marah," aku Rom.

    Siksaan nyaris dialami setiap hari. Dipukul memakai tangan kosong, diinjak dan dipukul dengan menggunakan alat. "Kalau marah, saya biasanya dipukul dan diinjak-injak. Terkadang memukul punggung saya dengan gagang sapu. Pernah juga muka saya ditonjok, dilempar pakai sikat dan dibenturkan ke jendela," tuturnya.

    Kapoltabes Samarinda Kombespol Drs Maruli Wagner Damanik didampingi Kasat Reskrim Kompol Toni Harsono SIK membenarkan penangkapan yang dilakukan terhadap Yul akibat penyiksaan yang dilakukan terhadap pembantu rumahtangganya bernama Rom. "Hingga kini pelaku masih kami mintai keterangannya secara intensif," ujarnya. Korban pun telah diinapkan di sebuah tempat yang dirahasiakan. "Lagipula keluarga korban tak ada di Samarinda. Karena itu, untuk sementara korban akan kami inapkan disuatu tempat sambil menunggu proses penyelidikan berlangsung," ucap Toni.

    Perbuatan Yul, menurut Toni sangat bertentangan dengan UU No 22 tahun 2004, tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga. Sehingga untuk proses kedepannya akan menggunakan pasal-pasal yang ada didalam UU tersebut.(*/ak)

  2. #22
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Bibir Pembantu Digunting Majikan
    Dibakar dengan Besi Panas




    Liputan6.com
    Madinah, Senin

    Sumiati binti Salan Mustapa terkulai lemah di Rumah Sakit King Fahd, Madinah, Arab Saudi, setelah bibirnya digunting dan dibakar dengan besi panas oleh majikannya.

    Kasus wanita berusia 23 tahun asal Dompu, Bima, Nusa Tenggara Barat, itu menambah panjang daftar tenaga kerja wanita Indonesia yang disiksa selama bekerja.

    Menurut Konsul Indonesia untuk Perlindungan WNI di Arab Saudi, Didi Wahyudi, kemarin, Sumiati tiba di Arab Saudi pada 18 Juli 2010 dan bekerja untuk sebuah keluarga di Madinah. Didi menuntut agar majikan yang menyiksanya bertanggung jawab atas luka-luka para Sumiati itu.

    Konsulat Jenderal Republik Indonesia KJRI di Madinah baru menerima laporan penganiayaan Sumiati pada 8 November 2010. Perwakilan KJRI langsung mengunjungi Sumiati yang tengah dirawat di RS King Fahd.

    Dari kunjungan itu diketahui bahwa kondisi Sumiati sangat memperihatinkan. Hampir seluruh bagian tubuh, wajah, dan kedua kakinya luka-luka.

    "Kami menginginkan keadilan bagi para pekerja kami. Korban telah diperlakukan sama sekali tidak Islami dan tidak manusiawi. Ini menunjukkan keluarga majikannya tidak bertanggung jawab dan kami ingin mengeluh tentang hal itu," kata Wahyudi, sebagaimana dilansir Liputan6.com.

    Kisahnya mulai terungkap ketika Sumiati, yang datang ke Arab Saudi untuk bekerja dengan gaji 800 real per bulan, dibawa ke rumah sakit swasta di Madinah. Rumah sakit itu tak mampu menangani Sumiati karena lukanya terlalu berat, sehingga dipindahkan ke RS King Fahd.

    "Sumiati dalam kondisi sangat serius," kata Miea Mirlina, petugas di RS King Fahad.

    Miea menambahkan, "Tubuhnya dibakar, kedua kakinya tidak bisa digerakkan, beberapa bagian kulit di atas kepalanya terkelupas dan banyak luka lama di dalam tubuhnya, termasuk kulit di bibir dan kepala, jari tengah retak, dan potongan di dekat mata. Tubuhnya menunjukkan bagaimana dia diperlakukan dengan buruk."

    Menurut Miea, pembantu yang tak bisa berbicara bahasa Arab dan Inggris itu diperlakukan sangat buruk oleh ibu dan anak perempuan majikannya. Besi panas sering menjadi alat penyiksaan. Sumiati bisa pulih dalam waktu minimal dua minggu dan akan menjalani operasi plastik.

    Indonesia mengutuk

    Pemerintah Indonesia mengutuk keras aksi potong bibir Sumiati itu. "Pemerintah Indonesia mengutuk penganiayaan terhadap Sumiati," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene dalam jumpa pers di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin, sebagaimana dilansir Tribunnews.com.

    Media massa di Arab Saudi memberitakan bahwa kedua kaki Sumiati nyaris lumpuh, kulit tubuh dan kepala terkelupas, jari tengah tangan retak, alis mata rusak. Pemerintah Indonesia menyebut perbuatan majikan Sumiati sangatlah tidak berperikemanusiaan.

    Karena itu, Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta, Abdulrahman Mohammad Amen Al Khayyat. Dalam pertemuan itu, Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu mendesak pemerintah Arab Saudi untuk menyeret pelaku ke pengadilan.

    Langkah konkret Pemerintah Indonesia lainnya adalah melalui KJRI telah melaporkan kasus ini ke kepolisian setempat dan mempersiapkan pendamping pengacara kepada korban untuk proses hukum lebih lanjut.

    "Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, akan terus memastikan langkah-langkah efektif untuk perlindungan WNI di luar negeri," tegas Michael.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan segera bertindak. "Presiden sedang mencari laporan yang lebih lengkap, mencari informasi yang akurat," kata Juru Bicara Kepresidenan Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha kepada Detik.com.

    Untuk langkah awal meringankan derita Sumiati, Pemerintah Indonesia segera mendatangkan keluarganya ke Madinah.

    "Kementerian Luar Negeri akan memfasilitasi wakil keluarga, didampingi pejabat Kemenlu, ke Madinah untuk memberikan dukungan terhadap Sumiati. Semoga besok pagi (hari ini—Red) sudah bisa ke Jakarta," ujar Michael.

    Terjadi pembiaran

    Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mendesak pemerintah melalui Kemenlu serta Kementerian Tenaga kerja dan Transmigrasi untuk segera bertindak.

    "Ini tentu amat memukul rasa kemanusiaan dan harga diri bangsa. Kemenlu dan Kemenaker harus segera bertindak, akhiri penderitaan TKI di luar negeri, akhiri martabat anak bangsa yang selalu dilecehkan," tegas Lukman kepada Tribunnews.com.

    Sementara itu, Direktur Eksekutif Migran Care Anis Hidayah mengatakan, kasus Sumiati ini menegaskan telah terjadi pembiaran terhadap berbagai kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia atas pembantu rumah tangga (PRT) migran.

    Menurut Anis, sudah terlalu banyak PRT migran yang menjadi korban, namun pemerintah tak menganggap itu sebagai persoalan serius yang menuntut perhatian dan tindakan kongkret agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

    "Berdasarkan kasus ini, mestinya, kedua pemerintah, terutama Pemerintah Indonesia, mengakui kegagalan dalam melindungi PRT migran. Ketiadaan Memorandum of Understanding Pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi tentang perlindungan PRT migran Indonesia menjadi cermin buruk bagi kedua negara. Absennya proteksi hukum bagi buruh migran membuka ruang lebar untuk berbagai kekerasan dan pelanggaran terhadap mereka," ucap Anis.

    Ironisnya, kedua negara itu juga seragam dalam menolak konvensi organisasi buruh internasional (ILO) untuk perlindungan PRT. (fik)

  3. #23
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Perlu ada Organisasi persekutuan (union) prt nih.

  4. #24
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    Sh*** serem banget bibirnya digunting

  5. #25
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    bukan manusia tuh yg siksa... tapi binatang!

  6. #26
    pelanggan tetap indraprime's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    735
    sudahlah... mereka akan mendapatkan balasan atas apa yg mereka kerjakan di akherat nanti,
    Jual PVC HOT dan SE.XY
    http://www.kopimaya.com/forum/showth...1310#post21310

    Jual CONVERTER Controller Playstation 2 TO PC USB
    http://www.kopimaya.com/forum/showth...1312#post21312

  7. #27
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    yang lakukan itu orang2 gak ber agama.. jadi mereka pikir gak ada neraka ...

  8. #28
    pelanggan setia gembel's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    perbatasan
    Posts
    2,068
    Quote Originally Posted by ancuur View Post
    yang lakukan itu orang2 gak ber agama.. jadi mereka pikir gak ada neraka ...
    beragama tapi tidak menjalankan ajarannay dengan benar...
    belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com

  9. #29
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    pemerintah mustinya mulai serius membahas masalah ini, musti dilegalkan pekerja domestik ini sehingga kedudukan mereka sama dengan pekerja formal

  10. #30
    pelanggan setia gembel's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    perbatasan
    Posts
    2,068
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    pemerintah mustinya mulai serius membahas masalah ini, musti dilegalkan pekerja domestik ini sehingga kedudukan mereka sama dengan pekerja formal
    pemerintah mode on.

    Maaf, kami sedang mengurusi pajak

    pemerintah mode off.
    belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com

  11. #31
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    Quote Originally Posted by BundaNa
    pemerintah mustinya mulai serius membahas masalah ini, musti dilegalkan pekerja domestik ini sehingga kedudukan mereka sama dengan pekerja formal
    pak SBY bilang TKI katanya mau di kasih HP satu2 supaya terdeteksi keberadaan masing2..

  12. #32
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Mana buktinya? :p

  13. #33
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    Buat apa hp ntar alesan sinyal ga menjangkau

Page 2 of 2 FirstFirst 12

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •