Berbeda dengan film Letters to God, yang juga mengkisahkan tentang kehidupan pengidap kanker.
Meski di setiap film pasti ada sisi pembelajarannya.
Kalau yang Letter to God, mampu membawa ke perenungan yang terlalu jauh dan kalau terlalu larut bikin sedih nontonnya. Jangankan nonton movienya. Pernah dikasi ama teman bukunya Letter to God aja udah bikin gw mewek2 pas baca halaman2 pertama. Kutipan2 kalimatnya itu loh. Mungkin karena ada keterlibatan emosi pernah kehilangan saudara kandung karena mengidap sakit kanker.

Kalau di film ini apa yah.. Seperti yang gw bilang sebelumnya, penyampaiannya lebih unik. Mungkin karena kehidupan anak remaja. Banyak perumpamaan2nya juga sih yang diadaptasi dari Novel yang dikagumi oleh Hazel. Dan cara August mencintai Hazel. Semuanya terkesan logis. Ada beberapa adegan yang kaga bisa ketebak.
Meski ada juga yang bisa ketebak.

Aku pikir setiap manusia pasti meninggal, entah bagaimana caranya mereka meninggal. Tapi yang terpenting adalah bagaimana dia saat masih menjalani kehidupan, dan bagaimana kehidupan dia bisa dijadikan suatu pembelajaran bagi siapapun yang ditinggalkannya. Kita akan banyak belajar dari August juga Hazel.