Lanjut ke ...
Terens Owang Puhiri
+: Siapa tuh? Baru dengar.
-: Ini saingannya Evan Dimas.
+: Maksudnya?
-: Yuks...kita kulik lebih jauh lagi
Kenapa disebut saingan kapten tim U19 Evan Dimas? Karena skill dan posisi keduanya disebut identik yaitu di bermain sebagai playmaker, sampai-sampai setiap pelatih hanya bisa memilih salah satu di antaranya dalam setiap kesempatan.
Di mata sang pelatih (U16), gaya bermain Terens Owang Puhiri sangat mirip dengan Evan Dimas. Bahkan, Mundari Karya pernah mencoret nama Evan Dimas demi memaksimalkan potensi Terens Owang Puhiri.
“Terens ini punya skill dan ketenangan, setipe dengan Evan Dimas. Bahkan, saya saat itu memilih Terens dibanding Evan. Evan saat itu juga ikut TC di U16. Seharusnya, dia (Terens Owang Puhiri) bisa menjawab kepercayaan Indra Sjafri,” - Mundari Karya.
“Dia sudah kami coba di tiga posisi, tetap saja tidak ada perkembangan dan kalah bersaing dengan pemain lain,” - Indra Sjafri.
Saat training camp di Malang akhir tahun lalu, Terens terlambat datang karena sedang menjadi motor tim Piala Pelajar U18 di Thailand yang lolos hingga ke babak final. Tim ini keluar sebagai runner-up yang merupakan prestasi terbaik kedua setelah menjadi juara di ajang yang sama pada tahun 1985. Terens pernah berlatih di Arsenal selama dua pekan di tahun 2011 setelah lolos seleksi National Camp Tunas Garuda di SSI Arsenal. Kini ia menjadi bagian dari tim U21 Persisam Samarinda, dan kemungkinan akan mengikuti seleksi timnas U23.
Nah, jika sebenarnya kemampuan Terens tidak jauh-jauh amat dari Evan Dimas, kenapa dia malah disingkirkan bukannya dipertahankan sebagai pelapis? Cari playmaker itu susahnya setengah mati karena harus punya kejelian membaca permainan. Bayangkan kalau Evan Dimas sedang macet, ada masalah pribadi atau cedera. Siapa yang akan menggantikan untuk mengatur serangan? No one. Tidak ada di timnas U19 saat ini yang punya posisi playmaker sejati. Baru-baru ini saja Paulo Oktavianus Sitanggang menunjukkan kecerdasan membangun serangan, namun bentuknya masih sporadis.
Menurut saya pribadi, Indra Sjafri harus memikir ulang tentang pemanggilan Terens. Sebagai perbandingan, Septian David Maulana yang sama-sama motor serangan di final Piala Pelajar menunjukkan perkembangan yang bagus walaupun berposisi sebagai pemain cadangan. Sedangkan pemain-pemain yang sudah terlalu lama di zona nyaman semacam Ilham Udin atau Muchlis Hadi harus dibikin berdebar-debar lagi karena masih banyak talenta di luar sana yang tak kalah atau bahkan lebih baik dari mereka. Itu baru namanya konsisten dengan promosi dan degradasi.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote