Baru kedatangan mantan pembantu... beliau pulang umroh, jadi sekalian mampir di rumah sebelum kembali ke kampungnya di Sulawesi sana.
Ketemu dengan siMbak sekitar enam tahun lalu di Jawa Timur. Waktu itu kami sedang pulang kampung membawa si kakak yang belum lama lahir. Ngobrol-ngobrol di sebuah depot, ketemulah dengan siMbak yang sedang jadi pelayan magang di sana. Ngobrol lebih jauh, dia cerita tentang dirinya yang sedang merantau dari Sulawesi. Waktu itu umurnya di pertengahan 20-an.
Ngobrol-ngobrol lagi, dia setuju kami boyong ke Bogor sebagai PRT.
Demikianlah siMbak ikut kami selama tiga tahun. Kerjanya layak dipuji dan dia jadi pemomong yang baik buat si kakak. Melihat cita-citanya yang tinggi, siMbak itu kami jejali dengan berbagai bacaan dan kursus-kursus.
Sehingga dua tahun kemudian datang berita dari kampung bahwa ibunya sakit dan sepertinya tanpa harapan. Maka siMbak-pun pamit.
Kami tidak mendengar kabarnya lagi sampai hari ini.
Jadi dia terinspirasi dengan buku-buku yang dia baca... mulailah dia membuka usaha dagang di kampung dari tabungannya selama tiga tahun bareng kami (sistemnya, gaji kami masukkan rekening atas nama dia, dan sangat menganjurkan dia untuk membiarkan gajinya tertabung di sana, jangan diambil kecuali mendesak. Kebutuhannya selama bareng kami, kami yang tanggung).
Saat ini dia sudah jadi juragan kecil perdagangan pakaian Jawa-Sulawesi. Setiap bulan dia terbang ke Jawa Timur untuk kulakan baju-baju dan bahan dagangan lain.
Tampilannya masih sederhana seperti yang kami ingat, tapi sekarang dia sudah tidak kesulitan belanja tiket Surabaya-Makassar PP setiap bulan, termasuk bagasi untuk sekian koli pakaian. Sudah berangkat Umroh sambil menunggu giliran untuk haji...
***
Jadi pingin pensiun...![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote