hu umh sih, kemaren juga sempat diceritani sama dokter tetangga yang cerita kalau kedua anaknya dimasukin ke paud-tk yang sama dengan anak dan keponakan saya, katanya anak pertamanya dimasukin sd terlalu dini, sehingga prestasinya kurang, tapi anak keduanya dimasukin setelah umurnya lebih dari kakaknya malah prestasinya bagus.

tapi disisi lain, pengalaman saya pribadi, saya masuk tk umur 6th, dan alhamdulillah prestasi saya lumayan lah (stabil di 5besar kelas 1-6sd). saya mikirnya, bisa kan anak saya juga memiliki gen saya yang sama? apalagi melihat kecenderungan si kecil yang sudah "in" mengenal abjad dan numerik..

kira2, tolok ukurnya apa saja ya untuk melihat kesiapan si anak? (sejauh ini saya baru tahu soal minat si kecil dan pertimbangan dari para gurunya/pihak sekolah)...

---------- Post Merged at 08:02 AM ----------

Quote Originally Posted by 234 View Post

Saran saya sih kalo memang si anak scr kemampuan sebenarnya udah layak masuk SD (misalnya udah pintar calistung) sebaiknya diisi dgn kesibukan dirumah untuk diajarkan agar, misalnya, gemar membaca melalui buku2 cerita atau permainan semacam puzzle untuk mengasah intelegensia dan daya kreatifitasnya scr umum, sambil menunggu masuk SD di tahun berikutnya. Tapi kalo memang si anak benar2 terlihat punya kemampuan "super" sih menurutku ya sebaiknya segera dimasukkan ke SD soale sayang kalo kelebihan tsb ndak segera tersalurkan.
ah, puzzle dia udah khatam pak... sejak bayi sudah saya kenalkan puzle dan dia menikmatinya, 3kali bongkar pasang sudah hapal... (berbagai puzzle sudah saya belikan, tapi baru sebatas puzzle dua dimensi), yang merangkai2 kea merangkai meja kursi dari kayu itu belum...

sekarang aulia juga udah sering "membaca" dengan suara pelan/keras seolah2 dia sedang membaca. dia pegang buku, lalu membaca mengulang (dengan bahasanya sendiri) apa yang pernah saya bacakan untuk dia. apakah ini bukan indikasi dia memang siap masuk sd ya pak? mohon pencerahannya...

---------- Post Merged at 08:03 AM ----------

Quote Originally Posted by cha_n View Post
iya, sekolah ga cuma IQ, harus perhatikan juga kesiapan EQ, SQ anak
kalau kesiapan EQ dan SQ yang dimaksud kek gemana kak chan? parameternya apa kira2 menurut kak chan?

---------- Post Merged at 08:10 AM ----------

Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
Emangnya kalau Lulus SMA lalu travelling n macam2
selama setahun, peluang lulus SMBPTN atau macam2
sekolah kedinasannya masih ada?

Jatah SMBPTN cuma 30% bangku PTN, 50% merupakan
Jalur Undangan lulusan SMA/SMK di tahun yang sama.
Sekolah kedinasan juga hanya bagi lulusan tahun yang
sama, CMIIW.

Kecuali memang diniatkan ambil swasta atau kuliah sambil
bekerja nantinya ya ngga apa-apa.
masih.. kalau dia lulus 17,5 th, maksimal 3 th dari kelulusan, kuliah swasta juga tidak apa2.. (jika memang dia menginginkan itu). mau nyelesein sampai kuliah juga tidak masalah. intinya sih um, saya pengen dia punya bekal (berarti minimal kudu sarjana ya), minimal, jadi dia bisa mengeksplore dirinya dan dunia..

---------- Post Merged at 08:12 AM ----------

Quote Originally Posted by tuscany View Post
[MENTION=62]eve[/MENTION]: sekolah itu juga bisa untuk menikmati hidup loh, kecuali kalo dianggap sebagai beban hidup ya lain lagi ceritanya.
bebannya tus, "harus masuk setiap hari saban pagi" sebuah rutinitas, apakah itu bukan sebuah beban? beban dalam artian positif sih.. dan itu kan kea sebuah keharusan, semua anak harus sekolah, harus masuk setiap hari, padahal menurut saya pribadi, dunia masih luas dari sekedar sekolah... cmiiw