aku malah ga mau masukin hegel sd cepet2. dia udah bisa baca (baca buku mulu sekarang), udah bisa ngaji, dst dst. tapi nggak lah kasihan anaknya. waktunya main ya main, kalau sudah sd pelajaran lebih serius.
kesuksesan anak bukan dari umur berapa dia lulus sma, tapi apakah dia bisa menikmati hidupnya, mencintai pilihannya, menghargai setiap proses pendewasaannya.

pembandingnya, adikku sd umur 5.5 tahun. kecepatan sih, itu juga masuk swasta. kalau negeri ga diterima. anaknya sih sepertinya fine2 aja, secara mental dari awal dia emang lebih serius dari anakku.

tapi kembali ke ortunya, intinya jangan memaksakan.kenali anak kita sendiri, jangan ikut2an. tiap anak unik