Page 32 of 40 FirstFirst ... 223031323334 ... LastLast
Results 621 to 640 of 798

Thread: Jokowi - JK... What's next?

  1. #621
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    Yang lucu masa dia gak dikasih tau secara garis besar nominalnya itu, jadi ya tanda tangan aja gituh
    Lucu yah.. eh sekarang ketauan..
    hasil akhirnya gimana?

  2. #622
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Gw tau maksud dari istilah 'kapal selam' maupun 'pempek kapal selam', karena itu gw gak tanya lu. Tapi istilah 'tol laut' apa? Ini istilah baru. Nah lu sebagai orang yg sering posting ttg 'tol laut' (alias Jokower) seharusnya bisa menjelaskan apa maksud dari 'tol laut' tsb.

    Kagak perlu beli kapal sendiri? Maksud lu, beli kapal sendiri akan 'lebih lambat' dibandingkan sewa kapal asing, begitukah?
    Nah.. at least ud mau mikir. SEkarang tinggal cari info sendiri. Mosok gw jauh di belanda musti ngejelasin lu yang di depok info tentang pembangunan di indonesia.
    Lu jelasin dah ke gw yang jauh. Ato jangan2 lu tinggal di dunia lain?

  3. #623
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    Kalo kamu jadi owner perusahaan besar kamu banyak yg ga tahu biaya2 yg di pakai perush karna itulah kamu gaji manager finance/acc,kamu bahkan ga tahu kalo perush kamu "dirampok" kamu cuma bakal tahu kalo perush kamu diaudit, nah hal yg sama dengan juga berlaku untuk presiden, kalo yg cere2 juga diurus untuk apa ada mentri, dirjen, dll, jadi yah ga salah jokowi ngomel donk
    Quote Originally Posted by GiKu View Post
    ^
    berarti itu kesalahan internal ya, Kong
    orang luar taunya kan kepalanya
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    Orang luar tahunya "Jokowi yang Salah"




    ---------- Post Merged at 01:56 PM ----------

    Orang luar tahunya "Jokowi yang Salah"


    Errr... tidak.
    Jokowi memang salah.

    Siapapun yang tanda tangan terakhir, ikut nanggung dosa.

    Contoh nih, kasus kredit macet yang ikut menyeret Account Officer bank BRI cabang Pasar Minggu.
    biarpun akad kreditnya bukan dia.
    biarpun tak ada surat alih tanggung jawab dari Account Officer sebelumnya ke tersangka,
    biarpun si Account Officer dipaksa ama bosnya,
    tetapi di mata para bankir, sekali si AO tanda tangan maka dia ikut salah.

    Gak ada cerita "tanda tangan" tanpa mengetahui isinya.


    Saya akan lebih menghormati kalau beliau bilang "oh.. saya saat itu menandatangani dalam kondisi blablablabla dan tampaknya saat ini tidak tepat" daripada menyalahkan bawahan.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  4. #624
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Jokowi memang salah karena telah menandatangani tanpa membaca. Sama kek ortu gw dulu tanda tangan gw boongin.

    Yg paling penting adalah mengubah kebijkan yang salah tsb.
    Kalo mengaku salah t'rus ga diganti ya percuma.

    Dan gw ga ngerti salahnya apa menyalahkan bawahan kalo ada kebijakan keluar yg ga sesuai dengan keinginan pimpinan? Sebelum harus ditandatangani kan seharusnya ada screening dulu. Mosok presiden musti baca ratusan dokumen?

    Last edited by ndableg; 06-04-2015 at 04:44 PM.

  5. #625
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Kalo Peraturan Presiden ya yg ttd si Presiden sendiri, mosok menterinya. Presiden main ttd aja gitu, gak baca-baca dulu apa isi peraturannya? Wah gawat nih...
    Gawat memang kalo ada penyusup di istana.

  6. #626
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Dan gw ga ngerti salahnya apa menyalahkan bawahan kalo ada kebijakan keluar yg ga sesuai dengan keinginan pimpinan? Sebelum harus ditandatangani kan seharusnya ada screening dulu. Mosok presiden musti baca ratusan dokumen?
    Err.. kabar buruknya.. Iya.
    Nyokap gue yang cuma pejabat setingkat wakil direktur di bank, dulu mesti membaca ratusan dokumen sebelum menandatanganinya satu per satu.

    Dan gue juga di kerjaan gue sebagai konsultan, gw pernah melihat direktur RS, mengecek satu per-satu dari ratusan dokumen permintaan pembayaran yang harus ditandatanganinya dan itu satu keranjang penuh dokumen yang isinya jumlah angka duit semua. Dia harus cek lagi bukan sekedar dari faktur tetapi dari permintaan pembeliannya.

    Dalam dua kasus yang kusebutkan tadi,
    itu sudah di-screening oleh anak buahnya berlapis-lapis.

    Dalam kasus RS yang pernah gue amatin, itu, si direktur masih cukup sering menemukan permintaan pembelian palsu yang disisipkan vendor nakal, di antara ratusan dokumen.
    Last edited by kandalf; 06-04-2015 at 04:46 PM.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  7. #627
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Kebetulan gw pernah kerja di pemerintahan dan yup yang dibilang kandalf itu bener. Siapa yang paling tinggi jabatannya dan tanda tangan, itu artinya dia pemegang kekuasaan dan harus bertanggung jawab.
    Intinya kalo bikin tanda tangan ya mbok dibaca dulu dengan seksama, atau kalau semalas itu untuk membaca nanya garis besarnya kaya apaan.
    Jangan kaya anak kecil yang kerjaannya nyalahin kalau lagi ada masalah.
    You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.

  8. #628
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Lu ngomong ape sih?

    Maksud lu, jaman SBY, gaji direktur gak dipotong asuransi oleh pemerintah? Tapi sekarang, jaman Jokowi, gaji direktur dipotong, gitu?

    [
    yup, semacam subsidi silang

    Quote Originally Posted by GiKu View Post
    ^
    berarti itu kesalahan internal ya, Kong
    orang luar taunya kan kepalanya
    yoi, jokowi juga salah kok, minimal salah pilih orang, dan kalo gw baca, jokowi ga melemparkan SEMUA kesalahan tapi SEBAGIAN BESAR kesalahan ke mentrinya

    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Err.. kabar buruknya.. Iya.
    Nyokap gue yang cuma pejabat setingkat wakil direktur di bank, dulu mesti membaca ratusan dokumen sebelum menandatanganinya satu per satu.
    Dan gue juga di kerjaan gue sebagai konsultan, gw pernah melihat direktur RS, mengecek satu per-satu dari ratusan dokumen permintaan pembayaran yang harus ditandatanganinya dan itu satu keranjang penuh dokumen yang isinya duit semua.

    Dalam dua kasus yang kusebutkan tadi,
    itu sudah di-screening oleh anak buahnya.
    ok dalam kasus ini misal anak buah ibu kamu korupsi, dan ditetapkan sebagai tersangka korupsi, menurut kamu ibu kamu kalo ga bersalah menurut kamu ibu kamu tuduhannya apa, ikutan korupsi atau lalai melaksanakan tugas?

    hal yg sama juga berlaku waktu om kandalf jadi konsultan, mis ada yg korupsi dan lolos screening om kandalf, menurut om kandalf , om bakal dituduh sebagai kaki tangan korupsi kaga?
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  9. #629
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Err.. kabar buruknya.. Iya.
    Nyokap gue yang cuma pejabat setingkat wakil direktur di bank, dulu mesti membaca ratusan dokumen sebelum menandatanganinya satu per satu.
    Juga presiden direkturnya?

    Dan gue juga di kerjaan gue sebagai konsultan, gw pernah melihat direktur RS, mengecek satu per-satu dari ratusan dokumen permintaan pembayaran yang harus ditandatanganinya dan itu satu keranjang penuh dokumen yang isinya jumlah angka duit semua. Dia harus cek lagi bukan sekedar dari faktur tetapi dari permintaan pembeliannya.

    Dalam dua kasus yang kusebutkan tadi,
    itu sudah di-screening oleh anak buahnya berlapis-lapis.

    Dalam kasus RS yang pernah gue amatin, itu, si direktur masih cukup sering menemukan permintaan pembelian palsu yang disisipkan vendor nakal, di antara ratusan dokumen.
    Pernah itu maksudnya semua setiap waktu tanpa ada yg terlewatkan? Buat apa ada screening dong?

  10. #630
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    Kebetulan gw pernah kerja di pemerintahan dan yup yang dibilang kandalf itu bener. Siapa yang paling tinggi jabatannya dan tanda tangan, itu artinya dia pemegang kekuasaan dan harus bertanggung jawab.
    Intinya kalo bikin tanda tangan ya mbok dibaca dulu dengan seksama, atau kalau semalas itu untuk membaca nanya garis besarnya kaya apaan.
    Jangan kaya anak kecil yang kerjaannya nyalahin kalau lagi ada masalah.
    Pertanggungjawabannya adalah membatalkan kebijakan tsb. t'rus minta apa lagi?

  11. #631
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    Kebetulan gw pernah kerja di pemerintahan dan yup yang dibilang kandalf itu bener. Siapa yang paling tinggi jabatannya dan tanda tangan, itu artinya dia pemegang kekuasaan dan harus bertanggung jawab.
    Intinya kalo bikin tanda tangan ya mbok dibaca dulu dengan seksama, atau kalau semalas itu untuk membaca nanya garis besarnya kaya apaan.
    Jangan kaya anak kecil yang kerjaannya nyalahin kalau lagi ada masalah.
    tanggung jawabnya dalam bentuk apa dulu nih?

    bukannya udah di JAWAB Jokowi yg NANGGUNG Mentrinya ::
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  12. #632
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Betul.. jadi ga sabar reshuffle kabinet.

  13. #633
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Juga presiden direkturnya?



    Pernah itu maksudnya semua setiap waktu tanpa ada yg terlewatkan? Buat apa ada screening dong?
    Karena itu ada delegasi wewenang, Bleg.
    Jadi gak semua keputusan di tangan direktur.

    Jadi direktur tidak perlu membaca segala pernak-pernik hal.
    Misalnya, direktur tidak perlu tandatangan Permintaan Pembelian (Purchase Order). Jadi kalau ada masalah dengan supplier yang tidak bertanggung jawab, bagian pengadaan yang bertanggung jawab.

    Tetapi setiap dokumen yang membutuhkan tandatangan direktur, ya direktur ikut tanggung jawab.
    Jadi gak ada cerita "tanda tangan" tetapi tidak membaca dokumennya.

    Oh iya,
    screening bukan berarti tingkat atas tidak ikut tanggung jawab.
    Ikut ditandatangani oleh atasan berarti tingkat atas ikut bertanggung jawab. Kalau atasan merasa janggal maka atasan jangan tandatangan tetapi koreksi lagi.
    Last edited by kandalf; 06-04-2015 at 05:23 PM.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  14. #634
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Karena itu ada delegasi wewenang, Bleg.
    Jadi gak semua keputusan di tangan direktur.

    Jadi direktur tidak perlu membaca segala pernak-pernik hal.
    Misalnya, direktur tidak perlu tandatangan Permintaan Pembelian (Purchase Order). Jadi kalau ada masalah dengan supplier yang tidak bertanggung jawab, bagian pengadaan yang bertanggung jawab.

    Tetapi setiap dokumen yang membutuhkan tandatangan direktur, ya direktur ikut tanggung jawab.
    Jadi gak ada cerita "tanda tangan" tetapi tidak membaca dokumennya.
    Ok bagaimana kalo analogi PO nya diganti dengan CEK? Semua cek kan harus di ttd oleh Direktur, apakah berarti Direkturnya ikut bersalah kalo terjadi "kesalahan" dalam pembayaran
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  15. #635
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Jadi direktur tidak perlu membaca segala pernak-pernik hal.
    Misalnya, direktur tidak perlu tandatangan Permintaan Pembelian (Purchase Order). Jadi kalau ada masalah dengan supplier yang tidak bertanggung jawab, bagian pengadaan yang bertanggung jawab.

    Tetapi setiap dokumen yang membutuhkan tandatangan direktur, ya direktur ikut tanggung jawab.
    Jadi gak ada cerita "tanda tangan" tetapi tidak membaca dokumennya.
    Direktur jg perlu baca ratusan dokumen yg telah dibaca wakil direktur.
    Goodbye efficiency. Goodbye trust. Goodbye teamwork.
    Mending ga usah ada wakil dan bagian screening. Buat apa gw gaji. Akhirnya gw pecat2in. Eh.. dibilang nyalah2in bawahan.

  16. #636
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Direktur jg perlu baca ratusan dokumen yg telah dibaca wakil direktur.
    Goodbye efficiency. Goodbye trust. Goodbye teamwork.
    Mending ga usah ada wakil dan bagian screening. Buat apa gw gaji. Akhirnya gw pecat2in. Eh.. dibilang nyalah2in bawahan.
    gak ahh, dulu waktu masih MD ga perlu gw check, ttd cek juga gak pernah gw check, dan jangan lupa kalo kita direkutr perush swasta kita bisa pilih orang yg kita percaya, presiden kaga karna harus pilih sesuai tuntutan masyarakat, sesuai tuntutan partai, dll
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  17. #637
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    Ok bagaimana kalo analogi PO nya diganti dengan CEK? Semua cek kan harus di ttd oleh Direktur, apakah berarti Direkturnya ikut bersalah kalo terjadi "kesalahan" dalam pembayaran
    Nih ya.
    ini kasus salah satu RS di Kaltim. (kalau kasus perusahaan manufaktur yang sekarang kutangani beda lagi).
    PO -> Direktur gak tanggung jawab.

    Proses pembayaran sendiri terbagi dua
    1. proses persetujuan pembayaran
    2. proses pembayarannya sendiri

    Proses persetujuan pembayaran : -> Direktur keuangan terlibat untuk menyetujui.
    Jadi kalau ada barang yang harusnya tidak dibayar, direktur keuangan ikut bertanggung jawab.

    Kalau barang yang dibeli adalah fixed asset, tidak hanya direktur keuangan tetapi direktur utama juga harus tandatangan alias menyetujui.

    Proses Pembayaran: -> Hanya Kepala Divisi Keuangan.
    Jadi Kepala Divisi Keuangan membagi jadwal kapan dibayarkan, mempertimbangkan bank buka, jadwal kedatangan pegawai bank, peringkat vendor, dan sebagainya.

    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Direktur jg perlu baca ratusan dokumen yg telah dibaca wakil direktur.
    Goodbye efficiency. Goodbye trust. Goodbye teamwork.
    Mending ga usah ada wakil dan bagian screening. Buat apa gw gaji. Akhirnya gw pecat2in. Eh.. dibilang nyalah2in bawahan.
    Kalau kau kerja di bagian perbankan atau di keuangan (dan gue baik sebagai developer maupun konsultan banyak berhubungan dengan mereka),
    justru dogmanya adalah "trust no one" alias tidak percaya siapapun.
    Efisiensi tidak menduduki peringkat pertama. Keamanan jauh lebih utama.
    Teamwork-nya adalah saling mengawasi dan saling memeriksa.

    ---------- Post Merged at 06:45 PM ----------

    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    gak ahh, dulu waktu masih MD ga perlu gw check, ttd cek juga gak pernah gw check, dan jangan lupa kalo kita direkutr perush swasta kita bisa pilih orang yg kita percaya, presiden kaga karna harus pilih sesuai tuntutan masyarakat, sesuai tuntutan partai, dll
    Itu kejadian di RS klien gue setahun sebelum gue datang. Hasilnya? Banyak cek kosong yang disalahgunakan. Banyak juga klaim tagihan dengan jumlah cukup gede. Ada dana yang hilang juga tanpa ada yang mempertanggungjawabkan.

    Karena RS klien gue adalah RS misionaris di mana mereka berusaha menyelesaikan masalah dengan cara kekeluargaan, tak ada yang dipidana.
    Yang ada adalah mutasi gede-gedean dan mengganti direktur keuangan yang baru, beserta kepala divisi keuangan yang baru.

    Dalam setahun itu, mereka bersih2 semua permainan kotor oknum-oknum di RS tersebut dan saat perusahaan gue disewa, permainan kotor itu masih ada tetapi jumlahnya sudah tidak sebanyak sebelumnya (ini komentar para karyawan yang kuwawancara). Memang ada beberapa karyawan yang mengeluhkan bahwa meminta duit sekarang lebih sulit. Tetapi keperluan mereka sebenarnya keperluan rutin yang sudah bisa diperkirakan sebelumnya, bisa dianggarkan, hanya saja selama ini lebih sering minta duit saat ada kebutuhan sehingga harga lebih bisa dimainkan.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  18. #638
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Kalau kau kerja di bagian perbankan atau di keuangan (dan gue baik sebagai developer maupun konsultan banyak berhubungan dengan mereka),
    justru dogmanya adalah "trust no one" alias tidak percaya siapapun.
    Efisiensi tidak menduduki peringkat pertama. Keamanan jauh lebih utama.
    Teamwork-nya adalah saling mengawasi dan saling memeriksa.
    Ya tapi tidak ketika akan mendatangan. Tentunya akan ada rapat2 yang diketahui semua termasuk pimpinan. Dan hasil yang akan ditandatangani pimpinan dan berada di meja pimpinan, sudah diketahui oleh pimpinan.
    Kalo t'rus ada dokumen yg dikeluarkan bertentangan, atau tidak diketahui dengan keinginan pemimpin, yang artinya tidak sesuai dengan yg dibicarakan, lalu menyusup ke dalam dokumen yg musti ditandatangani, ya artinya ada penyusupan.

    Dan menurut gw solusi yang paling tepat adalah membatalkan kebijakan tsb dan memecat penyusup. Dan itu akan dilakukan jokowi.

  19. #639
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Ya.. kadang memang begitu.
    Sudah disusun berlapis2 pun, ternyata ngantuk, lelah, tandatangan karena dikejar deadline di sela-sela jadwal kunjungan.

    Jadi sebenarnya kesalahannya sih manusiawi.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  20. #640
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    ....
    Goodbye efficiency. Goodbye trust. Goodbye teamwork.
    .....
    Yeah, emang harusnya 'trust no one' sih, IMHO....
    A proud SpaceBattler now.

Page 32 of 40 FirstFirst ... 223031323334 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •