Results 1 to 6 of 6

Thread: Tingkat kepercayaan Quick Count

  1. #1
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217

    Tingkat kepercayaan Quick Count

    Quick Count (Hitung Cepat), saat ini dipercaya dapat memetakan tingkat elektabilitas capres/parpol secara cukup akurat.

    IMHO, Quick Count yang saya pahami awalnya adalah proses perhitungan suara dari setiap TPS yang ada oleh suatu lembaga/parpol tertentu guna memantau hasil Real Count.

    Sewaktu saya aktif di partai PKS -dulu-, ketika telah selesai hasil perhitungan suara di setiap TPS di seluruh Indonesia, wakil PKS di setiap TPS akan mengirimkan hasil perhitungan suara yg tertuang dalam formulir C-1 ke Pusat Tabulasi Suara, dimana data yg dikirimkan -dulu via SMS- adalah no.TPS, lokasi TPS, jumlah suara, dan perolehan suara parpol/capres.

    Nah, hasil rekapitulasi itulah yang menjadi patokan awal perolehan suara PKS di tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, propinsi, dan secara Nasional.

    Kenyataannya, "Quick Count" yang dilakukan oleh lembaga survey hanya mengambil sample beberapa TPS yang dianggap mewakili dari total TPS resmi yang dibuka KPU.

    Sebagai contoh, lembaga survey LSI dan SMRC hanya mengambil 4000 TPS sebagai sample dari +/- 400.000 TPS yang ada (menurut info, ada 478.685 TPS yg resmi dari KPU), yaitu hanya +/- 1% saja.

    Pertanyaannya, bagaimana bisa, hanya sample 1% dari populasi yang ada, maka hasil Pemilu Pilpres 2014 sesuai "Quick Count" dapat memberikan tingkat kepercayaan 95% ??? (',')a

    Mohon sharing ilmunya.

  2. #2
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,690
    yang 1% ?

    supaya bisa mewakili seluruh populasi yg ada di indonesia, maka ditambahkan 99% dari pesanan parpol/capres ?




    untuk capres/cawapres tahun 2014 agak unik, terutama melihat tingkah laku lembaga survey

    ---------- Post Merged at 08:04 PM ----------

    Metode Quick Count


    Salah satu penerapan matematika adalah pada metode perhitungan cepat atau quick count yang saat ini tengah ramai dibicarakan apalagi menjelang pelaksanaan pilpres maupun pilkada. QUICK COUNT adalah proses perhitungan cepat hasil pemilu dengan menggunakan metode sampling dan kemampuan teknologi komunikasi. Seperti kita ketahui, Metode SAMPLING adalah salah satu metode pemilihan sample dalam ilmu statistik. , Pengertian Quick Count adalah metode verifikasi hasil pemilihan umum, yang datanya diperoleh dari sampel di lapangan. Berbeda dengan teknologi pooling, sampel tidak diperoleh dari para responden yang ditanyai satu per satu, melainkan diperoleh dari hasil rekap resmi di lapangan.


    Menurut Saiful Mujani, Ph.D. Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) , Quick count lahir dari kebutuhan untuk menjaga agar penghitungan suara pemilu atau Pilkada tidak curang. Kalaupun ada kecurangan, diharapkan tidak merubah siapa yang seharusnya menang atau kalah. Quick count menjaga suara pemilih; membantu agar proses pemilu atau Pilkada berlangsung secara jurdil.


    Quick count muncul di negara-negara yang baru membangun demokrasi pada tahun 80-an, misalnya di Eropa Timur dan Afrika. Di negara-negara demokrasi baru ini kecurangan dalam penghitungan atau tabulasi suara sering terjadi, terutama setelah dari TPS, dan dalam rekapitulasi di PPS (kecamatan), kabupaten, dan provinsi. Dengan adanya quick count dari tingkat TPS, dan kemudian diketahui hasilnya oleh publik, maka kecurangan pasca-TPS dapat dipotong. Quick count kemudian menyediakan data alternatif terhadap hasil penghitungan resmi KPU.


    Kalau hasil quick count tidak berbeda secara berarti dengan hasil KPU maka kita akan yakin bahwa penghitungan hasil pemilu atau Pilkada berlangsung secara benar. Tidak ada kecurangan yang berarti. Tapi bila terjadi perbedaan yang signifikan antara hasil quick count dengan hasil penghitungan KPU maka salah satunya pasti salah. Ini bisa menjadi bahan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menegakan kebenaran dari hasil pemilu atau Pilkada. Penyelenggara quick count dan proses penghitungan oleh KPU harus diperiksa ulang dengan melibatkan ahli dan petugas berwenang.


    Kalau KPU melakukan kecurangan, dan quick count tidak dilakukan, maka kecurangan KPU tersebut tidak bisa diketahui. Hasil pemilu atau Pilkada yang tidak benar itu diterima begitu saja sebagai hasil yang benar. Kita semua menjadi tertipu. Rakyat dihianati. Tapi kalau ada quick count, peluang untuk terjadinya kecurangan oleh aparat KPU tersebut dapat dicegah. Setidaknya ada alat yang bisa membantu untuk menjaga agar pemilu dan Pilkada kita jurdil. Tujuan utama Quick count adalah menegakan agar pemilu atau Pilkada kita jurdil, bukan soal siapa menang atau siapa kalah.


    Berikut cara kerja Quick Count yang umum dilakukan oleh para lembaga survei yang dikutip dari teknologi.inilah.com

    1. Mempersiapkan perangkat serta sistem pendukung untuk bisa memberikan data secara cepat ke pusat pengolah data lembaga survei yang melakukan metode Quick Count ini. Perangkat ini mulai dari komputer untuk meng-input-kan data hingga ponsel untuk mengirim SMS hasil pemilu ke server tempat menerima data.
    2. Pemilihan TPS sebagai tempat pengambilan data. TPS yang di ambil secara acak berdasarkan pertimbangan jumlah penduduk, jumlah pemilih terbaru, penyebarannya pemilih seperti tersebar dalam berapa kelurahan, dan sebagainya. Singkatnya, proporsional kalau pemilih banyak lokasi sampel (TPS) yang diambil pun banyak serta mewakili karakteristik populasi.
    3. Mempersiapkan relawan untuk mengambil sampel dan meng-input-kannya ke sistem data. Jumlah relawan ini cukup banyak untuk mengambil data dari TPS yang telah dipilih.
    4. Data yang telah didapat akan diolah di pusat data dengan menerapan ilmu stasistik, dari olahan data inilah lembaga survei bisa menghitung secara cepat siapa pemenang pemilu.


    sumber : http://matematikasmun1dk.blogspot.co...l#.U8Z35XK7Xp8

  3. #3
    ada user di Facebook nulis gini:

    Quick Count itu (ada yg) tdk berdasar form C1. Tetapi ngasih isian polling ke orang-orang yang baru slese nyoblos.
    #apa bedanya dg 'exit poll' yg rame di tps luar negeri itu coba?

    Lalu yg aneh lagi adalah metode survey yang dilakukan oleh irc(irc ini salah satu lembaga quick count). Yaitu membatasi polling hanya untuk yg berusia 30 tahun ke atas....??!

  4. #4
    pelanggan setia et dah's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Land Between Solar Systems
    Posts
    3,911
    gw nunggu survey cak lontong aja

  5. #5
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Kan sudah ada www.kawalpemilu.org
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  6. #6
    KawaLpemilu[°]org,
    Daripada disebut quickcount lebih tepat disebut 'pembanding'/pem-verivikasi KPU dalam merekap form C1.

    ***

    Garis bawah quick count pada SAMPLE.
    tidak mewakili seluruh TPS tapi data cuma diambiL 1% nya aja dari jumlah keseluruhan TPS.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •