Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
1. penularan PMS...
2. ketidak jelasan asal usul seorang anak (gak jelas ntar aktenya)
3. penyakit masyarakat yang laen akan bermunculan bersama dengan prostitusi, judi dan minuman keras...
4. mengorbankan hak dan martabat wanita yang harusnya ditinggikan bukan direndahkan.....

ya empat point diatas merupakan pikiran pribadi sih....

makanya pembrantasan prostitusi harus dimulai dari bagaimana pemerintah mendidik masyarakatnya secara agama dan normatif... baru mendidik masyarakatnya menjadi masyarakat yang terdidik agar mampu menghidupi diri mereka secara layak dengan cara2 yang terhormat.....
Duh, lugu banget sih anda ini. Keempat point yang anda ajukan itu TIDAK AKAN HILANG DENGAN HANYA MELARANG LOKALISASI.

Inget: Melarang lokalisasi TIDAK SAMA dengan menghilangkan pelacuran dari muka bumi.

Lagian, ke-4 point yang anda ajukan itu adalah permasalahan umum yang kalo tidak salah sudah saya singgung dalam komentar-komentar sebelumnya. Coba baca lagi.

1. Penularan PMS: Justru dengan lokalisasi, PMS bisa dikontrol karena ada tempat yang jelas. Industri prostitusi yang legal dikenai pajak, sebagai kompensasi mereka dapat perlindungan hukum dan asuransi kesehatan. Tiap bulan ada medical check-up.

2. Mengenai "anak", ini pendapat yang ngawur. Kan industri PSK profesional harus mewajibkan pengguna memakai kondom untuk mencegah PMS. Pikiran anda itu mundur 10.5 abad ke belakang.

3. Judi dan minuman keras? Itu bukan "penyakit masyarakat". Saya malah setuju kalo perjudian dan miras dilegalkan. Emang orang judi dan minum miras itu mesti mabuk-mabukan, kleleran, dsb? Nggak to? Anda ini kebanyakan nonton sinetron.

4. Meninggikan martabat perempuan bukan dengan cara melarang mereka menjadi PSK, tapi dengan cara membiarkan mereka menentukan jalan hidup sendiri.