Quote Originally Posted by danalingga View Post
Investasi yang bener itu harusnya si pencari modal dah tahu berapa modal yang diperlukan.
Jadi jika kebutuhan modal sudah terpenuhi, otomatis investasinya distop.

Namun jika berapapun investor nyetor diterima, patut dicurigai. Jadi coba cari tahu aja
apa memang ada target dana investasi yang dicari atau berapapun diterima tanpa henti.

Contoh nyata di Indonesia adalah koprasi. Contoh kasusnya koprasi Cipaganti.
Itu investasi untuk SEBUAH proyek. Nah mereka ini terus menerus memproduksi barang, spt minuman kalengan, parfum, dlsbg dan membuat brand2 baru. Mereka pun terbuka untuk penawaran investasi2 lain.
Gw sendiri jadi tertarik setelah ketemu pendirinya sendiri.