
Originally Posted by
danalingga
Investasi yang bener itu harusnya si pencari modal dah tahu berapa modal yang diperlukan.
Jadi jika kebutuhan modal sudah terpenuhi, otomatis investasinya distop.
Namun jika berapapun investor nyetor diterima, patut dicurigai. Jadi coba cari tahu aja
apa memang ada target dana investasi yang dicari atau berapapun diterima tanpa henti.
Contoh nyata di Indonesia adalah koprasi. Contoh kasusnya koprasi Cipaganti.