Mbok sering mendengar dari teman kalau anaknya lebih menurut pada orang lain
nanggapin khusus kalimat ini secara umum ya...

memang kok anak biasanya lebih nurut sama orang lain. Sama deh contohnya kita waktu kecil, misalnya, ke rumah orang lain dan ditegur hal yang sama dengan yang biasa yang dinasehatin orangtua ke kita. Hampir semuanya lebih nurut sama orang lain ketimbang orang tua sendiri. Mungkin karena anak tidak familiar dengan 'ending' yg diberikan jika dia ga nurut sama orang baru tsb

apalagi klo sudah masuk sekolah atau suatu institusi, ga bisa sesuka hati si anak (yang biasanya ya sesuka hati ^^)
dia belajar namanya...kontrol.
jadi hal yang boleh, ga boleh, konsekuensi perbuatan dari guru atau ortu, pandangan temannya, dsb.
Hal-hal tentang hidup di komunitas yang bukan cuma ada 'gue ajah, orang lain ntar'.
Lebih gampang menerapkan di sekolah, dengan berbagai orang yg belum dia tau atau kenal dekat, kemudian sudah ada aturan main dengan rentang jam yg cukup.
Klo menjalankan di rumah butuh energi dan mental ekstra. 24 jam.
dan biasanya anak sudah tau apa konsekuensi yang biasanya diberi orangtuanya (sudah familiar)
jadi mungkin mereka siap melanggar dengan asumsi siap juga nerima konsekuensi yg bakal diberi

(again, just my theory) *banyak banget sih teori

Pertanyaannya, apakah ortu really have no clue atau justru sebaliknya, merasa paling banyak tahu?

Dan kalau ada kasus seperti ini, apakah ortu tsb diberi 'clue' bahwa anaknya lebih menurut kalau ditegur sebagai layaknya anak?
kasus anak ini, orangtuanya sulit diajak komunikasi. Sudah diajak bicara beberapa kali, tapi kayaknya ga ada satu pun omongan saya yang nyangkut. Jadi saya fokus saja ke anaknya di kelas.

Lagipula saya menghindari banget memberi clue atau apa pun itu pada orangtua. Takutnya sok mengajari mbok. saya saja belum punya anak. Jika saya ditakdirkan ga punya pengalaman mengajar, barangkali saya pun akan 'mendongeng A-Z' pada anak saya yg ahem..bandel. Tipe ngedumel sih