[MENTION=2140]neofio[/MENTION]
Tidak bisa dibuang ke truk sampah yg rutin lewat. Akan didenda juga.

Di lingkungan saya ada bak sampah di bawah tanah di mana semua warga bisa membuang sampah plastik dan sampah kertas. Baterai dapat dibuang di sana juga atau di toko, aparat listrik dapat dibuang di toko yang menjual aparat listrik.
Terus semua rumah punya beberapa bak sampah yang besar di kebun, satu untuk sampah alami (kupas buah2an dst), satu untuk sisa sampah yang tidak termasuk plastik, kertas, baterai dan aparat listrik.
Tembok, batu2, kayu dst termasuk sampah bongkar, warga harus mengantarnya sendiri ke tempat di mana semua sampah khusus dikumpul. Kalau sampai di sana maka mobil akan ditimbang. Kemudian kami harus membuang batu2 / temboknya ke dalam bak besar. Kemudian mobil ditimbang kembali agar mereka tahu seberapa kilo tadi kami buang. Terus harus membayar.

Nggak nyaman ya kalau harus membayar untuk sampah seorang lain *belum ngomong tentang vinil asbestos yang ditinggalkan mantan penghuni rumah kami

anyaway ..
di Indonesia orang2 lebih rajin memisahkan sampah daripada di Belanda, lebih hemat dengan air juga.