Munculnya itu kasus Marshanda menggugat cerai dahulu.
Kemudian Marshanda bilang perceraiannya karena sering berantem.

Tapi kemudian Marshanda bilang, Ben itu orang baik, bertanggung jawab, selalu menafkahi.

Nah, berarti berantemnya kenapa? Kenapa sampai harus menggugat cerai?
Baru kemudian terungkap kalau Ben itu LDII.

Ya, LDII-nya sendiri mungkin tidak salah, tidak ikut campur.
Tapi perbedaan paham itu sangat mungkin untuk menjadi sumber konflik suami istri.

Dan beda antara 'teman', 'pacar', dengan 'suami-istri'. Ketika berbicara 'suami-istri' berarti juga berbicara masalah mendidik anak. Itu sebabnya kadang pas waktu teman atau masih pacaran, "ah.. kami saling mengerti perbedaan kami kok" tetapi begitu setelah menikah "kamu kok gak berubah? Kukira kau akan mengalah untukku".

Nah, petunjuk lain,
Marshanda bilang gak mempersoalkan harta tetapi hanya minta hak asuh anak.

Jangankan masalah perbedaan kepercayaan atau mazhab (walau masih dalam bingkai satu agama), urusan masalah hobi yang ditiru anak saja kadang2 bikin berantem. Contoh nih, si ayah misalnya pengen anaknya suka budaya Betawi, memperkenalkan anaknya pada golok lalu pada aliran-aliran silat-nya Betawi. Si Ibu gak suka anaknya belajar silat. Weits.. dijamin bisa memicu pertengkaran.