Page 12 of 13 FirstFirst ... 210111213 LastLast
Results 221 to 240 of 246

Thread: [ngobrol] Bunga Bank bukan riba?

  1. #221
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    minimal harus ada sistem yang menjamin orang yang
    rajin bekerja akan mendapatkan serba kecukupan.
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  2. #222
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Si miskin mah tetap miskin cuma nggak ngerasa miskin karena dibantu negara.
    Artinya ga miskin dong

  3. #223
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Sebenernya kenyataan yang terjadi adalah yang miskin banyak yang makin miskin, yang kaya sebagian jadi miskin... lalu ada sekian banyak pengecualian...

    Menarik kalau ada yang mau ngobrol soal ekonomi model apa yang memungkinkan orang kaya makin kaya dan orang miskin bisa jadi kaya... apakah itu sistem ekonominya, atau dari pembuat kebijakannya? Kalau dihubungkan dengan topik, apakah ekonomi bunga bank dan non-bunga bank akan membawa perbedaan?
    Kl itu hanya pemerintah yg bisa kasih dan melaksanakan undang2. Hanya sekuat apakah sebuah pemerintah melawan orang kaya dan melindungi orang miskin. Bikin koperasi yg tidak membebankan bunga pada petani/nelayan dalam peminjaman modal. Kalo perlu modal dibantu 100%.

    Ini jg berhubungan dgn sistem politik yg dipenuhi para koruptor dan orang rakus. Ketika demokrasi dijalankan, maka lobi yg paling kuat adalah lobi para banker.

    Makanya.. Jokowi!
    Last edited by ndableg; 08-06-2014 at 06:02 PM.

  4. #224
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Bicara masalah rente, ada sebuah sistem di mana bank menentukan nilai bunga. LIBOR, London Interbank Offered Rate, adalah patokan nilai rata2 bunga dimana bank bisa saling pinjam meminjam. Karena tidak ada patokan yg jelas antara bank dgn nasabah dalam menentukan bunga, dalam hal pinjam meminjam antar bank mereka saling menuntut bunga yang jelas. Dan tentu mereka mau saling adil, karena sesama orang kaya dilarang saling mendahului.. Sistemnya kira2 mengambil nilai tengah2 antara persen bunga yg terendah dan tertinggi dari sekian bank internasional.

    Bagaimana pun banyak bankster2 yg suka TMT (temen makan temen) maka marak lah dgn apa yg disebut dgn Libor scandal, skandal temen makan temen. Dan kasus terakhir adalah bank belanda, Rabobank yg dituntut 7 M euro untuk Libor fraude.

  5. #225
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Contoh kasus kehidupan sehari2.

    Di sebuah kota kecil, [MENTION=19]danalingga[/MENTION] misalnya butuh duit buat beli rumah sekitar 1M. Dia sudah ngincer rumah milik bang [MENTION=249]Alip[/MENTION] yang punya tabungan di bank A.
    Kemudian danalingga pun memutuskan utk meminjam uang untuk melunasi rumahnya sehingga dia bisa menempati rumah baru tsb yg kebetulan di bank A juga.
    Karena kerjaan danalingga jelas, maka bank A memutuskan untuk meminjami dana 1M. Dana musti mengisi sebuah perjanjian dimana dia berjanji akan mengembalikan 1M plus bunga.

    Dgn mentransfer 1M ke rekening danalingga maka dana memiliki 1M, dia hanya butuh mentransfer 1M tsb ke Alip. Sehingga dana bisa menikmati rumah barunya.
    Setelah menerima 1M, Alip pun memiliki 1M di rekeningnya di mana dia juga memiliki rekening di bank A. Mungkin disetorkannya 1M ke deposito di bank A.

    Perjalanan 1M pun mengalir dari bank A ke bank A kembali. Tinggal sekarang danalingga empot2an mengembalikan 1M plus rente/bunga.

    Kalau diperhatikan, dari manakah sebenarnya 1M dari bank A ini berasal?
    The principal way in which they are created is through commercial banks making loans: whenever a bank makes a loan, it creates a deposit in the borrower’s bank account, thereby creating new money.
    Jaman modern, bank memiliki hak menciptakan uang. Uang yg diciptakan bank adalah uang yg berasal dari niat seseorang untuk meminjam dan mengembalikannya kemudian ditambahkan bunga.

    Jadi dalam kasus danalingga, nilai uang yang telah diciptakan bank adalah janji dalam bentuk perjanjian yg telah dicanangkan oleh danalingga untuk bekerja keras mengembalikan uang pinjaman yg telah diciptakan dan bersama bunga yang tidak pernah diciptakan. Itulah mengapa makin banyak gembel di amerika.
    Last edited by ndableg; 08-06-2014 at 05:48 PM.

  6. #226
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,635
    Waduh, ternyata masih ada ganjelan soal penciptaan uang (money creation) tapi bagus kok, apalagi ada ilustrasi kejadiannya... hal seperti inilah yang seharusnya terjadi dalam obrolan warung kopi atau bahkan di bangku perkuliahan. Percaya atau tidak, banyak dosen baru 'ngeh' soal ilmunya sendiri setelah ditembak pertanyaan mahasiswanya

    Berhubung masih di luar, obrolan komplitnya menyusul yahhh... ini cuma mau nyolek [MENTION=19]danalingga[/MENTION] dulu, transferan 1M-nya ditunggu

  7. #227
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Artinya ga miskin dong
    Tergantung siapa yang mengartikan. Kalo menurutku sih tetep miskin.

    ---------- Post Merged at 07:47 PM ----------

    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Contoh kasus kehidupan sehari2.

    Di sebuah kota kecil, [MENTION=19]danalingga[/MENTION] misalnya butuh duit buat beli rumah sekitar 1M. Dia sudah ngincer rumah milik bang [MENTION=249]Alip[/MENTION] yang punya tabungan di bank A.
    Kemudian danalingga pun memutuskan utk meminjam uang untuk melunasi rumahnya sehingga dia bisa menempati rumah baru tsb yg kebetulan di bank A juga.
    Karena kerjaan danalingga jelas, maka bank A memutuskan untuk meminjami dana 1M. Dana musti mengisi sebuah perjanjian dimana dia berjanji akan mengembalikan 1M plus bunga.

    Dgn mentransfer 1M ke rekening danalingga maka dana memiliki 1M, dia hanya butuh mentransfer 1M tsb ke Alip. Sehingga dana bisa menikmati rumah barunya.
    Setelah menerima 1M, Alip pun memiliki 1M di rekeningnya di mana dia juga memiliki rekening di bank A. Mungkin disetorkannya 1M ke deposito di bank A.

    Perjalanan 1M pun mengalir dari bank A ke bank A kembali. Tinggal sekarang danalingga empot2an mengembalikan 1M plus rente/bunga.

    Kalau diperhatikan, dari manakah sebenarnya 1M dari bank A ini berasal?


    Jaman modern, bank memiliki hak menciptakan uang. Uang yg diciptakan bank adalah uang yg berasal dari niat seseorang untuk meminjam dan mengembalikannya kemudian ditambahkan bunga.

    Jadi dalam kasus danalingga, nilai uang yang telah diciptakan bank adalah janji dalam bentuk perjanjian yg telah dicanangkan oleh danalingga untuk bekerja keras mengembalikan uang pinjaman yg telah diciptakan dan bersama bunga yang tidak pernah diciptakan. Itulah mengapa makin banyak gembel di amerika.
    Makanya kalo nggak punya duit 1M ngapain maksa beli rumah 1M. Lah rumah 300 jt jg dah cukup kok.

    ---------- Post Merged at 07:49 PM ----------

    Btw, setahuku yang berhak mencetak uang cuma bank sentral.
    Bank lain mah cuma mendistribusikan saja.

  8. #228
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,635
    Yuk... diminum dulu teh pait-nya...

    Jadi kalau kita melihat kasus munculnya dana sebesar 1M melalui cara simsalabim abrakadabra alakazam di atas, mari dicermati dulu beberapa hal di bawah:

    Pertama,
    Benarkah bank swasta bisa membuat uang secara serampangan begitu saja tanpa batas? Jawabnya tidak, prerogatif itu hanya dimiliki oleh bank sentral. Untuk bisa menciptakan uang, bank swasta harus lebih dulu mengumpulkan dana dari masyarakat. Tergantung berapa rasio yang ditetapkan oleh pemerintah, bank swasta hanya bisa menciptakan uang (melalui pemberian utang) sebatas kelipatan tertentu dari dana yang mereka miliki. Kalau bank A hanya punya uang seribu rupiah di brankas mereka, dan pemerintah menetapkan angka rasio kecukupan sebesar 10%, maka bank A tidak berhak mengeluarkan utang sampai 1M, batas maksimalnya cuma sepuluh ribu perak.

    Demikianlah bank berlomba-lomba memasang teller yang cantik-cantik untuk menggaet dana dari masyarakat supaya mereka bisa mengeluarkan utang yang lebih banyak.

    Kedua,
    Seandainya bank A memenuhi syarat untuk mengeluarkan dana sebesar 1M, mereka perlu memastikan kredibilitas danalingga. Kalau danalingga memiliki penghasilan sebesar sepuluh juta sebulan, mau sampai kapan dia nyicil dana 1M? Bank swasta harus melakukan seleksi atas para penerima dana dengan kriteria yang ketat. Mereka sendiri yang terancam rugi.

    Danalingga sendiri perlu mengukur kemampuannya, dengan gaji hanya sepuluh juta sebulan, sebaiknya ia membeli rumah yang lebih murah. Danalingga hanya layak mengincar rumah saya tersebut (ahem) kalau gajinya misalnya minimal seratus juta sebulan. Ada keseimbangan antara permintaan dan penawaran, antara yang mau beli dengan rumah yang dijual.

    Ketiga, dan ini yang sangat mendasar...
    Apa sih yang menjadi landasan uang 1M itu? Dalam kasus ini uang itu tidak muncul begitu saja out of thin air. Uang itu muncul sebagai jawaban atas hadirnya sebuah rumah, dan kebutuhan atas rumah tersebut. Rumah itu sendiri menggambarkan hadirnya produksi dalam sebuah perekonomian. Dari rumah itu hadir upah para tukang, harga bahan-bahan bangunan, biaya pembebasan lahan, gaji arsitek yang merancangnya, dan nilai keuntungan yang diharapkan dari mobilisasi semua dana produksi tersebut. Tanpa adanya dasar-dasar tadi, penciptaan uang sebesar 1M baru betul-betul disebut coming out of thin air dan based on nothing. Uang semacam ini terbukti cuma membuat rusak perekonomian dan para bankir swasta maupun pemerintah tahu hal ini.

    Sebaliknya, tanpa kehadiran uang 1M ini, proses produksi si rumah akan tersia-sia karena tidak ada orang yang sanggup untuk membeli (tentu saja ini penyederhanaan banget, knowing ndableg, dilihat sebagai ilustrasi yaaa ). Dalam kasus ini dana 1M diciptakan sebagai bagian dari produktivitas ekonomi. Lebih lanjut malah Danalingga bisa menyewakan rumah itu sebagai kantor buat sebuah perusahaan, dan mendapat penghasilan dari situ. Lagi-lagi uang 1M-nya terbukti produktif.

    Melihat tiga hal di atas, bahwa 1M meskipun kesannya muncul dan diciptakan begitu saja tapi sesungguhnya memiliki nilai produktif, maka bukan penciptaan uang per se yang menyebabkan banyak orang Amerika jadi gembel ... proses penggembelan tersebut terjadi karena bank mengeluarkan utang atas suruhan pemerintah agar orang-orang berpenghasilan sepuluh juta perbulan membeli rumah seharga 1M yang tidak mereka butuhkan... (juga atas bujukan pemerintah)

    Nanti-nanti Insya Allah saya coba obrolkan sedikit ceritanya krisis perumahan Amerika tahun 2008 kemarin. Sekarang sedang mau praktek pengobatan alternatif dulu di rumah sakit ...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  9. #229
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Tergantung berapa rasio yang ditetapkan oleh pemerintah, bank swasta hanya bisa menciptakan uang (melalui pemberian utang) sebatas kelipatan tertentu dari dana yang mereka miliki. Kalau bank A hanya punya uang seribu rupiah di brankas mereka, dan pemerintah menetapkan angka rasio kecukupan sebesar 10%, maka bank A tidak berhak mengeluarkan utang sampai 1M, batas maksimalnya cuma sepuluh ribu perak.
    Ok. artinya bank punya hak menciptakan uang dengan backup "janji".

    tanpa kehadiran uang 1M ini, proses produksi si rumah akan tersia-sia karena tidak ada orang yang sanggup untuk membeli (tentu saja ini penyederhanaan banget, knowing ndableg, dilihat sebagai ilustrasi yaaa ). Dalam kasus ini dana 1M diciptakan sebagai bagian dari produktivitas ekonomi. Lebih lanjut malah Danalingga bisa menyewakan rumah itu sebagai kantor buat sebuah perusahaan, dan mendapat penghasilan dari situ. Lagi-lagi uang 1M-nya terbukti produktif.
    Jadi pertama memproduksi sesuatu yg tidak bisa dibeli yg kemudian memaksa orang utk meminjam uang sehingga bisa terbeli adalah sesuatu yg produktif? Memang sih.. yg jelas buat si bankir.
    Yaa kalo jadi nya meminjam utk sebuah produksi. Bicara kenyataan dan mentalitas kebanyakan, ga mustahil akhirnya kehancuran.
    Dan memang ga lupa, tanpa pinjaman2 yg gigantis dari bank maka tidak mungkin VOC bisa sampe ke Indonesia menjajah.

    Melihat tiga hal di atas, bahwa 1M meskipun kesannya muncul dan diciptakan begitu saja tapi sesungguhnya memiliki nilai produktif, maka bukan penciptaan uang per se yang menyebabkan banyak orang Amerika jadi gembel ... proses penggembelan tersebut terjadi karena bank mengeluarkan utang atas suruhan pemerintah agar orang-orang berpenghasilan sepuluh juta perbulan membeli rumah seharga 1M yang tidak mereka butuhkan... (juga atas bujukan pemerintah)
    Karena sistemnya memungkinkan utk terjadi.
    Dan jelas tanpa disuruh pemerintah, bank jg pengennya bisa begitu.

  10. #230
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Tergantung siapa yang mengartikan. Kalo menurutku sih tetep miskin.
    Ya miskin filosofis lah..
    lebih kecukupan deh..

  11. #231
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,635
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Ok. artinya bank punya hak menciptakan uang dengan backup "janji".
    Ndableg juga bisa bikin bank, kok. Monggo

    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Jadi pertama memproduksi sesuatu yg tidak bisa dibeli yg kemudian memaksa orang utk meminjam uang sehingga bisa terbeli adalah sesuatu yg produktif? Memang sih.. yg jelas buat si bankir.
    Kasihan deh yang dipaksa itu... siapa tuh yang dipaksa, Bleg?

    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Karena sistemnya memungkinkan utk terjadi.
    Dan jelas tanpa disuruh pemerintah, bank jg pengennya bisa begitu.
    Jadi seharusnya sistemnya gimana, Bleg? Ato saya tunggu aja Ndableg yang nerangin soal housing crisis yaaa? Kayaknya versi Ndableg bakal lebih seru dari versi saya
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  12. #232
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Ya sudah.. kasih kesempatan yg lain dulu.
    Seandainya ada sistem yg lebih baik pun, yg sudah diuntungkan dgn sistem ini tidak akan diam.
    Bagi saya, yg termasuk 99% ini, solusi di indonesia cuman ada di jokowi.

  13. #233
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    emang jokowi solusinya apaan bleg? *kok jadi ke jokowi ya xixixixi
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  14. #234
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Hehehe.. dipilih aja dulu.. nanti jg tau

  15. #235
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  16. #236
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,635
    Legenda dari negeri besar di Timur sanah bag. 1

    Dalam kehidupan ekonomi tradisional, seseorang harus menabung bertahun-tahun sampai uangnya cukup untuk membeli sesuatu, misalnya sebuah rumah. Bank dan lembaga pembiayaan lainnya hadir sebagai alternatif terstruktur untuk memajukan proses pembelian ke waktu yang lebih awal dan melakukan pembayaran belakangan. Mirip seperti menabung terbalik, karena utang konsumsi pada dasarnya adalah mengambil sumberdaya kita di masa akan datang untuk kita nikmati sekarang.

    Namun adalah wajar bila bank melakukan seleksi terhadap mereka yang mengajukan kredit, ini adalah bagian dari tanggung-jawab mereka terhadap nasabah. Sebagai akibatnya, bank hanya mengucurkan kredit kepemilikan rumah kepada orang-orang tertentu yang memiliki kapasitas baik untuk melunasi KPR. Orang-orang ini disebut golongan prime mortgage (KPR utama).

    Nah ini dongeng tentang sebuah pulau besar nun jauh di sebrang samudera sebelah timur sana (disebut barat, padahal pulau besar ini terletak di sebelah timur negeri kita ) ...

    ***

    Suatu ketika tersebutlah di pulau tersebut masyarakat kelas bawah protes karena bank hanya memberi KPR kepada para prime mortgage, tidak sesuai dengan motto pulau yang katanya semua rakyat sama dan setara (bukan rakyat namanya kalau tidak minta disejahterakan)

    Gayung-pun bersambut. Politisi bermunculan dengan ide-ide untuk menyejahterakan rakyat (bukan politisi namanya kalau tidak ... well anyway). Salah seorang senator berhasil memenangi hati rakyat dengan programnya untuk memberi sub-prime mortgage (KPR buat yang ... well ... rada di bawah utama), yang pada hakikatnya menyuruh bank untuk mengucurkan KPR dengan bunga dan DP rendah kepada orang-orang yang secara teknis kurang memiliki kemampuan untuk melunasi utang. Suatu pelanggaran mutlak dari prinsip kehati-hatian, yaitu mereka yang kurang mampu melunasi kredit justru mendapat fasilitas bunga dan DP ultra rendah. Tapi tentu saja ini disambut gembira oleh rakyat, sang senator dielu-elukan sebagai seorang yang dekat dengan rakyat, memahami isi hati dan permasalahan rakyat (mungkin karena sering blusukan?) serta dianggap sebagai harapan masa depan pulau itu… berbeda dengan para banker dan pejabat yang kaya raya dan tamak.

    Untuk membuat bank mau melanggar prinsip kehati-hatian investasi mereka sendiri, senator satu itu mendirikan lembaga pembiayaan yang menjamin kredit yang dikeluarkan oleh bank. Caranya adalah lembaga ini "membeli" kredit dari bank dan menyalurkannya pada para sub-prime, yang pada gilirannya para sub-prime mencicil pada si lembaga, bukan pada bank. Bank sendiri bisa dibilang tidak menghadapi resiko apa-apa karena mereka mendapat kembali kredit mereka dari lembaga yang dijamin pemerintah.

    Bagaimana si lembaga bisa menjadi perantara yang butuh modal besar padahal sekaligus menanggung resiko yang juga sangat besar? Ya mereka mendapat suntikan dana terus menerus dari pemerintah. Uang trilyunan dibuat khusus untuk mereka. Hal ini tentu saja dianggap sebagai penggunaan dana pemerintah yang berwawasan kerakyatan oleh sebagian besar penduduk.

    ...

    Segini dulu ya... masih harus nguber yang lain nih...
    yang namanya dongeng khan sebaiknya berhenti ketika lagi "happy ending"
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  17. #237
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    oooohhhhhh om alip kentanggg....
    seru banget ceritanya.. tapi kok ga sampe finis
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  18. #238
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    oooohhhhhh om alip kentanggg....
    seru banget ceritanya.. tapi kok ga sampe finis
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  19. #239
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,635
    Akhirnya ada waktu sela... semua orang sibuk nonton bola... eh, debat capres... jadi saya bisa ditinggal sendiri...

    Nah lanjutan ceritanya...

    Jadi demikianlah semua orang bisa mengajukan KPR, bahkan para mereka yang dalam terminologi bank disebut para NINJA (No Income No Job No Asset) ... yang dalam keadaan normal tidak akan dapat kucuran apapun dari bank.

    Rumah di pulau besar itu-pun laku bak kacang goreng. Akibatnya tentu saja industri terkait jadi ikut booming. Para kontraktor kebanjiran proyek, rumah baru dibangun di mana-mana... manusia-manusia wirausaha beralih mendirikan perusahaan pengembang perumahan. Kredit korporasi di bidang perumahan-pun meledak dahsyat. Meski tidak dijamin pemerintah, tapi dengan kondisi rumah yang laris manis, bank-pun tidak ragu mengucurkan kredit kepada para kontraktor baru ini. Toh ini bisnis yang tidak mungkin rugi.

    Hukum dasar ekonomi tentu saja berlaku... ketika penawaran rumah terengah-engah dibanding permintaan, harga rumah-pun merayap naik. Rumah yang sejak tahun 1900 tercatat cuma naik rata-rata 3.4 per tahun (setara dengan nilai rata-rata inflasi di periode yang sama), pada periode 1997-2006 kenaikannya berkisar 19.4 persen setahun. Kenaikan fantastis ini tentu saja tidak mungkin diikuti masyarakat kalau bukan fasilitas KPR ajaib yang dijamin oleh pemerintah tersebut.

    Pembelian rumah kemudian beralih dari sekedar pemenuhan kebutuhan pokok atau investasi jangka panjang, menjadi investasi jangka pendek. Orang mulai membeli rumah untuk kemudian dijual lagi setelah harganya dianggap naik cukup tinggi. Banyak orang yang mengajukan KPR, membeli rumah, dan dijual lagi hanya dalam waktu setahun dengan keuntungan berkisar sudah 20 persen. Setelah itu dia punya alternatif untuk melunasi KPR tersebut atau memutar lagi dengan pembelian baru. Demikianlah industri perumahan menjadi motor pendorong yang luar biasa besar. Ada yang menyebutkan bahwa pada puncaknya, sektor perumahan pernah berkontribusi sampai 20 persen dari GDP.

    Semua orang-pun senang.

    ... disambung lagi kapan-kapan ya? Tuh Prabowo sedang tanya soal pendidikan 12 tahun...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  20. #240
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Gw bantuin deh pak.
    Pake animasi lagih.

Page 12 of 13 FirstFirst ... 210111213 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •