Page 11 of 13 FirstFirst ... 910111213 LastLast
Results 201 to 220 of 246

Thread: [ngobrol] Bunga Bank bukan riba?

  1. #201
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    kalau syariah setahu gw, kalau kredit macet, maka
    jaminan akan di jual, lalu hasil penjualan digunakan
    untuk membayar sisa kredit. bila ada sisa, maka di
    kembalikan kepada si pemilik jaminan.

    kalau non-Syariah, begitu gagal bayar, langsung si
    ta

    minimal kasus ini terjadi pada leasing syariah vs non-
    syariah.
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  2. #202
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Kasus bunga banyak menimpa kawan gw di sini. Hanya karena iseng dan ceroboh.

    ADa yang iseng2 ambil kursus bahasa spanyol yg dipesan online. Beli level paket buku2 level pertama. Ternyata ga minat, akhirnya ditinggalkan. Beberapa bulan kemudian, tanpa dia memesan, datang kembali buku2 level 2 dengan tagihan kursus sekitar katakanlah 5 jt. Dan tercantum dalam surat, harap dikembalikan apabila tidak berminat. Ga merasa mesen, ya ditinggalkan saja buku2 tsb, mengembalikan buku2 butuh biaya dan tenaga. Ternyata bbrp bulan kemudian datanglah tagihan dengan bunga nya shg buku menjadi 8 jt, tetep merasa ga bersalah, lebih lama lagi tagihan menjelma menjadi 15 jt, shg mulai pening..

    Bahkan lagi iseng2 jalan2 di kota, ditawarin barang gratis tapi disuruh ngisi alamat. kena juga. Mgk terjadi jg di indo ya?

  3. #203
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    kalau non-Syariah, begitu gagal bayar, langsung sita
    Kerabatku di salah satu Bank BUMN non-syariah dulu bagian urusan 'Rumah Sakit' (julukannya buat divisinya yang menerima pasien2 dengan kredit bermasalah). Tidak segampang itu main sita. Biasanya ada proses negosiasi dulu, restrukturisasi manajemennya, mencari kebocorannya. Penyitaan itu langkah terakhir dan kebetulan karena saat kerabat itu menjabat di divisinya di masa banyak kredit macet, penyitaan tidak dilakukan oleh Bank tetapi oleh BPPN.


    Salah satu bibiku kemarin sempat mengalami kredit macet di salah satu Bank BUMN lain yang juga non-syariah. Sempat menghilang dan penagih utangnya menagih ke kami. Sempat bikin heboh keluarga juga akhirnya. Tapi akhirnya kredit itu bisa dinegosiasikan lagi. Tidak langsung main sita.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  4. #204
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    minimal kasus ini terjadi pada leasing syariah vs non-
    syariah.
    makanya ada kelompok yang dinamai "Hawkeye: yang
    setiap hari nangkring dipinggir-pinggir jalan
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  5. #205
    Quote Originally Posted by kadalf
    Quote Originally Posted by ronggolawe
    kalau non-Syariah, begitu gagal bayar, langsung sita
    Kerabatku di salah satu Bank BUMN non-syariah dulu bagian urusan 'Rumah Sakit' (julukannya buat divisinya yang menerima pasien2 dengan kredit bermasalah).
    Tidak segampang itu main sita. Biasanya ada proses negosiasi dulu, restrukturisasi manajemennya, mencari kebocorannya. Penyitaan itu langkah terakhir dan
    kebetulan karena saat kerabat itu menjabat di divisinya di masa banyak kredit macet, penyitaan tidak dilakukan oleh Bank tetapi oleh BPPN.
    betul
    ini klo krediturnya institusi atau lembaga


    Salah satu bibiku kemarin sempat mengalami kredit macet di salah satu Bank BUMN lain yang juga non-syariah.
    Sempat menghilang dan penagih utangnya menagih ke kami. Sempat bikin heboh keluarga juga akhirnya. Tapi akhirnya
    kredit itu bisa dinegosiasikan lagi. Tidak langsung main sita.
    ini klo krediturnya individu/perorangan


    Intinya adalah
    mekanisme sita jaminan itu perlakuannya sama
    antara bank syariah dan non-syariah

    Saya jg yakin bhw proses penyitaan itu pasti melibatkan curator (juru taksir)
    dalam melakukan "due diligent". Jadi bank tdk semena-mena main beslag/embat,
    tentu berdasar nilai taksir jaminan vs sisa kredit tertunggak (plus atau minus?)
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  6. #206
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,635
    Sori baru muncul... ini masih sibuk bolak-balik antara rumah-kantor-rumah sakit... bener-bener lagi kelimpungan... mana biz trip udah banyak yang ngantri lagi...

    beginilah kalo sebelum bulan puasa banyak yang musti dikebut karena sesudah itu semua orang maunya slow-down...

    Pendek dulu ya...

    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Mosok negara buntu amat. Mungkin terjadi kalo cuman ada 1 negara di dunia.
    Penghasilan negara bukan dari emas, penghasilan negara adalah dari perdagangan. Emas di suatu negara adalah hanya sbg back up harta cadangan negara. Dan mata uang yg beredar disesuaikan dgn jumlah emas dalam cadangan negara.
    Menambah emas bukan dari nggali2 doang, bisa saja bertukar emas, dgn minyak atau hasil bumi misalnya. Bertambahlah harta negara.
    ... that exactly the point, Bleg... harta negara terletak pada minyak, hasil bumi, perdagangan luar negeri (khususnya ekspor) ... singkatnya kesehatan perekonomian kita. Kalau bicara perdagangan internasional, apa alasan orang luar negri mau beli rupiah sehingga rupiah jadi kuat? Karena ada perdagangan di sini yang menarik mereka dan mereka butuh uang kita untuk bertransaksi di dalam negri sini... bukan karena uang rupiah itu dibekingi oleh emas seabrek...

    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Coba anda bawa emasnya ke malaysia atau amerika.. Masih laku kan?
    Kita bayangkan sebuah kisah perjalanan epik dilakukan oleh Joko the goldbearer (terinspirasi oleh Frodo the ringbearer). Joko menemukan sepuluh kilo emas di reruntuhan gedung Bank Indonesia dan bertekad menjualnya ke Malaysia (Amerika kejauhan).

    Maka legenda mengisahkan Joko thegoldbearer dikawal oleh seorang mage, dua hobbit, dan seorang dwarf berjalan kaki melintasi apocalypse Indonesia menuju negeri Malaysia yang konon lepas dari bencana dan masih berfungsi dan makmur. Banyak kisah keberanian mereka dituturkan turun temurun, menghadapi para bandit, kanibal, hutan belantara, hewan pemangsa, dan sebagainya...

    Sesampainya mereka di Neo Kuala Lumpur tiga tahun kemudian, dijual-lah emas tersebut... cerita berakhir bahagia dengan Joko dan kawanannya menerima ...

    Ringgit Malaysia...

    Indonesia dan rupiah tetap saja mati.



    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Ah masa sih? Ini dari webnya mereka sendiri.

    Federal Reserve notes are not redeemable in gold, silver, or any other commodity. Federal Reserve notes have not been redeemable in gold since January 30, 1934, when the Congress amended Section 16 of the Federal Reserve Act to read: "The said [Federal Reserve] notes shall be obligations of the United States….They shall be redeemed in lawful money on demand at the Treasury Department of the United States, in the city of Washington, District of Columbia, or at any Federal Reserve bank." Federal Reserve notes have not been redeemable in silver since the 1960s.
    Kan dibilang inisiatifnya sudah dimulai sejak tahun '30-an...
    ... ada di lembaran negara yang dikeluarkan kongres... jadi bukan aksi diem-diem...

    Pada saat Bretton-Woods dibuat perjanjian yang lebih menyeluruh. Karena uang kertas didasarkan pada kredibilitas perekonomian negara yang mengeluarkan, banyak negara bersepakat untuk mengikat mata uang mereka ke US dollar yang waktu itu merupakan perekonomian terkuat di dunia. Gak ada licik-licikan...

    Kalau kemudian ada buku-buku yang mencurigai bahwa vault di Fort Knox di Kentucky sudah tidak lagi berisi emas (yea, I read them too), ya dilihat dari sisi emasnya dikemanain, sapa yang nyolong ... bukan bahwa uang kertas tidak lagi didukung oleh emas. Kalau yang terakhir ini sih sudah diketahui orang bahwa dollar amrik itu fiat money, bukan gold standard.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  7. #207
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    harta negara terletak pada minyak, hasil bumi, perdagangan luar negeri (khususnya ekspor) ... singkatnya kesehatan perekonomian kita. Kalau bicara perdagangan internasional, apa alasan orang luar negri mau beli rupiah sehingga rupiah jadi kuat? Karena ada perdagangan di sini yang menarik mereka dan mereka butuh uang kita untuk bertransaksi di dalam negri sini... bukan karena uang rupiah itu dibekingi oleh emas seabrek...
    Emas bukan memang bukan jadi harta, emas menjadi standar nilai mata uang dunia atau di sebuah region. Bukan US dollar atau mata uang lainnya. Emas menjadi standar karena nilainya dianggap stabil. Dimana pun berharga.
    Kalo pake standar emas nilai mata uang yg beredar harus senilai dgn emas tsb.

    Sesampainya mereka di Neo Kuala Lumpur tiga tahun kemudian, dijual-lah emas tersebut... cerita berakhir bahagia dengan Joko dan kawanannya menerima ...

    Ringgit Malaysia...

    Indonesia dan rupiah tetap saja mati.
    Poin gw adalah, emas tsb masih lah berharga, walaupun negara kacau balau, di mata orang lain. Jadi jgn dijual.
    Tinggal siapa yg mempunyai kekuatan/kekuasaan memiliki/menjaga emas itu.

    Kan dibilang inisiatifnya sudah dimulai sejak tahun '30-an...
    ... ada di lembaran negara yang dikeluarkan kongres... jadi bukan aksi diem-diem...

    Pada saat Bretton-Woods dibuat perjanjian yang lebih menyeluruh. Karena uang kertas didasarkan pada kredibilitas perekonomian negara yang mengeluarkan, banyak negara bersepakat untuk mengikat mata uang mereka ke US dollar yang waktu itu merupakan perekonomian terkuat di dunia. Gak ada licik-licikan...
    Belong tengtu.. apa negara2 yg sepakat tsb mewakili rakyat2nya? Rakyat jajahan2nya?
    Kalo DPR jaman sekarang masih bisa korup, mosok pemimpin2 jaman dulu bersih dari korup.
    Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.. belajar dari mana tuh?

    Kalau kemudian ada buku-buku yang mencurigai bahwa vault di Fort Knox di Kentucky sudah tidak lagi berisi emas (yea, I read them too), ya dilihat dari sisi emasnya dikemanain, sapa yang nyolong ... bukan bahwa uang kertas tidak lagi didukung oleh emas. Kalau yang terakhir ini sih sudah diketahui orang bahwa dollar amrik itu fiat money, bukan gold standard.
    Nah.. ok.
    Jadi nilai mata uang us itu dibacking militer, karena pemimpin dari negara2 dunia mengakui kekuatan militer amerika.
    Lalu apa ukurannya dan siapa yg berhak menciptakan USD yg baru?
    Katakan bank central, siapa yg memilik bank central? Siapa stockholders terbesar dari bank central? Apakah pemerintah milik rakyat kecil atau rakyat kaya?

    Oh ya kenapa kalo bicara konspirasi musti diem2? Diem2 itu perencanaannya, eksekusi jelas harus depan orang banyak. Contoh 9/11, pembunuhan JFK, pemboman irak dlsbnya.

  8. #208
    Mungkin klo ttg uang kertas yg ideal gini ne

    10.000 rupiah = 1 gram emas = 1 dolar

    Atau klo yg dijadikan ukuran, bahan makanan pokok, misalnya beras.

    1 kg beras = 1 gram emas = 10.000 rupiah = 1 dolar.

    -tapi sepertinya hal di atas tidak mungkin terjadi yaa. Not gonna happen.

    Fiat money, ada baiknya tetapi juga ada bahayanya.
    Contoh paling dekat adalah "kejadian sanering" di era wapres Moh. Hatta.

    Apalagi klo pemerintahnya kurang hati-hati dalam mengontrol pencetakan uang. Bisa-bisa terjadi hiperinflasi seperti di salah satu negara afrika. yang untuk makan di restoran aja perlu uang kertas seember. Ngitungnya uang kertas tsb dg cara ditimbang. Alamak ....tepok jidat.

    :
    :
    .
    Sorry OOT.
    Last edited by MoonCying; 06-06-2014 at 11:18 AM.

  9. #209
    ^ coba diitung ketersediaan emas dan jumlah yang dibutuhkan untuk meng-cover seluruh ekonomi dunia saat ini.
    Apakah mencukupi untuk 10.000 rupiah = 1 gram emas = 1 dolar. Perlu juga diprediksi laju perkembangan ekonomi dunia
    kedepannya. Apakah juga masih terkover dengan emas yang ada (dan juga prediksi penambahan emas).

    Kalo nggak ya, ekonomi akan stack. Atau solusinya backup emasnya dikurangi menjadi 1/2 gram misalnya. Dan terus
    dikurangi seiring penambahan nilai ekonomi yang berputar. Nah lho, ini bukannya sama saja inflasi emas sedang terjadi.

  10. #210
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,635
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Poin gw adalah, emas tsb masih lah berharga, walaupun negara kacau balau, di mata orang lain. Jadi jgn dijual.
    Katanya suruh dijual... kok sekarang suruh ditahan... kasihan si Joko dan teman-temannya tuh...
    kalau di film book of Eli, komoditi paling berharga adalah air yang tidak tercemar radioaktif... mungkin itu bisa jadi backup buat uang kertas

    Ya kita memang sampai pada titik di mana diskusi kita berakhir, saya sudah memaparkan landasan berfikir fiat money (yang emas juga sesungguhnya suatu bentuk fiat money) dan ndableg tetap melihat ini sebagai sebuah rencana jahat kaum kapitalis konspiratif ... tapi menarik untuk ikut-ikutan ndableg ah...

    Kalau ndableg menginginkan Amerika dan fiat money-nya hancur dalam kira-kira dua ratus tahun ke depan, jangan kuatir, saya mengharapkan hal yang sama. Malah dengan eskalasi seperti sekarang ini saya tidak akan kaget kalau kehancuran itu terjadi dalam dua puluh tahun ke depan. Sejak pemerintahan Nixon, Amerika keliru menjadikan penciptaan utang sebagai ukuran kemajuan ekonomi, dus jatuh ke dalam praktek Neo-England yang justru dicerca oleh para founding fathers mereka sendiri. Ekonomi dikuasai oleh politisi yang tentunya berpikiran pendek, dan para ekonom yang memiliki pemikiran logis banyak tersingkirkan.

    Ketika Amerika baru menang dari Inggris, dan para founding fathers-nya masih setia pada sikap "pemerintahan oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat", penciptaan uang dikaitkan murni dengan kebutuhan transaksi masyarakat dan hanya ditambah apabila dibutuhkan. Mereka menolak praktek "Neo England" yang dalam dongeng di sini dihadirkan dalam bentuk goldsmith dan Oliver the banker.

    Dalam praktek bank sentral yang dididirikan oleh pemerintahan kontinental Amerika, bila Oliver mengeluarkan $100 untuk kebutuhan masyarakat dengan bunga 10%, di saat yang sama dia juga mengeluarkan $10 untuk pembangunan infrastruktur dan kepentingan produktif masyarakat lainnya yang tidak dapat ditangani oleh pihak swasta. $10 ini berstatus hibah pemerintah (dipelajari oleh semua mahasiswa ekonomi smester 1), tidak dibungakan dan akhirnya jatuh ke tangan masyarakat. Selain produktivitas ekonomi meningkat, masyarakat juga memiliki jumlah uang beredar yang cukup untuk melakukan pelunasan utang.

    Lepas dari uangnya emas atau kertas, praktek penciptaan utang terus menerus sebagai stimulus perekonomian adalah langkah yang bodoh, sayangnya Amerika sudah terlanjur jatuh dalam lingkaran setan. Sejak Nixon menetapkan anggaran defisit (alias penciptaan uang/utang lebih tinggi dari penerimaan pajak), semua politisi membawa tema yang sama dalam kampanyenya. Masalah tingginya inflasi ditangani dengan penciptaan utang baru (dalam bahasa "pendanaan baru") yang sesungguhnya makin memperburuk inflasi. Tapi karena rakyat tergiur pada kemungkinan jangka pendek yang ditawarkan (jaminan kesehatan, rumah rumah, dana pendidikan, dan sebagainya) maka politisi macam itu yang terpilih (sorry to say, Obama included). Siapa yang mau memilih politisi yang bilang: "saya akan mengurangi peredaran uang, mengerem pertumbuhan ekonomi, memangkas pengeluaran negara, dan meningkatkan pajak"?

    Tapi nggak semua negara begitu kok, Kanada misalnya, negeri dingin yang pingin saya tuju ini konsisten dalam mengontrol penciptaan utang, sehingga inflasinya hanya sekitar 1-3% (dengan beberapa perkecualian akibat faktor dari luar). Lalu ada Kepulauan Jersey yang industri utamanya justru adalah perbankan. Negara kecil ini secara umum selalu memiliki anggaran surplus, hanya sesekali defisit ketika pemerintah ingin memberi stimulus ekonomi, tapi tidak seperti Amerika yang serakah bikin utang terus, Jersey menunggu sampai neracanya surplus lagi... tidak pernah utang berlebihan. Saat ini Jersey menikmati GDP tinggi dan full employment (gak ada pengangguran blazz) dan tanpa utang luar negeri sepeserpun.

    Yang paling baru adalah berita di Kompas, kalau tidak salah tanggal 23 Maret kemarin, pemerintah Tiongkok memutuskan untuk menurunkan uang beredar, menurunkan pertumbuhan ekonomi (yang masih di kisaran 7%-an), dan meminta rakyat untuk tenang di tingkat ekonomi yang sekarang. Bisnis dan usaha spekulatif dipangkas secara sadis. Pemerintah memutuskan untuk beralih ke anggaran berimbang dan membiarkan pertumbuhan ekonomi didikte oleh pertumbuhan produksi riil, bukan penciptaan utang yang berlebihan. Saya melihat negeri ini akan jadi raksasa perekonomian mengalahkan Amerika dengan sikapnya itu...

    Back to basic... the man behind the money, be it paper or gold, Chinese or Jews
    Last edited by Alip; 06-06-2014 at 11:26 AM.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  11. #211
    ^ itu benar sih Danalingga ... .

    tapi yang bikin khawatir perihal fiat money ini adalah adanya kemungkinan lembaga pencetak uang (dalam hal ini negara) untuk mencetak uang melebihi batas wajar. yang akibatnya dikarenakan jumlah uang kertas beredar lebih dari nilai produksi (barang&jasa) negara itu, terjadilah inflasi.

    bagi q inflasi itu: beras yang dulu 1 kilo seharga 2000 rupiah, hari ini beras dengan kualitas yang sama menjadi 6000 rupiah.

    inflasi = menurunnya nilai tukar mata uang.


    Contoh kasus inflasi (hiperinflasi):
    -Indonesia di era sanering
    -hari ini (2014), dialami oleh salah satu negara di Afrika.
    -Jerman di era kalah dalam perang dunia ke-1(khusus yg ini biar postingan q yg OOT ndak kebanyakan. pas senggang q edit disini ntar. perihal hiperinflasi di Jerman(dahulu). sekaligus cara/langkah Jerman mengatasinya.
    Last edited by MoonCying; 06-06-2014 at 11:40 AM.

  12. #212
    Yup ada kemungkinan itu. Dan itu akan menyebabkan perekonomian negara pencetak uang berlebihan tersbu
    hancur. Contohnya zimbabwe dan Indonesia masa akhir kekuasaan soekarno. Jadi jelas, jika pemerintahnya
    (atau pengambil kebijakannya) orang pintar, ya nggak akan mau sembarangan nyetak uanglah.

    Namun, kalo dari mazhab saya. Inflasi terkendali malah diinginkan. Karena inflasi ini pertanda bahwa
    ekonomi memang sedang bertumbuh. Nggak apa2 harga beras naik menjadi 6000 selama pendapatan kita
    jg naik melebihi kenaikan harga beras tersebut.

  13. #213
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    gw sih ngga masalah mau flat money kek, atau e-
    credit kek atau apa lah... yang penting lembaga pe
    nerbit/pencetak uang tersebut, tidak mengambil pro
    fit dari "pengadaan alat transaksi tukar menukar ter
    sebut"
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  14. #214
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Katanya suruh dijual... kok sekarang suruh ditahan... kasihan si Joko dan teman-temannya tuh...
    Bukan suruh jual, tapi kalo emang ada yg mau beli artinya emas tetep ada nilainya, artinya rupiah yg diback up emas, walaupun rusuh sekalipun, tetep berharga.
    Sedangkan kalo back upnya kepercayaan ekonomi, jelas rupiah tidak ada harganya lagi.

    Ya kita memang sampai pada titik di mana diskusi kita berakhir, saya sudah memaparkan landasan berfikir fiat money (yang emas juga sesungguhnya suatu bentuk fiat money) dan ndableg tetap melihat ini sebagai sebuah rencana jahat kaum kapitalis konspiratif ... tapi menarik untuk ikut-ikutan ndableg ah...
    rencana? kok rencana... wong kita ud terjebak didalamnya kok.

  15. #215
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    gw sih ngga masalah mau flat money kek, atau e-
    credit kek atau apa lah... yang penting lembaga pe
    nerbit/pencetak uang tersebut, tidak mengambil pro
    fit dari "pengadaan alat transaksi tukar menukar ter
    sebut"
    Betul.. bukan masalah bentuknya, tapi nilai apa yg membackup. Kalo yg membackup udelnya orang2 kaya, ya jelas, yg kaya makin kaya, yg miskin makin miskin.

  16. #216
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,635
    ^ if you cannot beat them, join them
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  17. #217
    Kenapa sih suka mengeluh yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin.

    Kenapa tidak bekerja aja agar bisa menjadi kaya. Toh ada jg contoh
    dari orang miskin akhirnya bisa kok jadi kaya raya. Contohnya chaerul tanjung tuh.

  18. #218
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Kalo gw susah, boleh lah dibilang mengeluh..
    Itu kan pribahasa dan..

    Berapa sih orang miskin yg bisa punya kesempatan jadi kaya? Maksudnya yg miskin makin miskin, artinya kualitas dan kuantitas kemiskinan semakin meningkat walaupun mgk kualitas yg, ngutip kata pak alip, join them, jg makin banyak. Tapi kalo bicara keadilan, itu tujuan, kembali ke masalah, hukum riba.

  19. #219
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,635
    Sebenernya kenyataan yang terjadi adalah yang miskin banyak yang makin miskin, yang kaya sebagian jadi miskin... lalu ada sekian banyak pengecualian...

    Menarik kalau ada yang mau ngobrol soal ekonomi model apa yang memungkinkan orang kaya makin kaya dan orang miskin bisa jadi kaya... apakah itu sistem ekonominya, atau dari pembuat kebijakannya? Kalau dihubungkan dengan topik, apakah ekonomi bunga bank dan non-bunga bank akan membawa perbedaan?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  20. #220
    Nah, itu menarik ditelaah. Sampai saat ini saya belum menemukan sistem ekonomi
    yang bisa membuat semua orang setara -- atau setidaknya sebagaian besar setara kaya.
    Bahkan sistem sosialis sekalipun yang kaya ya semakin kaya dan yang miskin dibantu negara.
    Si miskin mah tetap miskin cuma nggak ngerasa miskin karena dibantu negara.
    Mungkin itu bedanya kali dengan sistem kapitalisme murni ya.

Page 11 of 13 FirstFirst ... 910111213 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •