Bangun pagi di hari libur tapi jauh dari keluarga emang gak enak banget ...
Hidup buruh....
***
Menghilangkan saving account itu maksudnya gimana? Gak boleh nabung gitu?
Pinjaman konvensional sih prakteknya begitu, pada cicilan awal nilai bunga yang dibayar lebih besar dari nilai pokok... yang berubah terus sampai akhirnya posisinya makin berubah. Pembayaran pokok lebih besar dari pembayaran bunga.
Mungkin yang nyangkul di bank (*nglirik beberapa orang tertentu) bisa kasih pencerahan kenapa begitu?
Setahu saya pinjaman syariah menerapkan hal yang sama, hanya mereka menyebutnya "margin bank". Saya sendiri punya satu pinjaman begituan, dan pas bayar cicilan pertama yang kira-kira 80%-nya margin, lumayan geleng-geleng kepala jugak. Hanya saja saya boleh melunasi kapanpun tanpa penalti. Tapi rugi lah kalo ngelunasin di awal, secara pokok hutang yang di bayar baru seiprit...
Perubahan peraturan bank setahu saya tidak berlaku surut, kecuali bila sudah tercantum di dokumen akad kredit (yang biasanya tidak dibaca nasabah dan bank tidak banyak pusing mengusahakan nasabah untuk membaca dan bertanya dengan teliti). Dulu saya pernah punya rekening kredit, yang ketika terjadi perubahan kebijakan bank, skema kredit saya tetap mengikuti perjanjian kredit di awal.
Kelihatannya dunia per-bank-an kita memang gak efisien ya? Ada yang bisa komentar?
Gimana dengan bank-bank di luar negri... sama kah?
Bagaimana juga dengan bank syariah? Biasanya membagikan berapa margin ke nasabah?
Enaknya gimana nih... nabung di bank dipotong biaya, taruh di bawah bantal, kena inflasi...
***
... ngomong soal inflasi, teman-teman yang menolak bunga bank karena dianggap riba mengklaim bahwa bunga bank-lah penyebab inflasi... tanpa bunga bank tidak ada inflasi. Jadi menurut mereka sistemnya sudah seperti lingkaran setan.
... hmmm...![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






Reply With Quote