Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
kenyataannya, nyimpan uang dibawah bantal apakah bebas dari inflasi?
Sesuai pembahasan kita di atas, Kakang Tumenggung, jawabnya adalah tidak. Karenanya menyimpan uang di bank yang memberikan bunga adalah alternatif yang lebih baik.


Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
ada ngga bank yang ngasih bunga simpanan/deposito setara inflasi?
Target inflasi BI untuk 2014 adalah 4.5%, sementara tingkat bunga deposito rata-rata bank di Indonesia adalah 6.85% untuk 1 bulan, 7.11% untuk 3 bulan, 6.96% untuk 6 bulan, dan 6.75% untuk 1 tahun. Bisa dicek, datanya ada di mana-mana.


Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
itu kan ketika berlaku aturan CAR yang cuma belasan persen.... ketika uang nasabah penabung dijamin dengan regulasi pemerintah
Coba kita bayangkan CAR dipatok di 100%, dan biarkan setiap orang yang memiliki uang berkeliaran sendiri kesana kemari mencari orang yang membutuhkan uang (yang juga berkeliaran tak tentu arah). Tidak ada kemampuan analisa investasi atau regulasi yang menengahi kedua pihak yang belum tentu ketemu itu... maka jadilah perekonomian kuno yang sangat tidak efisien di mana uang menjadi barang mati yang susah membawa manfaat bagi pihak lain. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk mempertemukan pihak-pihak tadi? Ongkos ojeknya?

Pada akhirnya peran mediasi akan muncul juga secara alami, apalagi ketika teknologi komunikasi jadi semakin lancar. Konsep perbankan lahir karena kebutuhan perekonomian yang tumbuh, bukan karena konspirasi jahat dari suatu "invisible hand".

Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
Mark Hanna: We don't create ****, we don't build anything.
Jordan Belfort: No.
Mark Hanna: So if you got a client who brought stock at eight, and it now sits at sixteen, and he's all fucking happy, he wants to cash it and liquidate and take his fucking money and run home. You don't let him do that.
The Wolf of Wall StreetJordan Belfort: Okay.
Mark Hanna: Cause that would make it real.
Jordan Belfort: Right.
Mark Hanna: No, what do you do? You get another brilliant idea, a special idea. Another situation, another stock to reinvest his earnings and then some. And he will, every single time.
Jordan Belfort: Mm-hmm.
Mark Hanna: Cause they're fucking addicted. And then you just keep doing this, again, and again, and again. Meanwhile, he thinks he's getting **** rich, which he is, on paper. But you and me, the brokers?
Jordan Belfort: Right.
Mark Hanna: We're taking home cold hard cash via commission, motherfucker.
Jordan Belfort: Right! That's incredible, sir. I'm...I can't tell you how excited I am.
Mark Hanna: You should be.
The opposite is also true. Seseorang yang membeli saham di angka enam belas dan saat ini harga pasarnya jatuh ke angka delapan, di atas kertas dinilai mengalami kerugian, tapi kerugian ini tidak akan terealisir selama ia tidak melikuidasi sahamnya. Semua praktisi saham yang terpelajar memahami konsep ini dan cukup adil, meski ada broker yang sinis seperti dua orang di atas. Coba colek [MENTION=19]danalingga[/MENTION]

Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
itu cuma persoalan regulasi saja, karena perlakuan Transaksi jual beli konvensional dan syariah tidak dianggap berbeda
Pemerintah membebankan pajak untuk tiap transaksi jual beli. Ketika terjadi dua kali transaksi, maka terjadi dua kali pungutan pajak. Satu kali transaksi, satu kali pungutan pajak. Sangat wajar dan adil dong...


---------- Post Merged at 10:41 PM ----------

Quote Originally Posted by cha_n View Post
jadi harusnya sistem keuangan itu seperti apa? kalau kita butuh dana gimana?
Waduh, Bunda Chan, kita khan cuma ngobrol-ngobrol ngopi soal bunga bank... bukan mau melahirkan fatwa...