Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 30

Thread: Hasil Pemilu Legislatip 2014

  1. #1
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636

    Hasil Pemilu Legislatip 2014

    Dengan asumsi kwikkaun ini akurat (menggambarkan penghitungan hasil akhir nanti), apakah menurut teman-teman hasil kemarin menunjukkan bahwa proses pileg sudah rilaiyabel? Sudah bisa menangkap dinamika aspirasi masyarakat?

    Maksudnya, meskipun mungkin ada kecurangan di sana-sini, tapi terlalu kecil untuk bisa mempengaruhi hasil akhir total? Bahwa hasil penghitungan memang menunjukkan kecenderungan masyarakat terhadap partai politik dan calon-calon jagoan mereka?

    Apakah pemilih kita memang sudah mulai pintar dan dewasa?


    [MENTION=249]Alip[/MENTION],
    Kita lanjut di sini ya..
    ttd,
    momod
    Last edited by ndableg; 12-04-2014 at 05:26 PM.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  2. #2
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Iya.
    Menurutku pemilih sudah lebih pintar.

    Pemilih jokowi adalah lintas partai. Mereka gak mau didikte harus memilih PDIP.
    Saya punya firasat, presiden kita yang akan datang adalah Jokowi.

    Kalau hasil real count nanti PDIP benar kurang dari 19%, masyarakat akan lebih percaya diri memilih Jokowi karena kemungkinan PDIP menyetir Jokowi jadi lebih kecil.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  3. #3
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Terus terang, gw masih bingung, karena memang nama2nya ga ada yg kenal di TPS gw. Mgk bisa menolong kalo kampanye diadakan di TPS, lalu langsung nyoblos di mana kita bisa melihat langsung siapa dan program2 apa yg ditawarkan oleh yg kita coblos. Yah kaya lomba stand up comedy indonesia lah..

    Tapi menurutku hasil quick count ini ud paling ideal. Walaupun gw selalu heran dan kagum dgn golkar.
    Last edited by ndableg; 11-04-2014 at 07:18 PM.

  4. #4
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    apakah menurut teman-teman hasil kemarin menunjukkan bahwa proses pileg sudah rilaiyabel?
    mungkin OOT... tapi jawabannya TIDAK!

    beberapa fakta yang perlu diketahui:
    1. Kotak suara yang bersegel yang berisi berbagai
    perlengkapan pemilu termasuk surat suara, tidak di
    simpan dalam pengawasan PPL/Bawaslu, melainkan
    di rumah pengurus KPPS yang paling layak.

    kelemahannya:
    a. kalau KPPS bersekongkol, maka bisa saja minimal
    20% surat suara dibongkar, dan dicoblos dimalam se
    belum pemilihan, sesuai pesanan caleg tertentu.

    b. 20% surat suara, jumlahnya hampir 80 suara per
    TPS, bila satu TPS dibayar 1jt, maka cukup 500jt un
    tuk 500 TPS berarti minimal 40rb suara... sudah cu
    kup untuk lolos ke DPR Senayan.

    c. 20% surat itu cukup disimpan diakhir, dan jangan
    diserahkan kepada pemilih

    d. soal segel, gampang... didalam kotak suara ada le
    bih dari 3 kali lipat segel tersedia, daripada yang dibu
    tuhkan

    e. kecurangan ini sangat masif, mengingat hanya
    sedikit sekali saksi yang tahu soal keharusan menco
    ret surat suara tidak terpakai, keharusan menghitung
    dulu berapa surat suara pasti didalam kotak sebelum
    kotak suara dibuka.

    ---------- Post Merged at 07:58 PM ----------

    2. kebiasaan tidak mencoret silang surat suara tidak
    terpakai, dengan mudah dapat dimanipulasi oleh PPS
    di kelurahan karena:
    a. tidak ada saksi/PPL yang mengawasi PPS dikelura
    han 2x24 jam sejak kotak suara diantar oleh KPPS sam
    pai dibuka kembali untuk dihitung.

    b. semua berkas, model C dan Plano tidak tersedia da
    lam jumlah PAS, melainkan berlimpah ruah.... jadi apa
    pun pesanan caleg tertentu, semua isi rekap dan surat
    suara tidak tercoret dapat dimanfaatkan... dan jangan
    lupa masih banyak sisa segel.

    c. surat suara sah pun, kalau dimiliki oleh caleg pesaing
    dari caleg yang membayar, bisa dirusak menjadi surat
    tidak sah
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  5. #5
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Justru itu pertanyaan saya, Kakang Tumenggung... semua di atas itu 'kan berupa kemungkinan, bisa terjadi tapi mungkin juga tidak...

    Melihat hasil yang sekarang sudah terpapar, apakah tampaknya hasil tersebut merupakan keluaran dari sebuah proses yang wajar (dengan tingkat kecurangan yang tidak signifikan) atau tidak wajar (dengan kecurangan yang berhasil merubah hasil nasional secara signifikan)?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  6. #6
    Apakah pemilih kita memang sudah mulai pintar dan dewasa?
    Kalo menurutku belum. Jika pintar dan dewasa maka partai pengusung presiden
    pilihan harusnya menang mutlak.

    Jika seperti sekarang ini, presiden bakal dipaksa untuk berkoalisi. Kita tahulah
    koalisi itu gimana. Koalisi hanya akan memasung kaki Presiden. Dari hal ini,
    saya berkesimpulan bahwa para pemilih kurang paham sistem dan mungkin juga paham,
    tapi tidak berpikiran kedepan.

  7. #7
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Justru itu pertanyaan saya, Kakang Tumenggung... semua di atas itu 'kan berupa kemungkinan, bisa terjadi tapi mungkin juga tidak...

    Melihat hasil yang sekarang sudah terpapar, apakah tampaknya hasil tersebut merupakan keluaran dari sebuah proses yang wajar (dengan tingkat kecurangan yang tidak signifikan) atau tidak wajar (dengan kecurangan yang berhasil merubah hasil nasional secara signifikan)?
    pada sebagian besar daerah dimana "birokrat" te
    lah "dikuasai" parpol tertentu, makan itulah proses
    yang terjadi.

    Tidak jarang, secara ekstrim surat suara sudah di
    coblos, dan para pemilik suara diminta pasrah un
    tuk pura-pura masuk bilik suara, tuma'ninah, dan
    keluar seolah sudah mencoblos.

    ---------- Post Merged at 06:28 AM ----------

    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Kalo menurutku belum. Jika pintar dan dewasa maka partai pengusung presiden
    pilihan harusnya menang mutlak.

    Jika seperti sekarang ini, presiden bakal dipaksa untuk berkoalisi. Kita tahulah
    koalisi itu gimana. Koalisi hanya akan memasung kaki Presiden. Dari hal ini,
    saya berkesimpulan bahwa para pemilih kurang paham sistem dan mungkin juga paham,
    tapi tidak berpikiran kedepan.
    yup... masyarakat yang menukar arah kebijakan
    politik negara dengan sembako/souvenir/uang se
    nilai 50rb, jelas bukan masyarakat yang matang
    dalam beraspirasi.

    Dan wajar saja rakyat yang "sakit" hanya akan
    menghasilkan wakil-wakil yang sakit pula.
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  8. #8
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  9. #9
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Kalo menurutku belum. Jika pintar dan dewasa maka partai pengusung presiden
    pilihan harusnya menang mutlak.

    Jika seperti sekarang ini, presiden bakal dipaksa untuk berkoalisi. Kita tahulah
    koalisi itu gimana. Koalisi hanya akan memasung kaki Presiden. Dari hal ini,
    saya berkesimpulan bahwa para pemilih kurang paham sistem dan mungkin juga paham,
    tapi tidak berpikiran kedepan.
    Masalahnya, rakyat jg ga yakin sama partai yg mengusung capresnya.
    Kalo sedikit menganalisis hasil quick count sih, sptnya yg bisa dibilang sukses adalah gerindra.
    Sptnya sebagian besar suara demokrat lari ke gerindra, dan mgk sbgn kecil ke pdip.
    Jadi keliatan sbgn masyarakat ga percaya dgn pdip.
    Mgk ini jadi test buat jokowi kalo dia kepilih, apakah akhirnya akan terpasung.
    Last edited by ndableg; 12-04-2014 at 05:28 PM.

  10. #10
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Terus terang, gw masih bingung, karena memang nama2nya ga ada yg kenal di TPS gw. Mgk bisa menolong kalo kampanye diadakan di TPS, lalu langsung nyoblos di mana kita bisa melihat langsung siapa dan program2 apa yg ditawarkan oleh yg kita coblos. Yah kaya lomba stand up comedy indonesia lah..

    Tapi menurutku hasil quick count ini ud paling ideal. Walaupun gw selalu heran dan kagum dgn golkar.
    Bleg, kalo satu caleg dikasi kesempatan kampanye 5 menit aja, itu dr tps buka sampe abis jam 1 belum kelar2 semua caleg kampanye mungkin


    Masyarakat mgkn byk yg pintar, tp yg apatis jg super banyak, yg golput kan 25%, itu baru yg keitung, yg suaranya dijadiin suara hantu ada berapa tuh. Belum lg masyarakat yg sama sekali ga kenal caleg nya (kayak gw )

    So far kampanye para caleg tu basi, ga realistis, jualan kecap aja, yg selalu gw liat kampanye cmn gaji pokok untuk rakyat dan gak korupsi, ga ada itu visi misinya yg realistis membangun daerah.

  11. #11
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    kirain udah ada hasil pemilu legislatifnya
    udah selesai ngitung2nya blom sih?
    ada daftar jumlah hasil suara per caleg?
    dan caleg2 mana aja yang maju?

  12. #12
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Masalahnya, rakyat jg ga yakin sama partai yg mengusung capresnya.
    Kalo sedikit menganalisis hasil quick count sih, sptnya yg bisa dibilang sukses adalah gerindra.
    Sptnya sebagian besar suara demokrat lari ke gerindra, dan mgk sbgn kecil ke pdip.
    Jadi keliatan sbgn masyarakat ga percaya dgn pdip.
    Mgk ini jadi test buat jokowi kalo dia kepilih, apakah akhirnya akan terpasung.
    Nggak yakin sama partai pengusung normalnya nggak yakin juga sama yang diusung donk.
    Apalagi Jokowi dah mengkampanyekan Jokowi yes PDIP yes. Gitu sih logika yang gue tangkap.
    Kalo ternyata bisa tidak percaya sama pengusung namun percaya sama yang diusung, agak aneh jg.
    Makanya gue berpendapat ternyata rakyat belum cukup pintar.

    Gerindra juga sebenarnya nggak sukses2 amat. Targetnya kan 20% mereka.
    Last edited by danalingga; 13-04-2014 at 02:13 PM.

  13. #13
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Nggak yakin sama partai pengusung normalnya nggak yakin juga sama yang diusung donk.
    Apalagi Jokowi dah mengkampanyekan Jokowi yes PDIP yes. Gitu sih logika yang gue tangkap.
    Kalo ternyata bisa tidak percaya sama pengusung namun percaya sama yang diusung, agak aneh jg.
    Makanya gue berpendapat ternyata rakyat belum cukup pintar.
    Saya kok agak kurang sreg dengan teori ini...

    Buat saya, kalau terjadi hal di mana masyarakat percaya pada orang yang diusung tapi tidak percaya pada partai pengusungnya, justru menunjukkan bahwa masyarakat sudah pintar... mereka sudah sanggup memilah dan memilih. Masyarakat sudah melihat bahwa rekam jejak si partai jelek dan si individu bagus atau sebaliknya. Bila hal ini terjadi, yang disalahkan bukan masyarakat, tapi si partai atau si individu yang memang tidak sanggup meraih kepercayaan masyarakat secara konsisten dan menyeluruh. Yang namanya percaya atau tidak percaya kan hak masing-masing anggota masyarakat, sedangkan kemampuan untuk meraih kepercayaan, itu tergantung kinerja dan komunikasi si individu dan partai politik. Kalau mereka tidak dipercaya masyarakat, bukan masyarakatnya yang disalahkan.

    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Kalo menurutku belum. Jika pintar dan dewasa maka partai pengusung presiden
    pilihan harusnya menang mutlak.

    Jika seperti sekarang ini, presiden bakal dipaksa untuk berkoalisi. Kita tahulah
    koalisi itu gimana. Koalisi hanya akan memasung kaki Presiden. Dari hal ini,
    saya berkesimpulan bahwa para pemilih kurang paham sistem dan mungkin juga paham,
    tapi tidak berpikiran kedepan.
    Ini juga kayaknya nggak pas buat saya...

    Justru alasan kita memiliki triumvirat eksekutif, legistalif dan yudikatif adalah untuk memasung agar tidak ada kekuasaan absolut dalam negara. Memang kesannya lebih mudah ketika negara dipimpin oleh satu orang bijaksana yang bisa membuat keputusan dan rancangan undang-undang tanpa banyak oposisi, tapi itulah harga yang harus dibayar dalam demokrasi, perbenturan kepentingan selalu menghasilkan keputusan yang setengah-setengah dan cenderung kompromistis, demi agar semua pihak memiliki kapasitas yang sama di hadapan hukum dan kekuasaan. Alternatifnya adalah negara diktatorial (dalam bentuk apapun) di mana penguasa memiliki kekuasaan tanpa kontrol berarti.

    Masing-masing ada plus minusnya, tapi negara ini sudah memilih demokrasi dan memang harus membayar harganya.

    ... yang berarti para pemilih sudah cukup pandai untuk meletakkan kepercayaan mereka pada seseorang, tapi tidak mau memberi dia kuasa absolut dengan menempatkan golongan orang tersebut menjadi mayoritas di kursi legislatif.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  14. #14
    Saya sih belum dapat membayangkan bagaimana seorang presiden RI dengan suara
    yang sangat minim dapat memimpin dengan efektif.

    Saya nggak pernah menginginkan suara absolute, tapi jangan minim juga donk.
    Tapi saya ragu apakah rakyat sampai berpikiran demikian. Dan saya tetap
    pada pendirian saya bahwa rakyat yang tidak berpikiran demikian berarti
    belum cukup pintar melihat realita yang ada.

    Oh iya, tapi semua masih sebatas hipotesis saja. Hipotesis saya menjadi bernilai
    kalo nanti memang ada presiden yang dominas suaranya. Berarti memang
    banyak ternyata yang memilih tokoh tapi tidak memilih partainya.
    Last edited by danalingga; 13-04-2014 at 03:43 PM.

  15. #15
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Apakah SBY, dengan 60% suara dapat digolongkan
    sebagai suara minim?
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  16. #16
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Saya sih belum dapat membayangkan bagaimana seorang presiden RI dengan suara
    yang sangat minim dapat memimpin dengan efektif.
    Tentu saja sulit sekali untuk bisa efektif, karenanya saya sendiri tidak berharap proses demokrasi ini akan menjanjikan kemakmuran dan keadilan sosial dalam waktu dekat. Kita memang baru mulai, masih banyak kepentingan yang belum dewasa yang terjun ke dunia politik sehingga masyarakat akhirnya susah untuk menentukan pilihan. Saya memang cenderung melihat bukan masyarakatnya yang belum cerdas, tapi para politikus yang masih belum matang...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  17. #17
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    Apakah SBY, dengan 60% suara dapat digolongkan
    sebagai suara minim?
    Bukannya suara demokrat cuma 20% an saat itu?

  18. #18
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Saya sih belum dapat membayangkan bagaimana seorang presiden RI dengan suara
    yang sangat minim dapat memimpin dengan efektif.
    berarti loe lupa menulis suara PARTAI

    bagi gw, suara partai yang cuma 20% itu resiko da
    ri sistem multipartai, dan memang secara alami mes
    tinya partai seperti PBB dan PKPI, sudah seharusnya
    tidak lagi berkesempatan ikut pemilu 2019, dan tidak
    boleh lagi bikin partai baru.

    dengan efektif 10 partai pada 2019, dan meningkat
    kan parliamentary Treshold ke 5 kemudian 7 dan 10%
    maka barangkali pada 2030an kita cuma punya 5 par
    tai yang sangat jelas segmentasi nya.
    ===

    Kembali soal efektifitas pemerintahan, gw pikir suara
    minim di DPR cuma akan bermasalah kalau Pemerintah
    mau naikin BBM atau perkara dengan tingkat urgensi
    sama... sedangkan untuk hal-hal terkait anggaran ru
    tin dan pembangunan, ngga bakal ada masalah.
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  19. #19
    ^ Sebenarnya kondisi sekarang adalah tantangan bagi presiden yang akan datang.
    Semoga bisa lebih pintar mengelola DPR dan pemerintahannya dibandingkan SBY.

  20. #20
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,690
    artis yg lolos ke DPR 2014 :



    1. Anang Hermansyah
    2. Desy Ratnasari
    3. Ikang Fawzi
    4. Lucky Hakim
    5. Eko Patrio
    6. Nico Siahaan
    7. Rieke Diah Pitaloka
    8. Dede Yusuf
    9. Rachel Maryam
    10. Jamal Mirdad
    11. Tommy Kurniawan

    Aceng Fikri (mantan bupati tasikmalaya) ke DPD

    Artis yang gagal


    1. Angel Lelga
    2. Marissa Haque
    3. Derry Drajat
    4. Nurul Arifin
    5. Ingrid Kansil
    6. Camel Petir
    7. Arzetti Bilbina
    8. Vena Melinda
    9. Jane Shalimar

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •