Kalau dilihat-lihat, ya UUD sih ya? Tapi kayaknya ada satu hal penting yang perlu dibenahi... kalau dimungkinkan, yaitu: Komunikasi sama orang tua.
Secara dalam kasus ini kayaknya orang tua berada pada posisi yang menghambat keputusan. Kalau tinggal bareng, biaya mahal. Nggak tinggal bareng, sungkan buat nitip anak.
Memungkinkan gak kalau hidup bareng tapi biaya nggak mahal, atau rumah sendiri, tapi bisa nitip anak? Kalau masalah ini sudah beres, kayaknya yang lain gampang deh.
Saya dulu keluar dari rumah orang tua ya karena memang berprinsip harus punya rumah sendiri. Keputusannya diambil dulu, baru bagaimana-nya belakangan.
... dan ternyata butuh tiga tahun untuk betul-betul bisa keluar. Tapi setidaknya selama tiga tahun itu kami fokus untuk bisa keluar, dan pelan-pelan jalannya makin kelihatan. Memang sih, ada banyak pengorbanan:
- Ngomong ke ortu bahwa kita mau mandiri, tapi
- sementara anak titip dijaga ya?
- soalnya, kami tiap weekend mau berburu rumah
- sudah gitu kami gak banyak bantu uang ya?
soalnya
- mau nabung buat DP rumah
- tapi sementara belum dapet, kami tetep di sini dulu ya?
Orang tua setuju... maka tiga tahun itu yang kami butuhkan untuk nabung dan keliling Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Ciawi, Parung dan sebagainya cari-cari rumah.
Itupun... mertua kami impor dari Jawa Timur untuk menjaga anak-anak
Ada kemauan ada jalan... plus sedikit komunikasi, negosiasi, dan muke tebel![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




soalnya

Reply With Quote