Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
Ini ada benarnya, tapi gak semuanya benar
Bgmn dng IMF dan anasir2nya yng mampu mempengaruhi pembuat kebijakan negeri ini?
sebagai contoh, lihat UU no:22/2001 yng nafasnya begitu birokratis dan liberal
fenomena bernafsunya tuk menjual BUMN vital agar beralih kepemilikan dng dalih
agar bisa efisien n berdaya saing ... cuih (alasan menjijikkan)
untuk membenahi BUMN kurang sehat apakah satu2nya cara harus dng menjualnya?
hallooo!..... fatwa darimana ini?, sudah tidak adakah anak bangsa ini yng mampu
membenahi tanpa menjualnya? [kuwalat deh ntar ama founding father kita]

lantas dimana kedaulatan Negara n anak bangsa ini
jika BUMN-BUMN strategis sudah tidak lagi dalam kontrol penuh
(baca dikelola sepenuhnya) oleh Negara sbg perwujutan amanat UUD pasal 33?

Sptnya ada benarnya jg statemen salah seorang pengamat MIGAS
"bhw bisnis MIGAS itu sarat kepentingan dan sarat mafia"

hmm ......
carut marut negeri ini rupanya udah gak mempan diatasi dng "REFORMASI"
Ini juga nggak semua benar mbah.

Saya lihat BUMN emang harus di-public-kan agar bisa maju. Contoh nyatanya Telkom tuh, menggeliat setelah masuk bursa saham -- juga Perusahaan Gas Negara (PGN). Ini karena jika sudah masuk bursa saham semua laporan keuangan harus diumumkan ke public. Tapi ya memang, harusnya sahamnya bukan dipaksakan terjual ke asing, toh rakyat Indonesia juga masih sanggup beli.