itu yang terjadi kalo seandainya sala satu pasangan masih mempunyai ekspektansi akan peran ini itu
umumnya cowo maupun cewe masih mempunyai ekspektansi bahwa yang cowo harus menafkahi
buat yang mau mempraktekkan stay at home dad gitu, si istri maupun suami perlu mempunyai pandangan yang sama akan arrangement itu. kalo si istri masih pake menuntut dihidupi, ato si suami mempunyai ekspektansi menghidupi ato ga bisa melepaskan ego, ya, arrangement itu ngga akan bisa bertahan.
btw, saya ada om dan tante di mana si tante yang menghasilkan duit pada saat suami ga bekerja untuk sekian waktu ya. pada saat memang ada kondisi yang membuat si suami tidak bisa bekerja, dan mereka juga mempunyai goal lebih gede laen sebagai entiti keluarga, dan memahami akan sikon masing2, dan mempunyai pandangan yang sama.
ada juga om tante laen yang si om sakit bertahun2 ga bisa bekerja (sekarang sudah meninggal karena penyakitnya), dan si istri yang menghidupi keluarga. si istri tidak begitu aja mencampakkan si suami mentang2 udah ga bisa menafkahi.
ekspektansi yang terlalu kaku ini menurutku kadang berbahaya. tidak setiap orang akan sehat walafiat seumur hidup. suami istri harus bisa fleksibel dan saling mendukung, through good and bad times.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote