Menurutku tergantung saat dia menikah diusia berapa , jenis pekerjaan apa yang ditekuni. Dan standard hidup yang mereka sepakati.
Pengalaman pribadi, aku menikah muda, cuma karyawan, dan ngak punya modal usaha, asli hidup tanpa ditopang orang tua.
Makanya kami berdua sama2 bekerja. Aku di marketing untuk memenuhi kantong, sementara suami berkarier dari bawah.
Kami menargetkan bahwa memang aku pencetak uang untuk memenuhi kebutuhan, dp rumah, pembelian mobil dan jalan2.
Sementara suami memenuhi angsuran rumah, biaya rumah tangga dan pendidikan anak2. Setelah target terpenuhi aku mulai freelance jadi tetap bisa mengasuh anak.
Mulai 2008 aku berhenti total bekerja karena ada masalah dgn kehamilan.
Dan memang sdh saatnya juga sih karena pendapatan suami sdh bisa memenuhi kebutuhan.
Saat ini baru memulai lagi usaha, sbg consultant. Bukan karena incomenya, tapi krn setelah sekian lama hilang dr dunia kerja aku jadi bolot
Jadi om Alip pertanyaan om [MENTION=249]Alip[/MENTION], bisa benar dan bisa salah
Tergantung dari diri orang itu, gaya hidup, standard hidup dan tujuan hidup keluarga yg akan dibentuk
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote